alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pemkab Siapkan Bantuan Uang Tunai dan Gerakan PNS Belanja di Warung

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi kembali menggalang gerakan untuk membantu warung kecil atau pedagang keliling (PKL) yang jam operasionalnya dibatasi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Selain menyiapkan bantuan uang tunai yang masih terus diproses, pemkab mendorong para aparatur sipil pemerintah (ASN) untuk memborong dagangan warung kecil atau PKL.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, segenap elemen harus saling mendukung di masa sulit seperti ini. Termasuk oleh para ASN yang notabene mendapat gaji bulanan dari negara.

Untuk itu, Ipuk mendorong semua ASN membantu para pelaku usaha kecil informal. Dia mengajak semua ASN terlibat dalam gerakan tersebut. ”Satu orang misalnya membeli Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, tentu bisa membantu teman-teman pelaku usaha kecil dan informal. Gerakan ini berjalan mulai hari ini (kemarin 15/7) sampai PPKM Darurat selesai,” ujarnya.

Ipuk mengatakan, gerakan belanja tiap hari oleh PNS tersebut akan melengkapi bantuan uang tunai kepada ribuan warung kecil atau PKL yang sedang disiapkan. ”Sisi administrasi keuangannya masih butuh waktu, saya sudah minta dipercepat. Insya Allah setiap PKL atau warung kecil akan menerima Rp 300 ribu per pelaku usaha. Jumlah sasaran ribuan dalam proses finalisasi. Semoga ini bisa sedikit membantu,” tuturnya.

Baca Juga :  KPU Banyuwangi Mulai Verifikasi Faktual Partai Politik

Selain bantuan dari pemkab, kata Ipuk, jika para pegawai negeri sipil (PNS) kompak membantu para pelaku usaha kecil informal, maka dagangan mereka akan laku. ”Sehingga pelaku usaha kecil tersebut bisa semakin menaati aturan jam operasional selama PPKM Darurat ini,” imbuhnya.

Ipuk meminta maaf kepada seluruh warung kecil, pedagang keliling, PKL, serta kafe dan restoran di Banyuwangi, dan secara umum kepada semua lapisan masyarakat atas diberlakukannya PPKM Darurat.  Di sisi lain, dia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk selalu humanis dalam setiap monitoring di lapangan. ”Jangan membentak. Jangan semena-mena. Disapa, diberi salam, diberi senyum,” ujarnya. 

Baca Juga :  Coblosan Tetap Digelar di Lokasi Banjir Alasmalang

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono menambahkan, gerakan oleh para PNS ini dilakukan pada warung kecil, pedagang keliling, atau PKL terdekat dari rumah masing-masing. Tentu saja juga harus menaati aturan, seperti harus dibawa pulang (takeaway) dan wajib menaati protokol kesehatan. ”Bahkan, bila memungkinkan, silakan bagikan makanan/minuman/barang yang dibeli untuk warga yang membutuhkan. Akan sangat bermanfaat dalam situasi seperti saat ini,” ujarnya.

Mujiono mengatakan, gerakan PNS ini diikuti di luar ASN di lingkungan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan RSUD. ”Arahan Bupati Ipuk, gerakan beli ini tidak melibatkan teman-teman di Dinas Kesehatan (Dinkes), pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), dan rumah sakit umum daerah (RSUD) karena mereka harus fokus pada penanganan pasien dari sisi medis,” ujarnya.

Mujiono juga mengajak siapa pun untuk ikut bersama-sama membeli di warung atau PKL. ”Ayo berbagi rezeki, saling membantu, saling menguatkan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi kembali menggalang gerakan untuk membantu warung kecil atau pedagang keliling (PKL) yang jam operasionalnya dibatasi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Selain menyiapkan bantuan uang tunai yang masih terus diproses, pemkab mendorong para aparatur sipil pemerintah (ASN) untuk memborong dagangan warung kecil atau PKL.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, segenap elemen harus saling mendukung di masa sulit seperti ini. Termasuk oleh para ASN yang notabene mendapat gaji bulanan dari negara.

Untuk itu, Ipuk mendorong semua ASN membantu para pelaku usaha kecil informal. Dia mengajak semua ASN terlibat dalam gerakan tersebut. ”Satu orang misalnya membeli Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, tentu bisa membantu teman-teman pelaku usaha kecil dan informal. Gerakan ini berjalan mulai hari ini (kemarin 15/7) sampai PPKM Darurat selesai,” ujarnya.

Ipuk mengatakan, gerakan belanja tiap hari oleh PNS tersebut akan melengkapi bantuan uang tunai kepada ribuan warung kecil atau PKL yang sedang disiapkan. ”Sisi administrasi keuangannya masih butuh waktu, saya sudah minta dipercepat. Insya Allah setiap PKL atau warung kecil akan menerima Rp 300 ribu per pelaku usaha. Jumlah sasaran ribuan dalam proses finalisasi. Semoga ini bisa sedikit membantu,” tuturnya.

Baca Juga :  Gelar Hajatan, Anggota DPRD Didenda Rp 500 Ribu, Kades Rp 48 Ribu

Selain bantuan dari pemkab, kata Ipuk, jika para pegawai negeri sipil (PNS) kompak membantu para pelaku usaha kecil informal, maka dagangan mereka akan laku. ”Sehingga pelaku usaha kecil tersebut bisa semakin menaati aturan jam operasional selama PPKM Darurat ini,” imbuhnya.

Ipuk meminta maaf kepada seluruh warung kecil, pedagang keliling, PKL, serta kafe dan restoran di Banyuwangi, dan secara umum kepada semua lapisan masyarakat atas diberlakukannya PPKM Darurat.  Di sisi lain, dia juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk selalu humanis dalam setiap monitoring di lapangan. ”Jangan membentak. Jangan semena-mena. Disapa, diberi salam, diberi senyum,” ujarnya. 

Baca Juga :  BRI Bawa Pekerja Berprestasi di Daerah Terima Penghargaan Internasional

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono menambahkan, gerakan oleh para PNS ini dilakukan pada warung kecil, pedagang keliling, atau PKL terdekat dari rumah masing-masing. Tentu saja juga harus menaati aturan, seperti harus dibawa pulang (takeaway) dan wajib menaati protokol kesehatan. ”Bahkan, bila memungkinkan, silakan bagikan makanan/minuman/barang yang dibeli untuk warga yang membutuhkan. Akan sangat bermanfaat dalam situasi seperti saat ini,” ujarnya.

Mujiono mengatakan, gerakan PNS ini diikuti di luar ASN di lingkungan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan RSUD. ”Arahan Bupati Ipuk, gerakan beli ini tidak melibatkan teman-teman di Dinas Kesehatan (Dinkes), pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), dan rumah sakit umum daerah (RSUD) karena mereka harus fokus pada penanganan pasien dari sisi medis,” ujarnya.

Mujiono juga mengajak siapa pun untuk ikut bersama-sama membeli di warung atau PKL. ”Ayo berbagi rezeki, saling membantu, saling menguatkan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/