RadarBanyuwangi.id – Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 9 Agustus pekan depan. Aturan dalam perpanjangan PPKM tak berubah dari sebelumnya. Banyuwangi yang masuk kategori Level 4 terus melakukan pengetatan terhadap aktivitas warga.
Ketua Satgas Covid-19 Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, dalam surat Instruksi Mendagri yang baru belum ada perubahan aturan untuk Banyuwangi. Apalagi hingga saat ini Banyuwangi masih masuk daerah dengan aturan PPKM Level 4.
Ipuk menambahkan, perubahan aturan hanya berlaku untuk rumah makan dan warung makan yang kini bisa melayani dine in atau makan di tempat untuk tiga orang dengan waktu maksimal 20 menit.
Selain itu toko-toko untuk kebutuhan harian, termasuk supermarket sudah diperbolehkan beroperasi. Satgas terus berupaya menurunkan level Banyuwangi dari 4 menjadi 3. Ipuk menambahkan, indikator perubahan level mengacu pada tiga hal. Pertama protokol kesehatan 5M dan 3T. Kedua angka mobilitas masyarakat dan terakhir angka kematian pasien Covid-19.
Jika tiga indikator tersebut bisa diturunkan, sebuah daerah bisa segera menurunkan levelnya menjadi lebih rendah. Sayangnya, Banyuwangi dalam sepekan terakhir masih belum bisa lepas dari tingginya angka kematian akibat Covid-19.
Kemarin (4/8) ada 22 pasien Covid yang meninggal dunia. Padahal dalam sepekan terakhir, angka kematian rata-rata berada di angka 15 sampai 19 orang. ”Kalau kasusnya tinggi tidak masalah, berarti tracing-nya tinggi. Kalau kematiannya tinggi menjadi tanda tanya. Kita berharap segera ada perubahan sehingga mal dan tempat wisata bisa dibuka,” kata Ipuk.
Satgas terus berupaya meningkatkan layanan rumah sakit untuk mengurangi angka kematian. Salah satunya pembelian ventilator dan bed baru. Satgas juga berupaya menggenjot vaksinasi untuk bisa segera mencapai target herd immunity, termasuk mengajak komunitas, kampus, dan kepala sekolah untuk ikut menyebarkan informasi positif tentang vaksinasi.
Relawan vaksin yang sudah mendaftar juga cukup banyak sehingga bisa mempercepat vaksinasi tahap dua. ”Sampai saat ini belum ada negara yang berhasil mencapai herd immunity, jadi satu-satunya jalan kita lakukan langkah preventif,” tegas Ipuk. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin