alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Geber Program Inkubasi, Cetak 100 Pengusaha Muda

RadarBanyuwangi.id  – Pemkab Banyuwangi meluncurkan program ”Jagoan Bisnis” untuk mencetak ratusan pengusaha muda. Para kandidat terpilih akan mendapatkan mentoring dari para praktisi dan akademisi serta mendapat hibah modal ratusan juta rupiah.

Program ini semakin melengkapi program inkubasi pengusaha muda yang digeber Pemkab Banyuwangi. Selain ”Jagoan Bisnis”, pemkab juga menggeber program ”Jagoan Tani”.

Bupati Ipuk Fiestiandani menjelaskan, program ”Jagoan Tani” merupakan program inkubasi pengusaha muda di bidang agrobisnis, sedangkan ”Jagoan Bisnis” untuk mencetak pengusaha muda di bidang nonpertanian. ”Keduanya jalan. Jagoan Bisnis, sudah mulai mentoring sebagai rangkaian inkubasi hingga nanti melalui berbagai sesi workshop,” ujarnya saat meluncurkan program tersebut secara virtual, Kamis (22/7).

Para mentor yang akan mendampingi anak-anak muda Banyuwangi antara lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Hestu Wibowo, owner Jiwa Jawa yang juga banker papan atas nasional Sigit Pramono, Direktur Bank Jatim Ferdian Satyagraha, Komisaris Angkasa Pura Ipang Wahid, Direktur SMESCO Wientor Rahmada, Regional Head Public Policy & Government Gojek Boy Arno Muhamad, dan dosen FEB Universitas Brawijaya Dias Satria. Selain itu, ada pula Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi Dede Abdul Ghani, CEO Ijen Tourism Cluster John Eva Yulianto, dan pegiat kolaborasi Komunitas Brother Mothy.

Baca Juga :  14 Pelamar Lelang Jabatan Jalani Seleksi Kompetensi

Ipuk menuturkan, Jagoan Bisnis adalah kegiatan yang terintegrasi. Bukan hanya ide atau rintisan bisnis yang dikompetisikan, tapi juga ada mentoring dan sesi networking untuk membangun jejaring antar anak muda.

Ada pula sesi hacksprint yang mengajarkan peserta tentang pembuatan prototipe produk bisnis yang ingin dikembangkan. Peserta juga dikoneksikan dengan perbankan hingga diurus perizinan usahanya. ”Tentu saja juga ada hadiah 100 juta untuk stimulus modalnya. Semua itu diberikan agar ide usaha mereka bisa betul-betul berkembang menjadi bisnis riil yang bisa meningkatkan kesejahteraannya,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi Zen Kostolani menambahkan, program ini dilaksanakan mulai 14 Juli hingga September 2021 mendatang. Program ini diikuti seratus anak muda yang tergabung dalam 33 tim. ”Total pendaftar sebanyak 555 orang. Setelah kami seleksi dan verifikasi secara ketat, akhirnya terpilih 100 peserta ini,” kata Zen.  

Baca Juga :  Bupati Karna Lantik 12 Pejabat Adminstrasi

Kepala Kantor Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo mengapresiasi program ini. Menurutnya, Jagoan Bisnis adalah salah satu wujud optimisme daerah untuk memulihkan ekonomi di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19. ”Bertambahnya pengusaha, diharapkan bisa mendorong perekonomian daerah. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id  – Pemkab Banyuwangi meluncurkan program ”Jagoan Bisnis” untuk mencetak ratusan pengusaha muda. Para kandidat terpilih akan mendapatkan mentoring dari para praktisi dan akademisi serta mendapat hibah modal ratusan juta rupiah.

Program ini semakin melengkapi program inkubasi pengusaha muda yang digeber Pemkab Banyuwangi. Selain ”Jagoan Bisnis”, pemkab juga menggeber program ”Jagoan Tani”.

Bupati Ipuk Fiestiandani menjelaskan, program ”Jagoan Tani” merupakan program inkubasi pengusaha muda di bidang agrobisnis, sedangkan ”Jagoan Bisnis” untuk mencetak pengusaha muda di bidang nonpertanian. ”Keduanya jalan. Jagoan Bisnis, sudah mulai mentoring sebagai rangkaian inkubasi hingga nanti melalui berbagai sesi workshop,” ujarnya saat meluncurkan program tersebut secara virtual, Kamis (22/7).

Para mentor yang akan mendampingi anak-anak muda Banyuwangi antara lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Hestu Wibowo, owner Jiwa Jawa yang juga banker papan atas nasional Sigit Pramono, Direktur Bank Jatim Ferdian Satyagraha, Komisaris Angkasa Pura Ipang Wahid, Direktur SMESCO Wientor Rahmada, Regional Head Public Policy & Government Gojek Boy Arno Muhamad, dan dosen FEB Universitas Brawijaya Dias Satria. Selain itu, ada pula Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banyuwangi Dede Abdul Ghani, CEO Ijen Tourism Cluster John Eva Yulianto, dan pegiat kolaborasi Komunitas Brother Mothy.

Baca Juga :  Kampanye Pilkades Wajib Patuh Prokes

Ipuk menuturkan, Jagoan Bisnis adalah kegiatan yang terintegrasi. Bukan hanya ide atau rintisan bisnis yang dikompetisikan, tapi juga ada mentoring dan sesi networking untuk membangun jejaring antar anak muda.

Ada pula sesi hacksprint yang mengajarkan peserta tentang pembuatan prototipe produk bisnis yang ingin dikembangkan. Peserta juga dikoneksikan dengan perbankan hingga diurus perizinan usahanya. ”Tentu saja juga ada hadiah 100 juta untuk stimulus modalnya. Semua itu diberikan agar ide usaha mereka bisa betul-betul berkembang menjadi bisnis riil yang bisa meningkatkan kesejahteraannya,” kata Ipuk.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi Zen Kostolani menambahkan, program ini dilaksanakan mulai 14 Juli hingga September 2021 mendatang. Program ini diikuti seratus anak muda yang tergabung dalam 33 tim. ”Total pendaftar sebanyak 555 orang. Setelah kami seleksi dan verifikasi secara ketat, akhirnya terpilih 100 peserta ini,” kata Zen.  

Baca Juga :  Bupati Karna Lantik 12 Pejabat Adminstrasi

Kepala Kantor Perwakilan BI Jember Hestu Wibowo mengapresiasi program ini. Menurutnya, Jagoan Bisnis adalah salah satu wujud optimisme daerah untuk memulihkan ekonomi di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19. ”Bertambahnya pengusaha, diharapkan bisa mendorong perekonomian daerah. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/