Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tiga Petahana Tersingkir, Termasuk Sang Ketua, Komisioner Bawaslu Banyuwangi Kini Diisi Tiga Wajah Baru

Gareta Yoga Eka Wardani • Senin, 21 Agustus 2023 | 22:00 WIB
SIAP KERJA KERAS: Lima komisioner Bawaslu terpilih usai dilantik di Hotel Pullman, Jakarta, kemarin (20/8). Dari kiri  Khomisa Kurnia Indra, Untung Apriliyanto,  Luqman Wahyudi,  Adrianus Yansen Pale,
SIAP KERJA KERAS: Lima komisioner Bawaslu terpilih usai dilantik di Hotel Pullman, Jakarta, kemarin (20/8). Dari kiri Khomisa Kurnia Indra, Untung Apriliyanto, Luqman Wahyudi, Adrianus Yansen Pale,

RadarBanyuwangi.id - Formasi komisioner Badan Pengawas Pemilu  (Bawaslu) Banyuwangi berubah. Setelah hasil tes diumumkan, tiga petahana tersingkir.

Mereka adalah Ketua Bawaslu Hamim, dan dua komisioner Anang Lukman dan Aksan Mustofa. Komisioner lama yang bertahan adalah Adrianus Yansen Pale dan Joyo Adikusumo.

Tiga wajah baru mewarnai kepengurusan Bawaslu Banyuwangi untuk masa kerja 2023-2028. Mereka adalah  Khomisa Kurnia Indra, Luqman Wahyudi, dan Untung Apriliyanto.

Lima komisioner yang baru dilantik Sabtu lalu (19/8) di Hotel Pullman, Jakarta. Ketua Bawaslu yang baru kini dijabat oleh Adrianus Yansen Pale alias Ansel.

Ansel mengungkapkan, meski komisioner diisi tiga wajah baru,  tidak akan mempengaruhi kinerja pengawasan pemilu.

Sebab, semua komisoner langsung mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) berkaitan percepatan penguatan kapasitas para komisioner dalam mengawasi tahapan pemilu.

"Setelah rapat pleno pembahasan kelembagaan hingga semua formasi sudah dilengkapi, ada beberapa komisioner yang tetap berada di Jakarta. Mereka mengikuti bimtek terkait tahapan daftar calon sementara (DCS)," ujarnya, kemarin (20/8).

Prioritas terdekat yang akan dilakukan Bawaslu adalah menyamakan frekuensi kelembagaan dan pengawasan tahapan pemilu.

Menjelang tahapan pengusulan Naskah Perjanjian Hibah Dana (NPHD), pihaknya juga akan melakukan konsolidasi internal.

"Fokus kami berlima adalah merencanakan kebutuhan riil saat pelaksanaan pilkada. Sedangkan di tahapan pengawasan fokus pada potensi sengketa besar atau kecil dilihat dari dinamika di Kabupaten Banyuwangi," imbuhnya.

Lebih lanjut Ansel mengatakan, menjelang tahapan daftar calon tetap (DCT) pada bulan November yang beririsan dengan tahapan kampanye, pihaknya harus sigap dalam bekerja. Terutama dalam mengidentifikasi kerawanan pemilu.

"Kami dihadapkan dengan kampanye pemilu yang cukup dinamis. Kami berusaha mengidentifikasi dan merumuskan program kerja prioritas dan kerawanan pemilu," lanjutnya.

Salah satu komisioner yang Luqman Wahyudi mengatakan, dilantik sebagai anggota Bawaslu merupakan pengalaman pertama mengemban tugas di bidang penyelenggara pemilu. Sebelumnya, Luqman berprofesi sebagai pengacara yang sering menangani kasus sengketa pemilu.  

"Meski tergolong baru di Bawaslu, saya sudah beberapa kali menangani sengketa pemilu. Mulai  tahapan bacaleg hingga perhitungan suara. Sedikit banyak saya mengetahui proses sengketa pemilu," pungkasnya. (rei/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#dct #petahana #Bawaslu Banyuwangi #bimtek #dcs #tahapan pemilu