alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Menhub Cek Penggunaan GeNose di Bandara Banyuwangi

RadarBanyuwangi.id Bandara Banyuwangi siap menggunakan GeNose C19 sebagai syarat penerbangan. Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan pelaksanaan tes GeNose di bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut Sabtu (24/4).

Budi disambut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) II, M. Awaluddin. Mereka langsung menuju lokasi pelaksanaan tes GeNose C19. Sejumlah penumpang terlihat antre untuk melakukan tes deteksi Covid-19 karya Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut.

Menhub Budi menyatakan apresiasi kepada AP II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi yang mulai menyiapkan GeNose C19. “Ini bandara kesembilan di bawah AP II yang melakukan deteksi Covid-19 dengan GeNose C19,” ujarnya.

Menurut Budi, apa yang dilakukan AP II menunjukkan keseriusan mendukung pemerintah dalam pencegahan penularan virus korona. “GeNose C19 adalah produk anak bangsa, perlu kita dukung. Tadi saya juga lihat operatornya anak Banyuwangi asli. Dia pelajari itu, dan tentu ini memberikan suatu keahlian baru. Saya apresiasi, apalagi Ibu Bupati (Ipuk) mendukung alat ini. Katanya, kalau bisa lebih cepat lebih baik. Semoga ini semua bermanfaat untuk bangsa,” kata dia.

Baca Juga :  Info Pilkada 2024 Simpang-Siur, Warga Datangi Kantor KPU

Dalam kesempatan itu, Budi juga memuji Bandara Banyuwangi. Tidak hanya arsitektur bandara yang hijau dan unik, dia juga mengapresiasi pembangunan bandara yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). “Hari ini (Sabtu) di Banyuwangi kita bisa bertemu di bandara yang cantik dan ecofriendly. Bandara ini menjadi contoh suatu kabupaten yang bisa membangun sendiri dan sekarang sudah berfungsi dengan baik,” tuturnya.

Budi menambahkan, kemandirian serta partisipasi dari pemerintah daerah (pemda) sangat penting. Bahkan untuk Bandara Banyuwangi, dia menyampaikan pujian khusus. “Sudah dibangun secara mandiri, desainnya bagus, cantik lagi. Saya minta tolong kepada Ibu Bupati yang baru menjadikan ini sebagai legacy Banyuwangi, serta sebagai contoh bagi kabupaten lain bahwa membangun itu tidak harus dari APBN,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelantun Lagu Gowor, Siap Menangkan Cagub-Cawagub Gusti

Usai dari bandara, Menhub langsung menuju Pelabuhan Ketapang untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan di pelabuhan penyeberangan Jawa-Bali tersebut. “Kami ingin memperluas penggunaan GeNose C19 untuk penyeberangan juga,” katanya.

Selain itu, Budi mengapresiasi kapal yang melayani penyeberangan Banyuwangi – Pelabuhan Lembar, Lombok. “Ini menunjukkan tumbuhnya korelasi. Tumbuhnya hubungan dagang Banyuwangi dan Lombok, yang ujungnya bisa efisiensi harga. Selain itu, juga ada peluang wisatawan karena koneksinya langsung,” kata Budi.

Sementara itu, Bupati Ipuk menyatakan siap mendukung upaya pengunaan tes deteksi Covid-19 untuk penumpang kapal maupun udara dengan menggunakan GeNose. “Kami siap berkolaborasi dengan ASDP maupun pihak Angkasa Pura II,” ujarnya.

Ipuk juga berkomitmen terus mengembangkan Bandara Banyuwangi. “Bandara Banyuwangi menunjukkan bagaimana arsitektur berbasis kearifan lokal bisa beriringan dengan upaya membangun ekonomi daerah melalui aksesibilitas jalur udara,” pungkasnya. (sgt/ddy/aif)

RadarBanyuwangi.id Bandara Banyuwangi siap menggunakan GeNose C19 sebagai syarat penerbangan. Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan pelaksanaan tes GeNose di bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut Sabtu (24/4).

Budi disambut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) II, M. Awaluddin. Mereka langsung menuju lokasi pelaksanaan tes GeNose C19. Sejumlah penumpang terlihat antre untuk melakukan tes deteksi Covid-19 karya Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut.

Menhub Budi menyatakan apresiasi kepada AP II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi yang mulai menyiapkan GeNose C19. “Ini bandara kesembilan di bawah AP II yang melakukan deteksi Covid-19 dengan GeNose C19,” ujarnya.

Menurut Budi, apa yang dilakukan AP II menunjukkan keseriusan mendukung pemerintah dalam pencegahan penularan virus korona. “GeNose C19 adalah produk anak bangsa, perlu kita dukung. Tadi saya juga lihat operatornya anak Banyuwangi asli. Dia pelajari itu, dan tentu ini memberikan suatu keahlian baru. Saya apresiasi, apalagi Ibu Bupati (Ipuk) mendukung alat ini. Katanya, kalau bisa lebih cepat lebih baik. Semoga ini semua bermanfaat untuk bangsa,” kata dia.

Baca Juga :  Di Banyuwangi 394 Anak Yatim Karena Covid

Dalam kesempatan itu, Budi juga memuji Bandara Banyuwangi. Tidak hanya arsitektur bandara yang hijau dan unik, dia juga mengapresiasi pembangunan bandara yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). “Hari ini (Sabtu) di Banyuwangi kita bisa bertemu di bandara yang cantik dan ecofriendly. Bandara ini menjadi contoh suatu kabupaten yang bisa membangun sendiri dan sekarang sudah berfungsi dengan baik,” tuturnya.

Budi menambahkan, kemandirian serta partisipasi dari pemerintah daerah (pemda) sangat penting. Bahkan untuk Bandara Banyuwangi, dia menyampaikan pujian khusus. “Sudah dibangun secara mandiri, desainnya bagus, cantik lagi. Saya minta tolong kepada Ibu Bupati yang baru menjadikan ini sebagai legacy Banyuwangi, serta sebagai contoh bagi kabupaten lain bahwa membangun itu tidak harus dari APBN,” ujarnya.

Baca Juga :  Info Pilkada 2024 Simpang-Siur, Warga Datangi Kantor KPU

Usai dari bandara, Menhub langsung menuju Pelabuhan Ketapang untuk memastikan protokol kesehatan diterapkan di pelabuhan penyeberangan Jawa-Bali tersebut. “Kami ingin memperluas penggunaan GeNose C19 untuk penyeberangan juga,” katanya.

Selain itu, Budi mengapresiasi kapal yang melayani penyeberangan Banyuwangi – Pelabuhan Lembar, Lombok. “Ini menunjukkan tumbuhnya korelasi. Tumbuhnya hubungan dagang Banyuwangi dan Lombok, yang ujungnya bisa efisiensi harga. Selain itu, juga ada peluang wisatawan karena koneksinya langsung,” kata Budi.

Sementara itu, Bupati Ipuk menyatakan siap mendukung upaya pengunaan tes deteksi Covid-19 untuk penumpang kapal maupun udara dengan menggunakan GeNose. “Kami siap berkolaborasi dengan ASDP maupun pihak Angkasa Pura II,” ujarnya.

Ipuk juga berkomitmen terus mengembangkan Bandara Banyuwangi. “Bandara Banyuwangi menunjukkan bagaimana arsitektur berbasis kearifan lokal bisa beriringan dengan upaya membangun ekonomi daerah melalui aksesibilitas jalur udara,” pungkasnya. (sgt/ddy/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/