alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Daftar Pemilih Pemilu 2024 Berkurang 207 Orang

RADAR BANYUWANGI – Jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah ditetapkan. Masing-masing bakal digeber pada 14 Februari dan November dua tahun ke depan. Meski masih relatif jauh, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi terus melakukan ikhtiar untuk memastikan semua warga yang memiliki hak pilih bisa menyalurkan hak konstitusionalnya tersebut.

Upaya itu salah satunya diwujudkan dengan terus memperbarui daftar calon pemilih. Tepatnya, melalui penyusunan daftar pemilih berkelanjutan (DPB). Berdasar data terbaru, jumlah warga yang terdaftar dalam DPB periode Juni mencapai 1.302.521 orang. Rinciannya, calon pemilih laki-laki sebanyak 644.626 orang dan calon pemilih perempuan mencapai 657.895 orang.

Hal itu terungkap saat KPU Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) pemutakhiran DPB triwulan II 2022, Senin kemarin (27/6). Rakor yang dihelat di kantor KPU kali ini juga dihadiri pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), unsur kepolisian, TNI, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi.

Baca Juga :  Tertinggi di Eks Karesidenan Besuki, IPM Banyuwangi Tembus 70,06

Sementara itu, pada triwulan pertama 2022, jumlah warga yang terdaftar dalam DPB mencapai 1.302.728 orang. Artinya, jika DPB dibandingkan triwulan pertama 2022, jumlah warga yang terdaftar dalam DPB periode ini berkurang sebanyak 207 orang.

Komisioner Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Banyuwangi Eko Sumanto membenarkan jumlah warga yang terdaftar dalam DPB triwulan II 2022 berkurang dibandingkan triwulan I tahun yang sama. Dia menuturkan, berkurangnya daftar pemilih tersebut disebabkan sejumlah faktor. ”Seperti meninggal dunia, pindah domisili antarkabupaten, berubah status menjadi anggota TNI/Polri, serta ada beberapa elemen ganda yang terdeteksi setelah kita sandingkan dengan data Dispendukcapil,” bebernya.

Sementara itu, dalam rakor kemarin, lintas elemen terkait mengaku siap meningkatkan kerja sama dalam hal pemutakhiran daftar pemilih di Banyuwangi. ”Kami selalu bekerja sama dengan instansi terkait untuk lebih memutakhirkan DPB pada waktu yang akan datang,” pungkas Eko. (sgt/aif/c1)

Baca Juga :  Perindo dan Gelora Optimistis Lolos Verifikasi Faktual

RADAR BANYUWANGI – Jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 telah ditetapkan. Masing-masing bakal digeber pada 14 Februari dan November dua tahun ke depan. Meski masih relatif jauh, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi terus melakukan ikhtiar untuk memastikan semua warga yang memiliki hak pilih bisa menyalurkan hak konstitusionalnya tersebut.

Upaya itu salah satunya diwujudkan dengan terus memperbarui daftar calon pemilih. Tepatnya, melalui penyusunan daftar pemilih berkelanjutan (DPB). Berdasar data terbaru, jumlah warga yang terdaftar dalam DPB periode Juni mencapai 1.302.521 orang. Rinciannya, calon pemilih laki-laki sebanyak 644.626 orang dan calon pemilih perempuan mencapai 657.895 orang.

Hal itu terungkap saat KPU Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) pemutakhiran DPB triwulan II 2022, Senin kemarin (27/6). Rakor yang dihelat di kantor KPU kali ini juga dihadiri pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), unsur kepolisian, TNI, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi.

Baca Juga :  PDI Perjuangan All Out Menangkan Pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti

Sementara itu, pada triwulan pertama 2022, jumlah warga yang terdaftar dalam DPB mencapai 1.302.728 orang. Artinya, jika DPB dibandingkan triwulan pertama 2022, jumlah warga yang terdaftar dalam DPB periode ini berkurang sebanyak 207 orang.

Komisioner Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Banyuwangi Eko Sumanto membenarkan jumlah warga yang terdaftar dalam DPB triwulan II 2022 berkurang dibandingkan triwulan I tahun yang sama. Dia menuturkan, berkurangnya daftar pemilih tersebut disebabkan sejumlah faktor. ”Seperti meninggal dunia, pindah domisili antarkabupaten, berubah status menjadi anggota TNI/Polri, serta ada beberapa elemen ganda yang terdeteksi setelah kita sandingkan dengan data Dispendukcapil,” bebernya.

Sementara itu, dalam rakor kemarin, lintas elemen terkait mengaku siap meningkatkan kerja sama dalam hal pemutakhiran daftar pemilih di Banyuwangi. ”Kami selalu bekerja sama dengan instansi terkait untuk lebih memutakhirkan DPB pada waktu yang akan datang,” pungkas Eko. (sgt/aif/c1)

Baca Juga :  KIB Perkuat Kinerja Pemerintahan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/