alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Buka Puasa Bersama Bupati Anas dan Pedagang Pasar Banyuwangi

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas melanjutkan safari Ramadan. Setelah sahur bersama masyarakat di Kecamatan Tegalsari, Anas buka puasa bersama ratusan pedagang pasar dan tukang becak di Pasar Banyuwangi, Senin (28/5).

Kesempatan ini dimanfaatkan Anas untuk mengajak pedagang dan abang becak untuk bersama-sama mewujudkan pasar tradisional yang bersih layaknya pasar-pasar di Thailand. 

Anas mengaku, pihaknya sengaja menggelar safari Ramadan di pasar. Sebab, pedagang pasar memiliki peran yang strategis. Pasar adalah bagian penting perekonomian Banyuwangi, dan untuk itu harus dijaga kebersihannya. ”Sebenarnya, pasar tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat jualan, namun juga bisa menjadi suatu destinasi wisata yang menarik. Syaratnya pasarnya rapi dan bersih. Maka, saya minta masyarakat Banyuwangi sadar menjaga kebersihan lingkungan, termasuk pasar,” pintanya.

Anas lantas mencontohkan Pasar Chatuchak di Thailand. Seluruh lapak pedagang di pasar yang berada di negeri Gajah Putih tersebut tertata rapi dan bersih. ”Meski pasar tradisional, tapi menyenangkan berbelanja di sana karena tempatnya nyaman dan bersih. Sehingga, saat berbelanja, wisatawan sekaligus juga merasakan sensasi berwisata,” kata dia.

Anas lantas menyampaikan keinginannya agar Pasar Banyuwangi bisa seperti Pasar Chatuchak. Sehingga turis mendapatkan pengalaman yang berbeda saat belanja pasar tradisional yang berlokasi di pusat Kota Banyuwangi itu. ”Apalagi, sudah mulai banyak turis yang blusukan ke pasar tradisional, jadi kita harus segera membenahi pasar bareng-bareng. Turis itu kan suka mendatangi tempat yang menawarkan kekhasan suatu daerah, pasar salah contohnya,” bebernya. 

Anas mengaku akan segera merealisasikan rencana menjadikan pasar tradisional di Banyuwangi menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan. ”Tidak merombak total, mungkin sebagian pasar yang ditata terlebih dahulu. Kita desain ada yang jual oleh-oleh dan jajanan khas Banyuwangi. Bertahap, kita akan garap sisanya,” tuturnya.

Untuk keperluan tersebut, Anas berencana mengajak sejumlah pedagang melihat langsung pasar-pasar yang ada di Thailand. ”Biar pedagang melek, jika pasar yang nyaman dan bersih itu menyenangkan, dan bisa menambah fungsi sebagai objek wisata,” jelas Anas. 

Sementara itu, ratusan pedagang pasar dan tukang becak terlihat menikmati momen berbuka puasa bersama Bupati Anas dan jajarannya. Salah satunya Sukijan. ”Alhamdulillah, bisa makan bareng-bareng Pak Anas di sini. Senang sekali,” kata abang becak tersebut. 

Safari Ramadan kali ini juga diisi tausiyah yang disampaikan Ustadz Ma’ruf Abu Bakar yang mengajak umat muslim berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah di bulan suci Ramadan. (sgt/afi)

BANYUWANGI – Bupati Abdullah Azwar Anas melanjutkan safari Ramadan. Setelah sahur bersama masyarakat di Kecamatan Tegalsari, Anas buka puasa bersama ratusan pedagang pasar dan tukang becak di Pasar Banyuwangi, Senin (28/5).

Kesempatan ini dimanfaatkan Anas untuk mengajak pedagang dan abang becak untuk bersama-sama mewujudkan pasar tradisional yang bersih layaknya pasar-pasar di Thailand. 

Anas mengaku, pihaknya sengaja menggelar safari Ramadan di pasar. Sebab, pedagang pasar memiliki peran yang strategis. Pasar adalah bagian penting perekonomian Banyuwangi, dan untuk itu harus dijaga kebersihannya. ”Sebenarnya, pasar tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat jualan, namun juga bisa menjadi suatu destinasi wisata yang menarik. Syaratnya pasarnya rapi dan bersih. Maka, saya minta masyarakat Banyuwangi sadar menjaga kebersihan lingkungan, termasuk pasar,” pintanya.

Anas lantas mencontohkan Pasar Chatuchak di Thailand. Seluruh lapak pedagang di pasar yang berada di negeri Gajah Putih tersebut tertata rapi dan bersih. ”Meski pasar tradisional, tapi menyenangkan berbelanja di sana karena tempatnya nyaman dan bersih. Sehingga, saat berbelanja, wisatawan sekaligus juga merasakan sensasi berwisata,” kata dia.

Anas lantas menyampaikan keinginannya agar Pasar Banyuwangi bisa seperti Pasar Chatuchak. Sehingga turis mendapatkan pengalaman yang berbeda saat belanja pasar tradisional yang berlokasi di pusat Kota Banyuwangi itu. ”Apalagi, sudah mulai banyak turis yang blusukan ke pasar tradisional, jadi kita harus segera membenahi pasar bareng-bareng. Turis itu kan suka mendatangi tempat yang menawarkan kekhasan suatu daerah, pasar salah contohnya,” bebernya. 

Anas mengaku akan segera merealisasikan rencana menjadikan pasar tradisional di Banyuwangi menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan. ”Tidak merombak total, mungkin sebagian pasar yang ditata terlebih dahulu. Kita desain ada yang jual oleh-oleh dan jajanan khas Banyuwangi. Bertahap, kita akan garap sisanya,” tuturnya.

Untuk keperluan tersebut, Anas berencana mengajak sejumlah pedagang melihat langsung pasar-pasar yang ada di Thailand. ”Biar pedagang melek, jika pasar yang nyaman dan bersih itu menyenangkan, dan bisa menambah fungsi sebagai objek wisata,” jelas Anas. 

Sementara itu, ratusan pedagang pasar dan tukang becak terlihat menikmati momen berbuka puasa bersama Bupati Anas dan jajarannya. Salah satunya Sukijan. ”Alhamdulillah, bisa makan bareng-bareng Pak Anas di sini. Senang sekali,” kata abang becak tersebut. 

Safari Ramadan kali ini juga diisi tausiyah yang disampaikan Ustadz Ma’ruf Abu Bakar yang mengajak umat muslim berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah di bulan suci Ramadan. (sgt/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/