alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Paparkan Strategi Antisipasi Potensi Gelombang Tiga Covid-19

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus melakukan berbagai upaya mengantisipasi ancaman gelombang ketiga Covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari percepatan vaksinasi, penguatan tracing (pelacakan), testing (pengetesan), dan treatment (pengobatan),  hingga menyiapkan fasilitas kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Ipuk Fiestiandani saat menjadi narasumber dalam webinar yang digelar Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi), Jumat sore (21/1).

Selain Ipuk, webinar yang bertajuk “Tantangan Menghadapi Gelombang Ketiga Covid-19” tersebut menghadirkan narasumber lainnya, yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu; serta Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

Hadir pula para panelis, yakni dr. Marshell Tendean dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida); Bambang J Pramono-Koordinator Nasional Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT); dan Wakil Ketua Umum Seknas Jokowi Ismarilda.

Ketua Umum Seknas Jokowi Rambun Tjahjo mengatakan, kasus harian Covid-19 varian Omicron terus melonjak di Indonesia. Maka seluruh daerah harus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi terjadinya gelombang tiga yang puncaknya diprediksi terjadi pada Februari-Maret 2022. “Meski varian Omicron disebut lebih ringan, tetap saja memerlukan perawatan. Maka semua daerah harus bersiap menghadapi tantangan gelombang ketiga,” ujarnya.

Baca Juga :  Runner Up IDM Nasional Dua Tahun Berturut-Turut, Tanpa Reward Pemkab

Bupati Ipuk dalam paparannya menyebut, Banyuwangi melakukan berbagai upaya untuk menghadapi potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Di antaranya, percepatan vaksinasi bagi masyarakat umum, lansia, maupun anak-anak. 

Per 21 Januari 2022 capaian vaksinasi dosis satu untuk umum sudah mencapai 89,16 persen; vaksinasi lansia 96,7 persen; dan vaksinasi anak 79,96 persen. “Vaksinasi anak kami target tuntas akhir Januari. Kami juga terus menggenjot vaksinasi booster (dosis tiga) beriringan dengan penuntasan dosis satu dan dua. Dengan harapan kekebalan komunal bisa segera terbentuk di masyarakat Banyuwangi,” kata Ipuk.

Berikutnya, penguatan tes (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan). Ini adalah kunci untuk menekan transmisi lokal. Setiap ditemukan kasus positif baru akan segera di-tracing kontak eratnya.

Aplikasi Pedulilindungi juga diwajibkan bagi para pengunjung di tempat-tempat umum. Seperti destinasi wisata, mal, hingga perkantoran.  Pemkab juga menyediakan ruang isolasi yang memadai dan cukup. “Kami pastikan ruang isolasi, tenaga medis, hingga kebutuhan oksigen dan ventilator mencukupi. Bahkan kami juga memiliki tempat isolasi terpusat di tingkat kabupaten, maupun yang tersebar di setiap desa yang diawasi langsung oleh tenaga medis. Tak hanya itu,  pemkab juga menyediakan layanan tambahan gizi dan obat-obat bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman),” kata Ipuk. 

Baca Juga :  Terminal Pariwisata Terpadu Berkonsep One Stop Tourism Service

Yang tak kalah penting, lanjutnya, adalah sinergi yang kuat antar seluruh elemen. “Kami libatkan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, para camat, kepala desa, hingga organisasi masyarakat untuk penanganan Covid-19 di Banyuwangi. Termasuk dalam percepatan vaksinasi,” tambah Ipuk.

Berbagai langkah tersebut mendapat apresiasi positif dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Maxi Rein Rondonuwu. Menurutnya, penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan secara gotong royong. Dan bertumpu pada kuatnya tracing, testing, dan treatment. “Ini sudah dikerjakan dengan baik di Banyuwangi. Begitu juga penyiapan kebutuhan ruang isolasi dan berbagai fasilitas kesehatannya. Sudah dipersiapkan dengan baik,” pungkasnya. 

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi terus melakukan berbagai upaya mengantisipasi ancaman gelombang ketiga Covid-19. Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari percepatan vaksinasi, penguatan tracing (pelacakan), testing (pengetesan), dan treatment (pengobatan),  hingga menyiapkan fasilitas kesehatan.

Hal itu disampaikan Bupati Ipuk Fiestiandani saat menjadi narasumber dalam webinar yang digelar Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas Warga Indonesia (Seknas Jokowi), Jumat sore (21/1).

Selain Ipuk, webinar yang bertajuk “Tantangan Menghadapi Gelombang Ketiga Covid-19” tersebut menghadirkan narasumber lainnya, yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu; serta Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir.

Hadir pula para panelis, yakni dr. Marshell Tendean dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida); Bambang J Pramono-Koordinator Nasional Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT); dan Wakil Ketua Umum Seknas Jokowi Ismarilda.

Ketua Umum Seknas Jokowi Rambun Tjahjo mengatakan, kasus harian Covid-19 varian Omicron terus melonjak di Indonesia. Maka seluruh daerah harus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi terjadinya gelombang tiga yang puncaknya diprediksi terjadi pada Februari-Maret 2022. “Meski varian Omicron disebut lebih ringan, tetap saja memerlukan perawatan. Maka semua daerah harus bersiap menghadapi tantangan gelombang ketiga,” ujarnya.

Baca Juga :  Sudah GRATIS, Tetap Sepi Peminat

Bupati Ipuk dalam paparannya menyebut, Banyuwangi melakukan berbagai upaya untuk menghadapi potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Di antaranya, percepatan vaksinasi bagi masyarakat umum, lansia, maupun anak-anak. 

Per 21 Januari 2022 capaian vaksinasi dosis satu untuk umum sudah mencapai 89,16 persen; vaksinasi lansia 96,7 persen; dan vaksinasi anak 79,96 persen. “Vaksinasi anak kami target tuntas akhir Januari. Kami juga terus menggenjot vaksinasi booster (dosis tiga) beriringan dengan penuntasan dosis satu dan dua. Dengan harapan kekebalan komunal bisa segera terbentuk di masyarakat Banyuwangi,” kata Ipuk.

Berikutnya, penguatan tes (pengujian), tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan). Ini adalah kunci untuk menekan transmisi lokal. Setiap ditemukan kasus positif baru akan segera di-tracing kontak eratnya.

Aplikasi Pedulilindungi juga diwajibkan bagi para pengunjung di tempat-tempat umum. Seperti destinasi wisata, mal, hingga perkantoran.  Pemkab juga menyediakan ruang isolasi yang memadai dan cukup. “Kami pastikan ruang isolasi, tenaga medis, hingga kebutuhan oksigen dan ventilator mencukupi. Bahkan kami juga memiliki tempat isolasi terpusat di tingkat kabupaten, maupun yang tersebar di setiap desa yang diawasi langsung oleh tenaga medis. Tak hanya itu,  pemkab juga menyediakan layanan tambahan gizi dan obat-obat bagi warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman),” kata Ipuk. 

Baca Juga :  Soal Try Out Sesuai Kisi-Kisi USBN 2018

Yang tak kalah penting, lanjutnya, adalah sinergi yang kuat antar seluruh elemen. “Kami libatkan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, para camat, kepala desa, hingga organisasi masyarakat untuk penanganan Covid-19 di Banyuwangi. Termasuk dalam percepatan vaksinasi,” tambah Ipuk.

Berbagai langkah tersebut mendapat apresiasi positif dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Maxi Rein Rondonuwu. Menurutnya, penanganan pandemi Covid-19 harus dilakukan secara gotong royong. Dan bertumpu pada kuatnya tracing, testing, dan treatment. “Ini sudah dikerjakan dengan baik di Banyuwangi. Begitu juga penyiapan kebutuhan ruang isolasi dan berbagai fasilitas kesehatannya. Sudah dipersiapkan dengan baik,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/