alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Jaga Tirta Nyamperin Kantor DPRD

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan petugas sub blok irigasi sawah alias jaga tirta mendatangi kantor DPRD Banyuwangi kemarin (28/9). Mereka datang untuk mengadukan nasib kepada dewan sekaligus memperjuangkan insentif dari pemkab.

Saat berada di kantor wakil rakyat, para jaga tirta yang didampingi aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut diterima sejumlah anggota Komisi II DPRD. Dewan lantas menggelar audiensi yang dipimpin Ketua Komisi II Siti Mafrochatin Ni’mah.

Pada forum audiensi tersebut, perwakilan jaga tirta menyampaikan unek-uneknya. Mereka menilai perhatian dari pemkab kepada para jaga tirta yang berjumlah 1.302 orang tersebut masih kurang. ”Kami berharap pemkab memberikan insentif kepada para jaga tirta se-Banyuwangi,” ujar salah satu perwakilan jaga tirta.

Usai audiensi, para perwakilan jaga tirta itu diterima langsung Ketua DPRD I Made Cahyana Negara. ”Kami menerima kunjungan para jaga tirta yang didampingi aktivis LSM. Intinya mereka memohon agar mendapat perhatian dari pemkab. Mereka berharap mendapat insentif seperti halnya para guru ngaji dan sebagainya,” ujarnya.

Made menuturkan, para jaga tirta adalah pejuang di bidang pertanian. Terlebih, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar produk domestik regional bruto (PDRB) di kabupaten the Sunrise of Java ini. ”Ini momentum Hari Tani, tidak ada alasan bagi kami dan teman-teman dewan untuk tidak memperjuangkan aspirasi para jaga tirta,” kata dia.

Made menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk memberikan insentif bagi para jaga tirta tidak terlalu besar. Sebab, jumlah jaga tirta di Banyuwangi ”hanya” sekitar 1.300 orang. ”Insentif bagi para jaga tirta akan kami perjuangkan melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022,” pungkasnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan petugas sub blok irigasi sawah alias jaga tirta mendatangi kantor DPRD Banyuwangi kemarin (28/9). Mereka datang untuk mengadukan nasib kepada dewan sekaligus memperjuangkan insentif dari pemkab.

Saat berada di kantor wakil rakyat, para jaga tirta yang didampingi aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut diterima sejumlah anggota Komisi II DPRD. Dewan lantas menggelar audiensi yang dipimpin Ketua Komisi II Siti Mafrochatin Ni’mah.

Pada forum audiensi tersebut, perwakilan jaga tirta menyampaikan unek-uneknya. Mereka menilai perhatian dari pemkab kepada para jaga tirta yang berjumlah 1.302 orang tersebut masih kurang. ”Kami berharap pemkab memberikan insentif kepada para jaga tirta se-Banyuwangi,” ujar salah satu perwakilan jaga tirta.

Usai audiensi, para perwakilan jaga tirta itu diterima langsung Ketua DPRD I Made Cahyana Negara. ”Kami menerima kunjungan para jaga tirta yang didampingi aktivis LSM. Intinya mereka memohon agar mendapat perhatian dari pemkab. Mereka berharap mendapat insentif seperti halnya para guru ngaji dan sebagainya,” ujarnya.

Made menuturkan, para jaga tirta adalah pejuang di bidang pertanian. Terlebih, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar produk domestik regional bruto (PDRB) di kabupaten the Sunrise of Java ini. ”Ini momentum Hari Tani, tidak ada alasan bagi kami dan teman-teman dewan untuk tidak memperjuangkan aspirasi para jaga tirta,” kata dia.

Made menambahkan, anggaran yang dibutuhkan untuk memberikan insentif bagi para jaga tirta tidak terlalu besar. Sebab, jumlah jaga tirta di Banyuwangi ”hanya” sekitar 1.300 orang. ”Insentif bagi para jaga tirta akan kami perjuangkan melalui pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

2021, Pascaliminal

Dua Kalung Milik Penjual Nasi Dijambret

Artikel Terbaru

/