alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Nyaleg, Ketua PWI Imbau anggotanya untuk Mundur

BANYUWANGI – Terkait anggotanya yang ingin menjadi Caleg lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ketua PWI Banyuwangi Syaifuddin Mahmud menyampaikan penghargaan setingginya kepada PKB. Tawaran PKB kepada PWI merupakan penghargaan bagi profesi wartawan.

Secara organisasi, kata Syaifuddin,  jika ada anggota PWI yang berminat memperluas pengabdian kepada masyarakat lewat partai, sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, ada beberapa aturan yang harus dijalankan.”Bagi wartawan yang memutuskan menjadi caleg atau pun tim sukses harus mengundurkan diri sementara waktu atau pun tidak aktif secara permanen dari profesinya,” tegasnya.

Aturan itu berdasar surat edaran (SE) Dewan Pers Nomor 01/SE-DP/1/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Dalam SE itu, Dewan Pers menyerukan kepada setiap wartawan yang memilih menjadi calon kepala daerah atau wakilnya, atau pun menjadi anggota tim sukses partai atau tim sukses pasangan calon untuk segera non-aktif sementara sebagai wartawan.

Dia menjelaskan, norma yang berkaitan dengan jurnalis yang mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dan wakilnya, atau tim sukses adalah mengundurkan diri secara permanen dari profesi jurnalistiknya.  Karena dengan menjadi calon kepala daerah, atau wakil kepala daerah, atau tim sukses sesungguhnya seorang wartawan telah memilih untuk berjuang guna kepentingan politik pribadi atau golongannya.

Padahal tugas utama wartawan adalah mengabdi pada kebenaran dan kepentingan publik. ”Karena itu ketika seorang wartawan memutuskan menjadi caleg, calon DPD, calon DPR, DPRD, atau tim sukses, yang bersangkutan telah kehilangan legitimasi untuk kembali pada profesi jurnalistik,” tegas Syaifuddin mengutip SE Dewan Pers. (afi/c1)

BANYUWANGI – Terkait anggotanya yang ingin menjadi Caleg lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ketua PWI Banyuwangi Syaifuddin Mahmud menyampaikan penghargaan setingginya kepada PKB. Tawaran PKB kepada PWI merupakan penghargaan bagi profesi wartawan.

Secara organisasi, kata Syaifuddin,  jika ada anggota PWI yang berminat memperluas pengabdian kepada masyarakat lewat partai, sah-sah saja dilakukan. Hanya saja, ada beberapa aturan yang harus dijalankan.”Bagi wartawan yang memutuskan menjadi caleg atau pun tim sukses harus mengundurkan diri sementara waktu atau pun tidak aktif secara permanen dari profesinya,” tegasnya.

Aturan itu berdasar surat edaran (SE) Dewan Pers Nomor 01/SE-DP/1/2018 tentang Posisi Media dan Imparsialitas Wartawan dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Dalam SE itu, Dewan Pers menyerukan kepada setiap wartawan yang memilih menjadi calon kepala daerah atau wakilnya, atau pun menjadi anggota tim sukses partai atau tim sukses pasangan calon untuk segera non-aktif sementara sebagai wartawan.

Dia menjelaskan, norma yang berkaitan dengan jurnalis yang mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah dan wakilnya, atau tim sukses adalah mengundurkan diri secara permanen dari profesi jurnalistiknya.  Karena dengan menjadi calon kepala daerah, atau wakil kepala daerah, atau tim sukses sesungguhnya seorang wartawan telah memilih untuk berjuang guna kepentingan politik pribadi atau golongannya.

Padahal tugas utama wartawan adalah mengabdi pada kebenaran dan kepentingan publik. ”Karena itu ketika seorang wartawan memutuskan menjadi caleg, calon DPD, calon DPR, DPRD, atau tim sukses, yang bersangkutan telah kehilangan legitimasi untuk kembali pada profesi jurnalistik,” tegas Syaifuddin mengutip SE Dewan Pers. (afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/