24.3 C
Banyuwangi
Friday, June 2, 2023

Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi

Bantu Bibit Cabai dan POC untuk Kendalikan Stunting

 

PURWOHARJO, Jawa Pos Radar Genteng – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Banyuwangi punya cara menarik untuk menurunkan angka stunting. Mereka menggelar Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat di Kantor Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, pada Senin siang (28/11).

Dalam kegiatan yang digelar sehari itu dengan tema, Fasilitasi Bahan Pangan Mendukung Penanganan Stunting itu, diikuti 40 ibu-ibu dari Desa Grajagan dan Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo yang masuk kategori keluarga rawan stunting. “Program penanganan stunting ini sudah diatur melalui peraturan bupati (Perbup), tidak semua desa masuk kategori rawan stunting,” kata Plt Kepala Dispertapa Banyuwangi M Khoiri melalui Kabid Ketahanan Pangan Abdul Halim.

Baca Juga :  Ke Jogja, Presiden Jokowi dan Menko Airlangga Resmikan Bantuan Tunai

Untuk di wilayah Kecamatan Purwoharjo, terang Halim, ada dua desa yang dikategorikan rawan stunting, yakni Desa Grajagan dan Sumberasri. “Tapi dalam perbup terbaru, tinggal Desa Grajagan yang masih kategori rawan stunting,” ujarnya.

PUPUK: Kabid Ketahanan Pangan Dispertapa Banyuwangi Abdul Halim (tiga dari kanan) usai menyerahkan bantuan POC kepada perwakilan dari Desa Grajagan dan Sumberasri di kantor Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Senin (28/11). (LUGAS RUMPAKAADI/JPRG)

Secara nasional, jelas dia, pemerintah menargetkan pada 2024 stunting harus menurun 14 persen. Untuk mengikuti target itu, Pemkab Banyuwangi bertekad menurunkan angka stunting. “Disperta mendukung program itu dengan menggelar kegiatan ini,” cetusnya.

Melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2022, jelas dia, Dispertapa mendapatkan alokasi untuk penyaluran bantuan dalam penanganan stunting. Bantuan itu berupa paket makanan sehat, bibit cabai rawit, bibit bawang merah, dan pupuk organik cair (POC). “Juga ada paket lengkap instalasi budi daya hidroponik,” jelasnya.

Baca Juga :  Banner Cak Imin Cawapres Kita Bertebaran di Banyuwangi

Halim berharap, para ibu yang mengikuti program ini mampu memanfaatkan bantuan yang diberikan dan merawat bantuan itu dengan baik. “Untuk paket instalasi budi daya hidroponik diberikan kepada keluarga yang membutuhkan. Kami juga memberikan pelatihan budi daya hidroponik,” katanya.

Untuk pelatihan budi daya hidroponik di kantor Desa Grajagan itu, dilakukan agar para ibu yang menjadi sasaran program mengerti cara membudidayakan tanaman dengan metode hidroponik. “Kami menghadirkan narasumber dari BPP Purwoharjo, Vivin Aprila Yessi,” ujarnya.(cw3/abi)

 

PURWOHARJO, Jawa Pos Radar Genteng – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kabupaten Banyuwangi punya cara menarik untuk menurunkan angka stunting. Mereka menggelar Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat di Kantor Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, pada Senin siang (28/11).

Dalam kegiatan yang digelar sehari itu dengan tema, Fasilitasi Bahan Pangan Mendukung Penanganan Stunting itu, diikuti 40 ibu-ibu dari Desa Grajagan dan Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo yang masuk kategori keluarga rawan stunting. “Program penanganan stunting ini sudah diatur melalui peraturan bupati (Perbup), tidak semua desa masuk kategori rawan stunting,” kata Plt Kepala Dispertapa Banyuwangi M Khoiri melalui Kabid Ketahanan Pangan Abdul Halim.

Baca Juga :  Giatkan Konservasi Lereng Gunung Raung dan Gunung Ijen

Untuk di wilayah Kecamatan Purwoharjo, terang Halim, ada dua desa yang dikategorikan rawan stunting, yakni Desa Grajagan dan Sumberasri. “Tapi dalam perbup terbaru, tinggal Desa Grajagan yang masih kategori rawan stunting,” ujarnya.

PUPUK: Kabid Ketahanan Pangan Dispertapa Banyuwangi Abdul Halim (tiga dari kanan) usai menyerahkan bantuan POC kepada perwakilan dari Desa Grajagan dan Sumberasri di kantor Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Senin (28/11). (LUGAS RUMPAKAADI/JPRG)

Secara nasional, jelas dia, pemerintah menargetkan pada 2024 stunting harus menurun 14 persen. Untuk mengikuti target itu, Pemkab Banyuwangi bertekad menurunkan angka stunting. “Disperta mendukung program itu dengan menggelar kegiatan ini,” cetusnya.

Melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2022, jelas dia, Dispertapa mendapatkan alokasi untuk penyaluran bantuan dalam penanganan stunting. Bantuan itu berupa paket makanan sehat, bibit cabai rawit, bibit bawang merah, dan pupuk organik cair (POC). “Juga ada paket lengkap instalasi budi daya hidroponik,” jelasnya.

Baca Juga :  Ke Jogja, Presiden Jokowi dan Menko Airlangga Resmikan Bantuan Tunai

Halim berharap, para ibu yang mengikuti program ini mampu memanfaatkan bantuan yang diberikan dan merawat bantuan itu dengan baik. “Untuk paket instalasi budi daya hidroponik diberikan kepada keluarga yang membutuhkan. Kami juga memberikan pelatihan budi daya hidroponik,” katanya.

Untuk pelatihan budi daya hidroponik di kantor Desa Grajagan itu, dilakukan agar para ibu yang menjadi sasaran program mengerti cara membudidayakan tanaman dengan metode hidroponik. “Kami menghadirkan narasumber dari BPP Purwoharjo, Vivin Aprila Yessi,” ujarnya.(cw3/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/