alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Cak Imin dan KH Anwar Manshur Bertemu Bupati Ipuk Fiestindani

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rabu lalu (20/1), Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar berkunjung ke Banyuwangi. Selama dua hari, politikus yang akrab disapa Cak Imim itu mengisi waktu luang untuk berwisata kuliner dan menikmati keindahan Gunung Ijen di kabupaten The Sunrise of Java ini.

Kunjungan kali ini bukanlah yang pertama dilakoni Cak Imim. Menjelang pergantian tahun 2017 menuju  2018 lalu, Cak Imin mengajak keluarga besarnya berwisata ke Banyuwangi. Selain menghadiri sejumlah acara, dalam kunjungan kali ini Cak Imin  juga berlibur di Banyuwangi. Dia juga sempat bersilaturahmi dengan Bupati Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. “Kopi dan makanannya ngangenin,” ujarnya.

Dalam acara ngopi santai di pendapat tersebut, Bupati Ipuk menuturkan, di bawah kepemimpinannya, Banyuwangi tetap menjadikan pariwisata sebagai payung besar dalam penyusunan kebijakan. “Namun, di tengah masa pandemi ini, kita melakukan sejumlah penyesuaian. Saat ini, kita sedang mengusung semangat baru dengan tajuk Banyuwangi Rebound,” ungkap Ipuk.

Dalam program Banyuwangi Rebound tersebut, lanjut Ipuk, pariwisata menjadi bagian penting dari pilar pemulihan ekonomi. Sebagaimana diketahui, ada tiga pilar utama Banyuwangi Rebound. Selain pemulihan ekonomi, juga ada penanganan pandemi dan merajut harmoni sosial. “Pada tahun ini kami tetap menggelar sejumlah festival. Namun, dengan menerapkan hybrid concept (memadukan sistem daring dan luring). Ini adalah cara kami untuk menjaga denyut pariwisata di daerah kami. Selain juga dengan memberi sejumlah insentif dan stimulan,” paparnya.

Menurut Ipuk, dengan pendekatan tersebut, pariwisata di Banyuwangi cukup stabil. Dibandingkan dengan sejumlah daerah yang berbasis wisata, angka kunjungan pelancong ke Banyuwangi tidak mengalami penurunan yang terlampau ekstrem. “Alhamdulillah, pada tahun 2021 wisata Banyuwangi terhitung cukup baik. Bahkan, okupansi hotel cukup stabil. Dan, sekarang penerbangan ke Banyuwangi juga sudah mulai banyak yang dibuka kembali,” tuturnya.

Cak Imin yang datang didampingi oleh KH. Yusuf Chudori dari Magelang dan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini itu merasa senang dengan perkembangan Banyuwangi dari tahun ke tahun. “Semoga Bu Ipuk dapat memimpin Banyuwangi lebih baik lagi,” harap Muhaimin diamini oleh rombongan yang terdiri dari beberapa Gus muda dari sejumlah kota di Jatim.

Sementara itu, selain menikmati sejumlah tempat kuliner, selama di Banyuwangi Cak Imim juga mengunjungi Gunung Ijen. Ikon wisata Banyuwangi ini, diyakini memiliki fenomena api biru (blue flame) satu-satunya di dunia. Sebelum pandemi, ada ribuan orang yang berkunjung setiap pekan.

Sekadar diketahui, Cak Imin hampir setiap tahun mengagendakan kunjungan ke bumi Blambangan ini. Selain untuk kerja, juga menyempatkan untuk berpelesir. Tidak jarang dia juga dengan mengajak keluarga besarnya.

Bukan hanya Cak Imin, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH. Anwar Manshur juga berkunjung ke Banyuwangi, Sabtu malam (21/1).  Datang bersama keluarga, KH Anwar menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan Bupati Ipuk Fiestiandani. Silaturahmi tersebut berlangsung di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Sabtu malam.

Setelah bertemu dengan Bupati Ipuk,  rombongan KH Anwar bersama keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lirboyo, Kediri juga menikmati keindahan Bangsring Underwater. Rombongan berjumlah 160 orang itu juga berkunjung ke Pulau Tabuhan dan Menjangan. Rombongan yang diangkut 40 mobil pribadi itu menginap di salah satu hotel di Watudodol, Ketapang.  ”Dari Pulau Tabuhan, KH Anwar memimpin ijazah kubro di pantai Bangsring Underwater,’’ ujar Ikhwan Arif selaku pengelola wisata setempat. 

Tidak hanya bersilaturahmi, Kiai Anwar Mashur juga mendoakan agar Banyuwangi semakin dilimpahi keberkahan dan rakyatnya semakin sejahtera. “Mugi-mugi (semoga) tambah berkah, selamet sedoyo (selamat semua) lan (dan) tambah sejahtera,” ujar Kiai Anwar.

Bagi Kiai Anwar, Banyuwangi memiliki cerita tersendiri. Dia mengenang masa-masa mudanya saat masih aktif di Banser. “Aku biyen (dahulu) latihan Banser ndek kulon kene (di barat sini),” kenangnya sembari menunjuk ke arah barat dari pendapa.

Kiai yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dijadwalkan selama dua hari berada di Banyuwangi. Selain bersilaturahmi dengan Bupati Ipuk, beliau juga bertemu dengan para alumni Pesantren Lirboyo asal Banyuwangi dan menggelar pengajian di Bangsring Underwater, Wongsorejo.

Sementara itu, Bupati Ipuk merasa senang dengan kehadiran Kiai Anwar Manshur beserta keluarga besarnya di Banyuwangi. “Kehadiran beliau menjadi oase bagi kami. Nasihat dan doa-doanya sangat kami harapkan agar dapat memperlancar berbagai ikhtiar yang kami lakukan,” tuturnya.

Selama ini, lanjut Ipuk, berbagai kemajuan yang dicapai oleh Banyuwangi tidak terlepas oleh dua hal. Yakni, ikhtiar dan doa. “Kami selalu menekankan bahwa segala ikhtiar kita harus dilengkapi juga dengan doa. Tak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus seimbang,” pungkasnya.

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rabu lalu (20/1), Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar berkunjung ke Banyuwangi. Selama dua hari, politikus yang akrab disapa Cak Imim itu mengisi waktu luang untuk berwisata kuliner dan menikmati keindahan Gunung Ijen di kabupaten The Sunrise of Java ini.

Kunjungan kali ini bukanlah yang pertama dilakoni Cak Imim. Menjelang pergantian tahun 2017 menuju  2018 lalu, Cak Imin mengajak keluarga besarnya berwisata ke Banyuwangi. Selain menghadiri sejumlah acara, dalam kunjungan kali ini Cak Imin  juga berlibur di Banyuwangi. Dia juga sempat bersilaturahmi dengan Bupati Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. “Kopi dan makanannya ngangenin,” ujarnya.

Dalam acara ngopi santai di pendapat tersebut, Bupati Ipuk menuturkan, di bawah kepemimpinannya, Banyuwangi tetap menjadikan pariwisata sebagai payung besar dalam penyusunan kebijakan. “Namun, di tengah masa pandemi ini, kita melakukan sejumlah penyesuaian. Saat ini, kita sedang mengusung semangat baru dengan tajuk Banyuwangi Rebound,” ungkap Ipuk.

Dalam program Banyuwangi Rebound tersebut, lanjut Ipuk, pariwisata menjadi bagian penting dari pilar pemulihan ekonomi. Sebagaimana diketahui, ada tiga pilar utama Banyuwangi Rebound. Selain pemulihan ekonomi, juga ada penanganan pandemi dan merajut harmoni sosial. “Pada tahun ini kami tetap menggelar sejumlah festival. Namun, dengan menerapkan hybrid concept (memadukan sistem daring dan luring). Ini adalah cara kami untuk menjaga denyut pariwisata di daerah kami. Selain juga dengan memberi sejumlah insentif dan stimulan,” paparnya.

Menurut Ipuk, dengan pendekatan tersebut, pariwisata di Banyuwangi cukup stabil. Dibandingkan dengan sejumlah daerah yang berbasis wisata, angka kunjungan pelancong ke Banyuwangi tidak mengalami penurunan yang terlampau ekstrem. “Alhamdulillah, pada tahun 2021 wisata Banyuwangi terhitung cukup baik. Bahkan, okupansi hotel cukup stabil. Dan, sekarang penerbangan ke Banyuwangi juga sudah mulai banyak yang dibuka kembali,” tuturnya.

Cak Imin yang datang didampingi oleh KH. Yusuf Chudori dari Magelang dan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini itu merasa senang dengan perkembangan Banyuwangi dari tahun ke tahun. “Semoga Bu Ipuk dapat memimpin Banyuwangi lebih baik lagi,” harap Muhaimin diamini oleh rombongan yang terdiri dari beberapa Gus muda dari sejumlah kota di Jatim.

Sementara itu, selain menikmati sejumlah tempat kuliner, selama di Banyuwangi Cak Imim juga mengunjungi Gunung Ijen. Ikon wisata Banyuwangi ini, diyakini memiliki fenomena api biru (blue flame) satu-satunya di dunia. Sebelum pandemi, ada ribuan orang yang berkunjung setiap pekan.

Sekadar diketahui, Cak Imin hampir setiap tahun mengagendakan kunjungan ke bumi Blambangan ini. Selain untuk kerja, juga menyempatkan untuk berpelesir. Tidak jarang dia juga dengan mengajak keluarga besarnya.

Bukan hanya Cak Imin, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH. Anwar Manshur juga berkunjung ke Banyuwangi, Sabtu malam (21/1).  Datang bersama keluarga, KH Anwar menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan Bupati Ipuk Fiestiandani. Silaturahmi tersebut berlangsung di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Sabtu malam.

Setelah bertemu dengan Bupati Ipuk,  rombongan KH Anwar bersama keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lirboyo, Kediri juga menikmati keindahan Bangsring Underwater. Rombongan berjumlah 160 orang itu juga berkunjung ke Pulau Tabuhan dan Menjangan. Rombongan yang diangkut 40 mobil pribadi itu menginap di salah satu hotel di Watudodol, Ketapang.  ”Dari Pulau Tabuhan, KH Anwar memimpin ijazah kubro di pantai Bangsring Underwater,’’ ujar Ikhwan Arif selaku pengelola wisata setempat. 

Tidak hanya bersilaturahmi, Kiai Anwar Mashur juga mendoakan agar Banyuwangi semakin dilimpahi keberkahan dan rakyatnya semakin sejahtera. “Mugi-mugi (semoga) tambah berkah, selamet sedoyo (selamat semua) lan (dan) tambah sejahtera,” ujar Kiai Anwar.

Bagi Kiai Anwar, Banyuwangi memiliki cerita tersendiri. Dia mengenang masa-masa mudanya saat masih aktif di Banser. “Aku biyen (dahulu) latihan Banser ndek kulon kene (di barat sini),” kenangnya sembari menunjuk ke arah barat dari pendapa.

Kiai yang juga menjabat sebagai Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dijadwalkan selama dua hari berada di Banyuwangi. Selain bersilaturahmi dengan Bupati Ipuk, beliau juga bertemu dengan para alumni Pesantren Lirboyo asal Banyuwangi dan menggelar pengajian di Bangsring Underwater, Wongsorejo.

Sementara itu, Bupati Ipuk merasa senang dengan kehadiran Kiai Anwar Manshur beserta keluarga besarnya di Banyuwangi. “Kehadiran beliau menjadi oase bagi kami. Nasihat dan doa-doanya sangat kami harapkan agar dapat memperlancar berbagai ikhtiar yang kami lakukan,” tuturnya.

Selama ini, lanjut Ipuk, berbagai kemajuan yang dicapai oleh Banyuwangi tidak terlepas oleh dua hal. Yakni, ikhtiar dan doa. “Kami selalu menekankan bahwa segala ikhtiar kita harus dilengkapi juga dengan doa. Tak bisa jalan sendiri-sendiri. Harus seimbang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/