alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

ASKAB Banyuwangi Gelar Konsolidasi Akbar, Minta ADD Tidak Dipotong

CLURING, Jawa Pos Radar Genteng-Asosiasi Kepala Desa Kabupaten (ASKAB) Banyuwangi menggelar konsolidasi akbar dan halal bihalal, kemarin (22/6). Acara yang dihadiri para kepala desa se Kabupaten Banyuwangi itu, digelar di lokasi wisata De-Djawatan Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Acara yang dimulai sekitar pukul 14.00 itu, hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran Forpimda Banyuwangi. Juga tampak hadir Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Maki Zaini, dan ketua Papdesi Banyuwangi Murai.

Di acara itu, ASKAB Banyuwangi melaunching aplikasi ASKAB yang bisa mengakses seluruh kegiatan yang dijalankan oleh para kepala desa. Sedang Bupati Abdullah Azwar Anas memberi bantuan mobil operasional.

Ketua ASKAB Banyuwangi, Anton Sujarwo dalam sambutannya mengatakan tujuan konsolidasi akbar dan halal bihalal ini untuk mempererat silahturahmi para kepala desa. “Ini sebagai media untuk mempererat jalinan silahturahmi, dan saya sampaikan terima kasih pada bapak bupati yang telah memberi mobil operasional pada ASKAB,” katanya.

Dalam sambutannya itu, ketua ASKAB Banyuwangi yang mewakili para kepala desa meminta kepada bupati untuk tidak melakukan pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD). “Sebagai perwakilan dari seluruh kepala desa di Kabupaten Banyuwangi, kami berharap tidak ada pemotongan ADD,” cetusnya.

Menjawab permintaan ketua ASKAB itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berjanji akan mengusahakan dan berupaya ADD tidak dipotong. Pihaknya, masih mencari solusi untuk mencukupi kekurangan anggaran sebesar Rp 14 miliar. “Akan saya usahakan mencari solusi lain, agar tidak ada pemotongan ADD. Sehingga seluruh kepala desa bisa leluasa memanfaatkan ADD sesuai alokasi yang sudah dalam perencanaan,” katanya.

Anas menyampaikan hampir seluruh aparatur sipil negara (ASN) terdampak Covid-19. Bahkan, mereka juga mengalami pemotongan anggaran yang diarahkan untuk penanganan virus Korona. “Hampir semua ada pemotongan, seluruh perjalanan dinas juga ditiadakan,” ungkapnya.

Saat ini, jelas dia, peran seluruh elemen dibutuhkan sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19. Para kepala desa yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, bisa menjadi motivasi. “Saya harap kepala desa tidak menjadi kompor, agar tidak memperkeruh suasana,” pintanya.(*)

CLURING, Jawa Pos Radar Genteng-Asosiasi Kepala Desa Kabupaten (ASKAB) Banyuwangi menggelar konsolidasi akbar dan halal bihalal, kemarin (22/6). Acara yang dihadiri para kepala desa se Kabupaten Banyuwangi itu, digelar di lokasi wisata De-Djawatan Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Acara yang dimulai sekitar pukul 14.00 itu, hadir Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan jajaran Forpimda Banyuwangi. Juga tampak hadir Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Maki Zaini, dan ketua Papdesi Banyuwangi Murai.

Di acara itu, ASKAB Banyuwangi melaunching aplikasi ASKAB yang bisa mengakses seluruh kegiatan yang dijalankan oleh para kepala desa. Sedang Bupati Abdullah Azwar Anas memberi bantuan mobil operasional.

Ketua ASKAB Banyuwangi, Anton Sujarwo dalam sambutannya mengatakan tujuan konsolidasi akbar dan halal bihalal ini untuk mempererat silahturahmi para kepala desa. “Ini sebagai media untuk mempererat jalinan silahturahmi, dan saya sampaikan terima kasih pada bapak bupati yang telah memberi mobil operasional pada ASKAB,” katanya.

Dalam sambutannya itu, ketua ASKAB Banyuwangi yang mewakili para kepala desa meminta kepada bupati untuk tidak melakukan pemotongan Alokasi Dana Desa (ADD). “Sebagai perwakilan dari seluruh kepala desa di Kabupaten Banyuwangi, kami berharap tidak ada pemotongan ADD,” cetusnya.

Menjawab permintaan ketua ASKAB itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berjanji akan mengusahakan dan berupaya ADD tidak dipotong. Pihaknya, masih mencari solusi untuk mencukupi kekurangan anggaran sebesar Rp 14 miliar. “Akan saya usahakan mencari solusi lain, agar tidak ada pemotongan ADD. Sehingga seluruh kepala desa bisa leluasa memanfaatkan ADD sesuai alokasi yang sudah dalam perencanaan,” katanya.

Anas menyampaikan hampir seluruh aparatur sipil negara (ASN) terdampak Covid-19. Bahkan, mereka juga mengalami pemotongan anggaran yang diarahkan untuk penanganan virus Korona. “Hampir semua ada pemotongan, seluruh perjalanan dinas juga ditiadakan,” ungkapnya.

Saat ini, jelas dia, peran seluruh elemen dibutuhkan sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19. Para kepala desa yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, bisa menjadi motivasi. “Saya harap kepala desa tidak menjadi kompor, agar tidak memperkeruh suasana,” pintanya.(*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/