alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

15 Bacakades Jalani Seleksi Tertulis

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Proses pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang bakal digeber di delapan desa di Banyuwangi terus digeber. Yang terbaru, sebanyak 15 bakal calon kepala desa (bacakades) asal dua desa menjalani tes tulis kemarin (22/10).

Sekadar diketahui, pilkades serentak tahun ini bakal digelar di delapan desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Banyuwangi. Jika tidak ada aral, pesta demokrasi paling akbar di tingkat desa ini bakal digeber pada 17 November mendatang.

Nah, dari delapan desa yang bakal menggelar pilkades tersebut, terdapat dua desa yang pendaftarnya harus melalui tahap ”eliminasi” sebelum ditetapkan sebagai calon kades. Eliminasi mutlak dilakukan meskipun para bacakades tersebut telah memenuhi persyaratan.

Sebab, jumlah pelamar di dua desa dimaksud, yakni Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, dan Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, melebihi kuota maksimal calon kades. Jumlah pendaftar calon kades di Desa Gambiran sebanyak sembilan orang. Sedangkan pelamar calon kades di Desa Kedunggebang sebanyak enam orang.

Padahal, sebagaimana diatur Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2015 yang telah diubah dua kali, terakhir dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pedoman Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, Dan Pemberhentian Kepala Desa, pada pasal 24 ayat (1) Perda 9/2014 diatur, penetapan calon kades yang berhak dipilih paling sedikit dua orang dan paling banyak lima orang.

Sedangkan pada pasal 25 ayat (1) diatur, dalam hal bakal calon yang memenuhi persyaratan lebih dari lima orang, panitia melakukan seleksi tambahan berupa pengalaman bekerja di instansi pemerintahan, tingkat pendidikan, usia, dan persyaratan lain yang ditetapkan dalam peraturan bupati (perbup). Selanjutnya, pada pasal 25 ayat (2) disebutkan, persyaratan lain yang sebagaimana tersebut pasal ayat (1), panitia melakukan seleksi tes tertulis yang wajib diikuti oleh bakal calon.

Sementara itu, sebanyak 15 bacakades asal Desa Gambiran dan Kedunggebang tersebut akhirnya menjalani tes tulis yang diselenggarakan panitia tingkat kabupaten kemarin (22/10). Tes tulis tersebut digeber di Hotel Santika, Banyuwangi.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Desa Pemkab Banyuwangi Norawi mengatakan, seleksi tulis dilakukan untuk menjaring masing-masing lima bakal calon yang akan ditetapkan sebagai calon kades di Desa Kedunggebang dan Desa Gambiran. ”Proses seleksi tertulis sudah digelar hari ini (kemarin),” ujarnya.

Setelah ujian tertulis, kata Norawi, penetapan bakal calon kades yang lolos seleksi tertulis rencananya digelar hari ini (23/10). ”Selanjutnya, pengundian dan penetapan nomor urut dan nama calon kades akan digelar pada 25 Oktober,” kata dia.

Masih menurut Norawi, pasca pengundian dan penetapan nomor urut, tahap pilkades serentak tahun ini akan dilanjutkan dengan pengesahan daftar pemilih tetap (DPT) pada 29 Oktober. ”Sedangkan hari ’H’ pemungutan dan penghitungan suara direncanakan digelar pada 17 November mendatang,” pungkasnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Proses pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang bakal digeber di delapan desa di Banyuwangi terus digeber. Yang terbaru, sebanyak 15 bakal calon kepala desa (bacakades) asal dua desa menjalani tes tulis kemarin (22/10).

Sekadar diketahui, pilkades serentak tahun ini bakal digelar di delapan desa yang tersebar di tujuh kecamatan di Banyuwangi. Jika tidak ada aral, pesta demokrasi paling akbar di tingkat desa ini bakal digeber pada 17 November mendatang.

Nah, dari delapan desa yang bakal menggelar pilkades tersebut, terdapat dua desa yang pendaftarnya harus melalui tahap ”eliminasi” sebelum ditetapkan sebagai calon kades. Eliminasi mutlak dilakukan meskipun para bacakades tersebut telah memenuhi persyaratan.

Sebab, jumlah pelamar di dua desa dimaksud, yakni Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, dan Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, melebihi kuota maksimal calon kades. Jumlah pendaftar calon kades di Desa Gambiran sebanyak sembilan orang. Sedangkan pelamar calon kades di Desa Kedunggebang sebanyak enam orang.

Padahal, sebagaimana diatur Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2015 yang telah diubah dua kali, terakhir dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pedoman Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan, Dan Pemberhentian Kepala Desa, pada pasal 24 ayat (1) Perda 9/2014 diatur, penetapan calon kades yang berhak dipilih paling sedikit dua orang dan paling banyak lima orang.

Sedangkan pada pasal 25 ayat (1) diatur, dalam hal bakal calon yang memenuhi persyaratan lebih dari lima orang, panitia melakukan seleksi tambahan berupa pengalaman bekerja di instansi pemerintahan, tingkat pendidikan, usia, dan persyaratan lain yang ditetapkan dalam peraturan bupati (perbup). Selanjutnya, pada pasal 25 ayat (2) disebutkan, persyaratan lain yang sebagaimana tersebut pasal ayat (1), panitia melakukan seleksi tes tertulis yang wajib diikuti oleh bakal calon.

Sementara itu, sebanyak 15 bacakades asal Desa Gambiran dan Kedunggebang tersebut akhirnya menjalani tes tulis yang diselenggarakan panitia tingkat kabupaten kemarin (22/10). Tes tulis tersebut digeber di Hotel Santika, Banyuwangi.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Desa Pemkab Banyuwangi Norawi mengatakan, seleksi tulis dilakukan untuk menjaring masing-masing lima bakal calon yang akan ditetapkan sebagai calon kades di Desa Kedunggebang dan Desa Gambiran. ”Proses seleksi tertulis sudah digelar hari ini (kemarin),” ujarnya.

Setelah ujian tertulis, kata Norawi, penetapan bakal calon kades yang lolos seleksi tertulis rencananya digelar hari ini (23/10). ”Selanjutnya, pengundian dan penetapan nomor urut dan nama calon kades akan digelar pada 25 Oktober,” kata dia.

Masih menurut Norawi, pasca pengundian dan penetapan nomor urut, tahap pilkades serentak tahun ini akan dilanjutkan dengan pengesahan daftar pemilih tetap (DPT) pada 29 Oktober. ”Sedangkan hari ’H’ pemungutan dan penghitungan suara direncanakan digelar pada 17 November mendatang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/