alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Dorong UMKM Naik, Luncurkan Teman Usaha Rakyat

RadarBanyuwangi.id – Satu per satu langkah untuk percepatan pemulihan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk imbas pandemi Covid-19 terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Bukan hanya pemulihan ekonomi, pemkab juga mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi naik kelas.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan pembentukan tim yang diberi tugas khusus untuk mendampingi UMKM, yakni ”Teman Usaha Rakyat”. Tim ini telah resmi diluncurkan pada Rabu (24/3).

Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, dalam pengembangan desa ada pendamping desa, lalu di Program Keluarga Harapan (PKH) ada pendamping PKH, maka untuk pendampingan UMKM, Banyuwangi memiliki Teman Usaha Rakyat. ”Pada tahap awal ini ada 30 Teman Usaha Rakyat. Mereka telah mengikuti workshop untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai seluk-beluk peningkatan UMKM. Modulnya kita susun bareng dan sangat teknis,” ujarnya. 

Sejumlah materi yang diberikan kepada tim Teman Usaha Rakyat antara lain business model canvas alias sarana dalam strategi manajemen untuk menerjemahkan konsep, konsumen, infrastruktur, maupun keuangan perusahaan dalam bentuk elemen-elemen visual, landing page dan google business, copywriting, strategi marketplace, desain, dan manajemen media sosial. 

Baca Juga :  Nyruput Wedang Aren Di Sendang Seruni, Mas Mentri Sandi berkata begini

Bupati Ipuk menjelaskan, seusai workshop, tim Teman Usaha Rakyat akan bergerak mendampingi UMKM untuk dinaikkan levelnya. ”Sasaran UMKM dan target waktu telah ditetapkan. Jadi nanti ditugaskan, satu personel Teman Usaha Rakyat mendampingi lima sampai sepuluh UMKM untuk dibantu dari berbagai sisi. Misalnya digitalisasi, pengurusan izin, sertifikasi seperti PIRT, dan sebagainya. Juga hal-hal teknis seperti bagaimana sih nulis narasi yang menarik, strategi marketplace, dan desain sederhana,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, setelah selesai mendampingi lima sampai sepuluh UMKM dengan target waktu yang ditetapkan, mereka akan bergeser untuk mendampingi UMKM sasaran berikutnya. ”Selanjutnya akan kami tambah lagi jumlah tim Teman Usaha Rakyat sehingga sasaran UMKM yang dijangkau lebih banyak,” kata dia.

Bupati yang berpasangan dengan Wakil Bupati (Wabup) Sugirah tersebut menjelaskan, program Teman Usaha Rakyat dibentuk sebagai salah satu cara mendorong pemulihan ekonomi. Berdasar riset Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi, sekitar 70 persen usaha di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini mengalami penurunan kinerja selama pandemi Covid-19. 

Baca Juga :  Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Minta Kader Menangkan Gusti

”Inilah alasan kami membentuk Teman Usaha Rakyat. Tim ini mendampingi UMKM untuk peningkatan mutu produk, inovasi pemasaran, mendorong UMKM agar go-digital, dan sebagainya. Ujungnya tentu peningkatan penjualan sehingga ekonomi bisa pulih. Ini jadi salah satu bagian dari upaya Banyuwangi Rebound,” jelas Ipuk

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dias Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Nanin Oktaviatie menambahkan, upaya memulihkan ekonomi usaha rakyat di Banyuwangi dilakukan dari berbagai sisi. ”Dari sisi branding, terus-terusan kita fasilitasi foto dan video promosi gratis. Dari sisi kapasitas ada mentoring-mentoring, sertifikasi, inkubasi UMKM, bantuan alat usaha, bedah warung, dan jembatan ke akses modal murah. Lalu untuk meningkatkan penjualan, ada festival yang mulai digelar dan nanti kita luncurkan juga Hari Belanja ke Pasar Rakyat,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Satu per satu langkah untuk percepatan pemulihan ekonomi masyarakat yang sempat terpuruk imbas pandemi Covid-19 terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Bukan hanya pemulihan ekonomi, pemkab juga mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi naik kelas.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan pembentukan tim yang diberi tugas khusus untuk mendampingi UMKM, yakni ”Teman Usaha Rakyat”. Tim ini telah resmi diluncurkan pada Rabu (24/3).

Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan, dalam pengembangan desa ada pendamping desa, lalu di Program Keluarga Harapan (PKH) ada pendamping PKH, maka untuk pendampingan UMKM, Banyuwangi memiliki Teman Usaha Rakyat. ”Pada tahap awal ini ada 30 Teman Usaha Rakyat. Mereka telah mengikuti workshop untuk mendapatkan pengetahuan tentang berbagai seluk-beluk peningkatan UMKM. Modulnya kita susun bareng dan sangat teknis,” ujarnya. 

Sejumlah materi yang diberikan kepada tim Teman Usaha Rakyat antara lain business model canvas alias sarana dalam strategi manajemen untuk menerjemahkan konsep, konsumen, infrastruktur, maupun keuangan perusahaan dalam bentuk elemen-elemen visual, landing page dan google business, copywriting, strategi marketplace, desain, dan manajemen media sosial. 

Baca Juga :  Inspektorat Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi bagi ASN

Bupati Ipuk menjelaskan, seusai workshop, tim Teman Usaha Rakyat akan bergerak mendampingi UMKM untuk dinaikkan levelnya. ”Sasaran UMKM dan target waktu telah ditetapkan. Jadi nanti ditugaskan, satu personel Teman Usaha Rakyat mendampingi lima sampai sepuluh UMKM untuk dibantu dari berbagai sisi. Misalnya digitalisasi, pengurusan izin, sertifikasi seperti PIRT, dan sebagainya. Juga hal-hal teknis seperti bagaimana sih nulis narasi yang menarik, strategi marketplace, dan desain sederhana,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, setelah selesai mendampingi lima sampai sepuluh UMKM dengan target waktu yang ditetapkan, mereka akan bergeser untuk mendampingi UMKM sasaran berikutnya. ”Selanjutnya akan kami tambah lagi jumlah tim Teman Usaha Rakyat sehingga sasaran UMKM yang dijangkau lebih banyak,” kata dia.

Bupati yang berpasangan dengan Wakil Bupati (Wabup) Sugirah tersebut menjelaskan, program Teman Usaha Rakyat dibentuk sebagai salah satu cara mendorong pemulihan ekonomi. Berdasar riset Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi, sekitar 70 persen usaha di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini mengalami penurunan kinerja selama pandemi Covid-19. 

Baca Juga :  Peran Penting Perbankan Dalam Mengakselerasi Transisi Ekonomi Melalui

”Inilah alasan kami membentuk Teman Usaha Rakyat. Tim ini mendampingi UMKM untuk peningkatan mutu produk, inovasi pemasaran, mendorong UMKM agar go-digital, dan sebagainya. Ujungnya tentu peningkatan penjualan sehingga ekonomi bisa pulih. Ini jadi salah satu bagian dari upaya Banyuwangi Rebound,” jelas Ipuk

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dias Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Nanin Oktaviatie menambahkan, upaya memulihkan ekonomi usaha rakyat di Banyuwangi dilakukan dari berbagai sisi. ”Dari sisi branding, terus-terusan kita fasilitasi foto dan video promosi gratis. Dari sisi kapasitas ada mentoring-mentoring, sertifikasi, inkubasi UMKM, bantuan alat usaha, bedah warung, dan jembatan ke akses modal murah. Lalu untuk meningkatkan penjualan, ada festival yang mulai digelar dan nanti kita luncurkan juga Hari Belanja ke Pasar Rakyat,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/