alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Antisipasi Lonjakan Covid Nataru, Ipuk: Gas dan Rem Harus Diatur

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mulai bersiap untuk meminimalkan potensi lonjakan kasus Covid-19 pada rangkaian peringatan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Bupati Ipuk Fiestiandani bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) bakal intens turun ke lapangan untuk mengingatkan agar warga tidak kendur menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Bupati Ipuk mengatakan, menyongsong Nataru, masyarakat dan segenap jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 harus waspada. Ibarat mengendarai kendaraan, kata Ipuk, maka gas dan rem harus diatur dengan baik. ”Pada Nataru, destinasi wisata kami upayakan tetap bisa dibuka, namun tentu dengan pembatasan-pembatasan,” ujarnya.

Apalagi, imbuh Ipuk, ada kebijakan dari pemerintah pusat bahwa pada rangkaian Nataru mendatang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 akan diberlakukan di semua daerah. ”Maka, kalau Level 3 pasti ada pembatasan jumlah kunjungan, jam buka toko, restoran, dan sebagainya juga dibatasi,” kata dia.

Karena itu, Ipuk memohon masyarakat Banyuwangi untuk menyikapi kebijakan pemerintah pusat tersebut dengan baik. ”Kebijakan ini tentu demi kebaikan kita semua. Jangan sampai kita longgar dan menyebabkan angka Covid-19 kembali naik,” tuturnya.

Sebab, jika kasus konfirmasi positif naik, maka bukan tidak mungkin status PPKM Banyuwangi kembali turun ke Level 3 atau bahkan Level 4. ”Kalau itu terjadi, masyarakat juga terkena dampaknya,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, pihaknya bakal berkomunikasi dengan segenap Forpimda Banyuwangi untuk lebih sering turun lapangan. Terlebih, akhir-akhir ini masyarakat mulai terkesan abai terhadap prokes. Kegiatan-kegiatan masyarakat mulai banyak yang digelar dengan mengesampingkan prokes. ”Saya lihat di media sosial (medsos), ada pergelaran kesenian jaranan yang disaksikan warga dengan jumlah membeludak tanpa jaga jarak,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi mulai bersiap untuk meminimalkan potensi lonjakan kasus Covid-19 pada rangkaian peringatan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Bupati Ipuk Fiestiandani bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) bakal intens turun ke lapangan untuk mengingatkan agar warga tidak kendur menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Bupati Ipuk mengatakan, menyongsong Nataru, masyarakat dan segenap jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 harus waspada. Ibarat mengendarai kendaraan, kata Ipuk, maka gas dan rem harus diatur dengan baik. ”Pada Nataru, destinasi wisata kami upayakan tetap bisa dibuka, namun tentu dengan pembatasan-pembatasan,” ujarnya.

Apalagi, imbuh Ipuk, ada kebijakan dari pemerintah pusat bahwa pada rangkaian Nataru mendatang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 akan diberlakukan di semua daerah. ”Maka, kalau Level 3 pasti ada pembatasan jumlah kunjungan, jam buka toko, restoran, dan sebagainya juga dibatasi,” kata dia.

Karena itu, Ipuk memohon masyarakat Banyuwangi untuk menyikapi kebijakan pemerintah pusat tersebut dengan baik. ”Kebijakan ini tentu demi kebaikan kita semua. Jangan sampai kita longgar dan menyebabkan angka Covid-19 kembali naik,” tuturnya.

Sebab, jika kasus konfirmasi positif naik, maka bukan tidak mungkin status PPKM Banyuwangi kembali turun ke Level 3 atau bahkan Level 4. ”Kalau itu terjadi, masyarakat juga terkena dampaknya,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, pihaknya bakal berkomunikasi dengan segenap Forpimda Banyuwangi untuk lebih sering turun lapangan. Terlebih, akhir-akhir ini masyarakat mulai terkesan abai terhadap prokes. Kegiatan-kegiatan masyarakat mulai banyak yang digelar dengan mengesampingkan prokes. ”Saya lihat di media sosial (medsos), ada pergelaran kesenian jaranan yang disaksikan warga dengan jumlah membeludak tanpa jaga jarak,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/