alexametrics
22.3 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Refleksi Akhir Tahun 2021 Hadirkan Gus Miftah

BANYUWANGI Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250 Tahun 2021 berlanjut. Setelah serangkaian kegiatan digeber sejak awal Desember, peringatan Harjaba bakal ditutup kegiatan refleksi akhir tahun dengan menghadirkan penceramah Gus Miftah.

Refleksi akhir tahun tersebut bakal digeber Selasa besok (28/12). Selain Gus Miftah, acara yang digelar secara hybrid alias menggabungkan sistem daring (online) dan luring (offline) ini juga bakal dimeriahkan dengan penampilan grup hadrah Syubbanul Muslimin. Masyarakat dapat mengikuti pengajian tersebut secara virtual melalui akun Youtube Pemkab Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, ceramah Gus Miftah akan menghadirkan kegembiraan bagi rakyat Banyuwangi. “Ceramah-ceramah Gus Miftah sangat reflektif. Namun disampaikan dengan ringan bahkan tidak jarang terkesan jenaka sehingga lebih mudah diterima masyarakat luas, terutama bagi anak-anak muda,” ujarnya kemarin (26/12).

Apalagi, kegiatan ini juga bakal diisi dengan penampilan grup hadrah Syubbanul Muslimin. Grup yang dipimpin oleh Gus Hafidz tersebut dikenal luas sebagai salah satu pelantun selawat yang kerap dibubuhi dengan syair-syair yang penuh pesan mulia. “Lantunan selawat dari Syubbanul Muslimin akan semakin membuat penutup rangkaian Harjaba ini semakin bermakna,” imbuh Ipuk.

Selain itu, lanjut Ipuk, pengajian ini juga dirangkai dengan refleksi akhir tahun. Kegiatan ini menjadi simbol penutup seluruh program kerja selama setahun terakhir sekaligus bergegas menyongsong tahun baru yang akan datang. “Ini sekaligus menjadi momen kita untuk bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga kabupaten kita yang tercinta ini, semakin diberikan keberkahan, diberikan kesejahteraan, dijauhkan dari segala bencana dan malapetaka di tahun yang akan datang,” tuturnya.

Lebih jauh Ipuk mengatakan, acara tersebut akan digelar secara hybrid. Kondisi dunia yang masih dibekap pandemi ini, masih belum memungkinkan untuk menggelar acara yang bersifat kolosal dan mendatangkan banyak orang. “Warga Banyuwangi dapat mengikutinya secara virtual melalui akun YouTube Kabupaten Banyuwangi di rumah. Jadi, kita tak perlu keluar rumah. Tahan dulu keinginannya untuk berlibur di akhir tahun ini demi keselamatan bersama,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, sepanjang Desember ini pemkab menggelar serangkaian kegiatan untuk memperingati Harjaba ke-250. Tidak hanya yang bersifat hiburan, tetapi juga diisi dengan munajat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beragam aksi sosial. Di antaranya dengan melakukan khataman Quran sebanyak 25 ribu kali, tasyakuran, doa bersama serta santunan kepada 25 ribu anak yatim dan duafa. “Semoga dengan segala kerja keras kita selama ini, akan semakin disempurnakan oleh Allah SWT berkah dari ikhtiar batiniah kita semua dengan bermunajat dan bersedekah,” ujarnya.

Tepat pada peringatan Harjaba 18 Desember lalu, pemkab menggelar khataman Quran sekaligus santunan anak yatim. Khataman Quran dilakukan di seluruh kantor instansi pemerintahan dan masjid serta mushola di Banyuwangi. “Kami juga menggelar santunan 25.000 anak yatim. Seluruh ASN juga membagikan paket sembako dan ribuan nasi bungkus,” pungkasnya.

BANYUWANGI Peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250 Tahun 2021 berlanjut. Setelah serangkaian kegiatan digeber sejak awal Desember, peringatan Harjaba bakal ditutup kegiatan refleksi akhir tahun dengan menghadirkan penceramah Gus Miftah.

Refleksi akhir tahun tersebut bakal digeber Selasa besok (28/12). Selain Gus Miftah, acara yang digelar secara hybrid alias menggabungkan sistem daring (online) dan luring (offline) ini juga bakal dimeriahkan dengan penampilan grup hadrah Syubbanul Muslimin. Masyarakat dapat mengikuti pengajian tersebut secara virtual melalui akun Youtube Pemkab Banyuwangi.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, ceramah Gus Miftah akan menghadirkan kegembiraan bagi rakyat Banyuwangi. “Ceramah-ceramah Gus Miftah sangat reflektif. Namun disampaikan dengan ringan bahkan tidak jarang terkesan jenaka sehingga lebih mudah diterima masyarakat luas, terutama bagi anak-anak muda,” ujarnya kemarin (26/12).

Apalagi, kegiatan ini juga bakal diisi dengan penampilan grup hadrah Syubbanul Muslimin. Grup yang dipimpin oleh Gus Hafidz tersebut dikenal luas sebagai salah satu pelantun selawat yang kerap dibubuhi dengan syair-syair yang penuh pesan mulia. “Lantunan selawat dari Syubbanul Muslimin akan semakin membuat penutup rangkaian Harjaba ini semakin bermakna,” imbuh Ipuk.

Selain itu, lanjut Ipuk, pengajian ini juga dirangkai dengan refleksi akhir tahun. Kegiatan ini menjadi simbol penutup seluruh program kerja selama setahun terakhir sekaligus bergegas menyongsong tahun baru yang akan datang. “Ini sekaligus menjadi momen kita untuk bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga kabupaten kita yang tercinta ini, semakin diberikan keberkahan, diberikan kesejahteraan, dijauhkan dari segala bencana dan malapetaka di tahun yang akan datang,” tuturnya.

Lebih jauh Ipuk mengatakan, acara tersebut akan digelar secara hybrid. Kondisi dunia yang masih dibekap pandemi ini, masih belum memungkinkan untuk menggelar acara yang bersifat kolosal dan mendatangkan banyak orang. “Warga Banyuwangi dapat mengikutinya secara virtual melalui akun YouTube Kabupaten Banyuwangi di rumah. Jadi, kita tak perlu keluar rumah. Tahan dulu keinginannya untuk berlibur di akhir tahun ini demi keselamatan bersama,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, sepanjang Desember ini pemkab menggelar serangkaian kegiatan untuk memperingati Harjaba ke-250. Tidak hanya yang bersifat hiburan, tetapi juga diisi dengan munajat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan beragam aksi sosial. Di antaranya dengan melakukan khataman Quran sebanyak 25 ribu kali, tasyakuran, doa bersama serta santunan kepada 25 ribu anak yatim dan duafa. “Semoga dengan segala kerja keras kita selama ini, akan semakin disempurnakan oleh Allah SWT berkah dari ikhtiar batiniah kita semua dengan bermunajat dan bersedekah,” ujarnya.

Tepat pada peringatan Harjaba 18 Desember lalu, pemkab menggelar khataman Quran sekaligus santunan anak yatim. Khataman Quran dilakukan di seluruh kantor instansi pemerintahan dan masjid serta mushola di Banyuwangi. “Kami juga menggelar santunan 25.000 anak yatim. Seluruh ASN juga membagikan paket sembako dan ribuan nasi bungkus,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/