alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Pemuda Diajak Tingkatkan Ekonomi Kreatif di Era Transformasi Digital

BANYUWANGI – Memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2021, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi menggelar ”Dialog dan Musyawarah Organisasi Kepemudaan”. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Aston kemarin (27/10).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan 29 organisasi yang berasal dari elemen mahasiswa, lintas agama, dan kepemudaan dengan total 100 orang. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 tersebut dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dalam sambutannya, Ipuk menyampaikan bahwa 35 persen penduduk Banyuwangi berusia 12–34 tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa dominasi pemuda sangat besar. ”Pemuda harus turut berperan mengangkat potensi Banyuwangi. Menjadi agen perubahan dengan motivasi tinggi dan penuh inovasi,” ujarnya.

Ipuk berpesan pada generasi muda agar tidak mudah patah semangat dan menjauhi pergaulan negatif yang bisa merusak masa depan pemuda. Dia menambahkan bahwa organisasi tidak hanya di kampus, namun ada di tengah-tengah masyarakat. ”Jauhi narkoba, pornografi, dan pergaulan bebas karena dapat membawa pengaruh buruk untuk masa depan pemuda. Untuk para mahasiswa, mari kita bersama-sama memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif,” ungkap Ipuk.

Ipuk berharap anak-anak muda dapat meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan kualitas menghasilkan ide kreatif. Dengan bergotong-royong dan selalu bergandeng tangan, dia yakin Banyuwangi dapat menghadapi masa sulit ini.

”Pemerintah daerah memiliki komitmen tinggi dalam rangka mendukung anak muda Banyuwangi agar semakin baik ke depannya, mempunyai peran luar biasa untuk Banyuwangi. Tidak hanya turun ke jalan, sekarang zamannya sudah berubah. Kritik itu perlu, sebagai masukan bagi kami, namun ketika berorasi harus dengan solusi. Mari bersama-sama kita maksimalkan bonus demografi dan potensi yang ada di Banyuwangi. Saya harap tidak hanya berhenti di sini saja, tetapi ada tindak lanjut ketika selesai mengikuti acara ini,” harap Ipuk.

Kepala Dispora Zen Kostolani mengatakan, acara tersebut mengangkat tema ”Peran Pemuda dalam Peningkatan Ekonomi Kreatif di Era Transformasi Digital”. Tema itu dipilih agar pemuda tanggap dengan perubahan zaman transformasi digital. ”Secara global kami sampaikan kepada anak-anak muda melalui acara ini. Namun, minimal tertanam dalam benak mereka, ada gambaran dan dapat memahami apa itu transformasi digital,” ujarnya.

Zen menambahkan bahwa pemuda menjadi harapan keluarga dan bangsa. Generasi muda harus kreatif dan tanggap menghadapi perubahan yang begitu cepat. ”Kami ingin ada tindak lanjut, karena ini hanya kerangka besar. Nanti akan kami undang perwakilan untuk lebih khusus lagi membahas langkah atau program apa dapat kami lakukan dalam hal pembinaan dan optimalisasi peran pemuda,” katanya.

Tak hanya itu, pesatnya perkembangan digital saat ini kerap menyebabkan disinformasi dan membuat kegaduhan di masyarakat. Zen berharap generasi muda mampu menyikapi dan memberikan pencerahan di lingkungan sekitarnya. ”Minimal mampu membawa pengaruh positif di keluarga dan teman-temannya. Sehingga dampak kemajuan transformasi digital ini tidak merugikan mereka,” jelasnya.

Salah satu peserta, Eka Gunawan mengatakan, kegiatan tersebut sangat memotivasi generasi muda untuk terus berkarya. ”Dari acara ini membuktikan bahwa pemerintah turut hadir, memfasilitasi generasi muda agar lebih kreatif pada era transformasi digital ini,” pungkasnya. (mg2)

BANYUWANGI – Memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2021, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi menggelar ”Dialog dan Musyawarah Organisasi Kepemudaan”. Acara tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Aston kemarin (27/10).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan 29 organisasi yang berasal dari elemen mahasiswa, lintas agama, dan kepemudaan dengan total 100 orang. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 tersebut dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dalam sambutannya, Ipuk menyampaikan bahwa 35 persen penduduk Banyuwangi berusia 12–34 tahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa dominasi pemuda sangat besar. ”Pemuda harus turut berperan mengangkat potensi Banyuwangi. Menjadi agen perubahan dengan motivasi tinggi dan penuh inovasi,” ujarnya.

Ipuk berpesan pada generasi muda agar tidak mudah patah semangat dan menjauhi pergaulan negatif yang bisa merusak masa depan pemuda. Dia menambahkan bahwa organisasi tidak hanya di kampus, namun ada di tengah-tengah masyarakat. ”Jauhi narkoba, pornografi, dan pergaulan bebas karena dapat membawa pengaruh buruk untuk masa depan pemuda. Untuk para mahasiswa, mari kita bersama-sama memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif,” ungkap Ipuk.

Ipuk berharap anak-anak muda dapat meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan kualitas menghasilkan ide kreatif. Dengan bergotong-royong dan selalu bergandeng tangan, dia yakin Banyuwangi dapat menghadapi masa sulit ini.

”Pemerintah daerah memiliki komitmen tinggi dalam rangka mendukung anak muda Banyuwangi agar semakin baik ke depannya, mempunyai peran luar biasa untuk Banyuwangi. Tidak hanya turun ke jalan, sekarang zamannya sudah berubah. Kritik itu perlu, sebagai masukan bagi kami, namun ketika berorasi harus dengan solusi. Mari bersama-sama kita maksimalkan bonus demografi dan potensi yang ada di Banyuwangi. Saya harap tidak hanya berhenti di sini saja, tetapi ada tindak lanjut ketika selesai mengikuti acara ini,” harap Ipuk.

Kepala Dispora Zen Kostolani mengatakan, acara tersebut mengangkat tema ”Peran Pemuda dalam Peningkatan Ekonomi Kreatif di Era Transformasi Digital”. Tema itu dipilih agar pemuda tanggap dengan perubahan zaman transformasi digital. ”Secara global kami sampaikan kepada anak-anak muda melalui acara ini. Namun, minimal tertanam dalam benak mereka, ada gambaran dan dapat memahami apa itu transformasi digital,” ujarnya.

Zen menambahkan bahwa pemuda menjadi harapan keluarga dan bangsa. Generasi muda harus kreatif dan tanggap menghadapi perubahan yang begitu cepat. ”Kami ingin ada tindak lanjut, karena ini hanya kerangka besar. Nanti akan kami undang perwakilan untuk lebih khusus lagi membahas langkah atau program apa dapat kami lakukan dalam hal pembinaan dan optimalisasi peran pemuda,” katanya.

Tak hanya itu, pesatnya perkembangan digital saat ini kerap menyebabkan disinformasi dan membuat kegaduhan di masyarakat. Zen berharap generasi muda mampu menyikapi dan memberikan pencerahan di lingkungan sekitarnya. ”Minimal mampu membawa pengaruh positif di keluarga dan teman-temannya. Sehingga dampak kemajuan transformasi digital ini tidak merugikan mereka,” jelasnya.

Salah satu peserta, Eka Gunawan mengatakan, kegiatan tersebut sangat memotivasi generasi muda untuk terus berkarya. ”Dari acara ini membuktikan bahwa pemerintah turut hadir, memfasilitasi generasi muda agar lebih kreatif pada era transformasi digital ini,” pungkasnya. (mg2)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/