Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan
Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil

Landung Sari dan Si Capil Pariwangi

25 September 2021, 07: 36: 42 WIB | editor : Bayu Saksono

Landung Sari dan Si Capil Pariwangi

SINERGI BERSAMA: Ketua PN Banyuwangi Nova Flory Bunda (kiri) bersama Kepala Dispendukcapil Djuang Pribadi usai meneken MoU pengajuan ganti nama. (Bagus Rio/RaBa)

Share this      

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemohon ganti nama di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Eka Permana, 40, warga Kecamatan Genteng, tampak semringah kemarin (24/9). Pengajuan ganti nama dari sebelumnya Eka Brama menjadi Eka Permana, disetujui oleh majelis hakim PN Banyuwangi.

Bukan hanya itu, setelah sidang didok oleh Ketua Majelis Hakim Nova Flory Bunda, dia langsung bisa mengambil kartu keluarga (KK) dan surat keterangan kependudukan (KTP) di pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) PN Banyuwangi.

Penerbitan KK dan KTP tersebut dilakukan setelah menjalin kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi. ”Alhamdulillah, pengajuan ganti nama sepekan lalu akhirnya disetujui setelah proses sidang. Percepatan pelayanan seperti ini memang sangat dibutuhkan. Jarak waktu dari putusan sidang hingga proses cetak hanya sekitar 15 menit, jadi sangat efektif untuk mempercepat waktu,” kata Eka Permana.

Baca juga: 26 Pejabat Ikuti Seleksi JPTP Selama Lima Hari

Ketua PN Banyuwangi Nova Flory Bunda mengatakan, kerja sama dengan Dispendukcapil Banyuwangi tersebut merupakan salah satu inovasi baru yang digagas PN. Dengan adanya layanan ini, para pemohon tak perlu repot dan buang waktu untuk mengurus pengajuan ganti nama.

”Setelah ada putusan dari hakim, biasanya mereka harus ke Dispendukcapil. Tetapi, saat ini tidak diperlukan lagi. Hanya tinggal menunggu pengiriman data dari Dispenduk ke PN Banyuwangi saja,” jelas Nova.

Sementara itu, Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi menggagas layanan Perubahan Status Kependudukan Langsung Pasca Perceraian dan Six in One Programme (Istbat Nikah Terpadu Plus Akta Kelahiran Anak dan KIA). ”Kerja sama ini merupakan inovasi antara PA Banyuwangi dan Dispendukcapil Banyuwangi,” ujar Panitera PA Banyuwangi Akhmad Bisri.

PA Banyuwangi sendiri, jelas Bisri, saat ini memiliki 12 inovasi layanan. Di antaranya Landung Pecari (Layanan Perubahan Status Kependudukan Langsung Pasca Perceraian), Six In One Programme (Istbat Nikah Terpadu Plus Akta Kelahiran Anak dan KIA), dan BMC (Blambangan Mobile Court/sidang keliling plus pendaftaran dan pengambilan produk). ”Kita berusaha menjadi pengadilan yang modern. Semoga inovasi ini bisa menjadi acuan ataupun percontohan bagi PA lainnya,” jelasnya.

Kepala Dispendukcapil Djuang Pribadi mengatakan, pihaknya sudah menjalin perjanjian kerja sama (PKS) dengan PA dan PN. Program Landung Pecari merupakan akronim ”Layanan Perubahan Status Kependudukan Langsung Pasca Cerai”. Ini merupakan layanan bagi pemohon cerai di PA Banyuwangi. ”Setelah diputus oleh majelis hakim dan status perkawinannya berubah, dokumen kependudukannya langsung kita proses dengan status menyesuaikan. Misalnya menjadi cerai hidup,” ujarnya.

Djuang menambahkan, pihaknya diberi tempat di kantor PA untuk memberikan layanan Landung Pecari tersebut. Setelah mengambil akta cerai di loket PA, maka warga bisa bergeser ke loket Dispenduk di PA untuk memperbarui status perkawinan di dokumen kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). ”Sehingga yang bersangkutan bisa mendapatkan tiga dokumen sekaligus, yakni akta cerai, KTP-el, dan KK,” imbuhnya.

Dispendukcapil juga bersinergi dengan PN Banyuwangi untuk memberikan pelayanan Si Capil Pariwangi alias ”Integrasi Data Catatan Sipil Dispendukcapil dengan PN Banyuwangi”. Jenis layanan yang diberikan antara lain perubahan nama dan adopsi.

Sebelum layanan Si Capil Pariwangi diberlakukan, kata Djuang, setelah pengajuan permohonan nama yang diajukan diputus oleh PN, mereka harus datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) atau kantor Dispendukcapil. ”Namun, saat ini hal itu tidak perlu dilakukan. Pemohon cukup menunggu di PN. Pihak PN akan mengirimkan data kepada kami. Langsung kami proses. Dalam waktu maksimal dua jam mereka bisa menerima dokumen dimaksud. Misalnya dokumen adopsi atau pengangkatan anak, dan lain-lain,” pungkasnya. 

(bw/rio/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia