alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Gelontor Hibah Rp 27 Miliar, Ipuk: Tidak Boleh Ada Pemotongan

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus mewujudkan dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan, yayasan, organisasi keagamaan, pondok pesantren, dan tempat ibadah. Salah satu wujud dukungan tersebut adalah dengan menggelontorkan dana hibah yang totalnya mencapai puluhan miliar rupiah.

Tidak tanggung-tanggung, sepanjang tahun ini, pemkab telah menggelontorkan dana hibah mencapai Rp 27 miliar. Dana hibah tersebut disalurkan kepada 97 lembaga pendidikan, yayasan, organisasi keagamaan, pondok pesantren, dan berbagai tempat ibadah di kabupaten The Sunrise of Java.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, penyaluran dana hibah tersebut merupakan bentuk dukungan Pemkab Banyuwangi kepada lembaga dan organisasi di masyarakat. ”Juga untuk membantu tempat ibadah,” ujarnya usai bersilaturahmi dengan para penerima hibah di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis sore (23/12).

Kepada para penerima, Ipuk berpesan agar dana hibah tersebut dapat dipergunakan sebaik mungkin sesuai dengan pengajuan. ”Kami juga berharap, bantuan hibah ke depan diarahkan kepada program-program yang mendorong pemberdayaan ekonomi umat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Seperti halnya pengembangan usaha yang berbasis yayasan,” harapnya.

Ipuk lantas meminta agar para penerima dapat melakukan pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan sesuai aturan yang berlaku. ”Kami minta agar semuanya tertib administrasi, mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Jangan sampai perencanaan dan pelaksanaannya benar, tapi pelaporan atau pertanggungjawabannya terlambat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Ipuk juga menegaskan bahwa dalam penyaluran dana hibah ini tidak boleh ada potongan atau pungutan sama sekali. ”Dana hibah ini adalah hasil kajian tim, bukan karena jasa orang per orang. Jadi kalau nanti ada yang mengaku berjasa dan lain sebagainya, tidak perlu diberi. Semua penerima berhak menerima sesuai dengan dana yang telah ditransfer oleh pemkab,” tegasnya.

Dana hibah tersebut disambut baik oleh para penerima. Di antaranya Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Pendeta Anang Sugeng. Dia mewakili umat kristiani menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. ”Terima kasih atas perhatian yang terus diberikan kepada umat. Kami mendoakan agar pemerintahan ini sukses, Banyuwangi terus berprestasi, dan terus melompat lebih tinggi,” ujarnya. 

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ittihad Wathoniyah Kalibaru, yakni KH Iskandar Zulkarnain berharap, hibah tersebut bisa menjadi wasilah bagi Pemkab Banyuwangi untuk mempertahankan yang baik dan mencapai prestasi yang lebih baik dari sebelumnya. 

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus mewujudkan dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan, yayasan, organisasi keagamaan, pondok pesantren, dan tempat ibadah. Salah satu wujud dukungan tersebut adalah dengan menggelontorkan dana hibah yang totalnya mencapai puluhan miliar rupiah.

Tidak tanggung-tanggung, sepanjang tahun ini, pemkab telah menggelontorkan dana hibah mencapai Rp 27 miliar. Dana hibah tersebut disalurkan kepada 97 lembaga pendidikan, yayasan, organisasi keagamaan, pondok pesantren, dan berbagai tempat ibadah di kabupaten The Sunrise of Java.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, penyaluran dana hibah tersebut merupakan bentuk dukungan Pemkab Banyuwangi kepada lembaga dan organisasi di masyarakat. ”Juga untuk membantu tempat ibadah,” ujarnya usai bersilaturahmi dengan para penerima hibah di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis sore (23/12).

Kepada para penerima, Ipuk berpesan agar dana hibah tersebut dapat dipergunakan sebaik mungkin sesuai dengan pengajuan. ”Kami juga berharap, bantuan hibah ke depan diarahkan kepada program-program yang mendorong pemberdayaan ekonomi umat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Seperti halnya pengembangan usaha yang berbasis yayasan,” harapnya.

Ipuk lantas meminta agar para penerima dapat melakukan pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan sesuai aturan yang berlaku. ”Kami minta agar semuanya tertib administrasi, mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Jangan sampai perencanaan dan pelaksanaannya benar, tapi pelaporan atau pertanggungjawabannya terlambat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Ipuk juga menegaskan bahwa dalam penyaluran dana hibah ini tidak boleh ada potongan atau pungutan sama sekali. ”Dana hibah ini adalah hasil kajian tim, bukan karena jasa orang per orang. Jadi kalau nanti ada yang mengaku berjasa dan lain sebagainya, tidak perlu diberi. Semua penerima berhak menerima sesuai dengan dana yang telah ditransfer oleh pemkab,” tegasnya.

Dana hibah tersebut disambut baik oleh para penerima. Di antaranya Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Pendeta Anang Sugeng. Dia mewakili umat kristiani menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. ”Terima kasih atas perhatian yang terus diberikan kepada umat. Kami mendoakan agar pemerintahan ini sukses, Banyuwangi terus berprestasi, dan terus melompat lebih tinggi,” ujarnya. 

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ittihad Wathoniyah Kalibaru, yakni KH Iskandar Zulkarnain berharap, hibah tersebut bisa menjadi wasilah bagi Pemkab Banyuwangi untuk mempertahankan yang baik dan mencapai prestasi yang lebih baik dari sebelumnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/