alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

Pendapatan Lampaui Target, Silpa Tembus Rp 387 Miliar

RADAR BANYUWANGI – Meski banyak sektor sempat mengalami kelesuan imbas pandemi Covid-19 yang melanda Banyuwangi, namun realisasi pendapatan daerah kabupaten the Sunrise of Java tahun lalu berhasil melampaui target yang ditetapkan. Pendapatan daerah yang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021ditetapkan hanya sebesar Rp 3,014 triliun, ternyata realisasinya mencapai Rp 3,181 triliun alias tembus 105,53 persen dari target.

Sebaliknya, realisasi belanja daerah tahun lalu tak berhasil memenuhi target. Hal ini menyebabkan surplus realisasi anggaran yang ujungnya juga mengakibatkan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun lalu mencapai Rp 387 miliar lebih.

Hal itu terungkap saat Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliyono menyampaikan laporan hasil pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD 2021 antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada rapat paripurna kemarin (21/6).

Ruliyono membeber rincian realisasi pendapatan daerah di tahun 2021. Pos pendapatan asli daerah (PAD) tahun lalu terealisasi mencapai Rp 520,02 miliar atau setara 102,79 persen dari target sebesar Rp 505,89 miliar. Pendapatan transfer terealisasi Rp 2,5 triliun atau mencapai 106,36 persen dari target Rp 2,35 triliun. ”Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp 161,14 miliar atau 101,93 persen dari target sebesar 158,09 miliar.

Sedangkan pada pos belanja daerah, realisasi tahun lalu mencapai Rp 3,09 triliun. Angka ini setara 93,33 persen dari target sebesar Rp 3,31 triliun. ”Sehingga per 31 Desember 2021 terjadi surplus realisasi sebesar Rp 87,616 miliar yang merupakan hasil dari realisasi pendapatan daerah dikurangi dengan realisasi belanja dan transfer daerah,” ujar Ruliyono.

Selanjutnya, kata Ruliyono, dari pos pembiayaan daerah, realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 310,59 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 10,4 miliar. ”Jadi, jumlah pembiayaan neto sebesar Rp 300,19 miliar,” tuturnya.

Nah, jika dikalkulasi, sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun lalu tembus Rp 387,81 miliar. Angka itu merupakan hasil penjumlahan antara surplus anggaran dengan pembiayaan neto tahun lalu.

Dikonfirmasi usai memimpin rapat paripurna, Ketua DPRD I Made Cahyana Negara mengatakan, sesuai mekanisme yang berlaku kemarin pihaknya menggelar rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap raperda LPj APBD 2021. ”Berbagai dinamika sudah dilalui. Pembahasan sudah dilaksanakan. Hari ini (kemarin) kami memberikan persetujuan dengan sejumlah catatan yang sudah disampaikan oleh teman-teman Banggar dalam forum rapat-rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Misalnya, soal pendapatan yang belum optimal, itu menjadi poin bagi kami, eksekutif diminta mengoptimalkan pendapatan daerah tahun ini,” ujarnya.

Berkaitan Silpa yang mencapai Rp 387 miliar lebih, Made mengaku hal tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh Banggar dan TPAD. ”Hal itu akan kami bahas pada Perubahan APBD 2022,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

RADAR BANYUWANGI – Meski banyak sektor sempat mengalami kelesuan imbas pandemi Covid-19 yang melanda Banyuwangi, namun realisasi pendapatan daerah kabupaten the Sunrise of Java tahun lalu berhasil melampaui target yang ditetapkan. Pendapatan daerah yang pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021ditetapkan hanya sebesar Rp 3,014 triliun, ternyata realisasinya mencapai Rp 3,181 triliun alias tembus 105,53 persen dari target.

Sebaliknya, realisasi belanja daerah tahun lalu tak berhasil memenuhi target. Hal ini menyebabkan surplus realisasi anggaran yang ujungnya juga mengakibatkan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun lalu mencapai Rp 387 miliar lebih.

Hal itu terungkap saat Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliyono menyampaikan laporan hasil pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD 2021 antara Banggar DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada rapat paripurna kemarin (21/6).

Ruliyono membeber rincian realisasi pendapatan daerah di tahun 2021. Pos pendapatan asli daerah (PAD) tahun lalu terealisasi mencapai Rp 520,02 miliar atau setara 102,79 persen dari target sebesar Rp 505,89 miliar. Pendapatan transfer terealisasi Rp 2,5 triliun atau mencapai 106,36 persen dari target Rp 2,35 triliun. ”Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp 161,14 miliar atau 101,93 persen dari target sebesar 158,09 miliar.

Sedangkan pada pos belanja daerah, realisasi tahun lalu mencapai Rp 3,09 triliun. Angka ini setara 93,33 persen dari target sebesar Rp 3,31 triliun. ”Sehingga per 31 Desember 2021 terjadi surplus realisasi sebesar Rp 87,616 miliar yang merupakan hasil dari realisasi pendapatan daerah dikurangi dengan realisasi belanja dan transfer daerah,” ujar Ruliyono.

Selanjutnya, kata Ruliyono, dari pos pembiayaan daerah, realisasi penerimaan pembiayaan sebesar Rp 310,59 miliar, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 10,4 miliar. ”Jadi, jumlah pembiayaan neto sebesar Rp 300,19 miliar,” tuturnya.

Nah, jika dikalkulasi, sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun lalu tembus Rp 387,81 miliar. Angka itu merupakan hasil penjumlahan antara surplus anggaran dengan pembiayaan neto tahun lalu.

Dikonfirmasi usai memimpin rapat paripurna, Ketua DPRD I Made Cahyana Negara mengatakan, sesuai mekanisme yang berlaku kemarin pihaknya menggelar rapat paripurna pengambilan keputusan terhadap raperda LPj APBD 2021. ”Berbagai dinamika sudah dilalui. Pembahasan sudah dilaksanakan. Hari ini (kemarin) kami memberikan persetujuan dengan sejumlah catatan yang sudah disampaikan oleh teman-teman Banggar dalam forum rapat-rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Misalnya, soal pendapatan yang belum optimal, itu menjadi poin bagi kami, eksekutif diminta mengoptimalkan pendapatan daerah tahun ini,” ujarnya.

Berkaitan Silpa yang mencapai Rp 387 miliar lebih, Made mengaku hal tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh Banggar dan TPAD. ”Hal itu akan kami bahas pada Perubahan APBD 2022,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/