alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Rekomendasi Konfercab NU untuk Bupati Anas, Stop Peredaran Miras

BANYUWANGI   Banyaknya warga Banyuwangi yang menjadi korban tewas akibat minuman keras (miras), menjadi perhatian serius peserta Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU), kemarin (22/4). Salah satu rekomendasi Konfercab adalah meminta Pemkab Banyuwangi lebih serius untuk menghentikan peredaran miras di wilyah Banyuwangi.

Sebelum menjadi rekomendasi Konferab, problem miras dan narkoba menjadi pembahasan khusus dalam komisi hukum. Dalam rekomendasi itu disebutkan, walau Banyuwangi sudah memiliki perda Miras, namun hasilnya belum maksimal.

Karena itu, Pemkab Banyuwangi direkomendasikan untuk kerja lebih serius agar peredaran miras dan narkoba di Banyuwangi bisa dihilangkan.

Baca Juga :  Airlangga: Pemerintah Dukung Pengembangan Sektor Properti

Perda penting, tapi keseriusan penegakan perda menjadi satu-satunya solusi atas masalah ini. “Walau sudah ada Perda, buktinya pemerintah daerah dan bupati kurang tegas dalam penegakannya. Bahkan cenderung hanya menunggu ada kasus dulu baru ditindak dari pada upaya pencegahan”, ujar Imam Sanusi, salah satu peserta dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gambiran.

Senada dengan Imam, Asyari dari MWC NU Tegalsari juga berharap pada Bupati Abdullah Azwar Anas yang juga santri dan kader NU agar tidak memberi toleransi terhadap pelaku peredaran miras.  “ Ini sudah sangat meresahkan dan berulang kali memakan korban jiwa. Saya harap pemerintah tegas dengan persoalan peredaran narkoba dan miras ini,” terang Asyari.

Baca Juga :  Pemerintah Terapkan Sistem Indonesia National Single Window (SINSW)

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan dari peredaran minuman keras.

Anas mengatakan, dirinya sangat berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan kepolisian untuk memberantas peredaran minuman keras. “Masyarakat harus berperan aktif menjaga lingkungan dari peredaran miras, terutama miras oplosan,” ujarnya kemarin (22/4).

Ketua DPRD I Made Cahyana negara juga angkat suara terkait maraknya peredaran miras di Banyuwangi mengatakan, masyarakat harus waspada terhadap peredaran miras di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Made juga mengingatkan masyarakat tentang dampak negatif mengonsumsi miras, terutama miras oplosan. “Tidak ada untungnya mengonsumsi miras. Apalagi miras oplosan yang tidak diketahui kadar alkoholnya,” kata dia. (ddy/sgt)

BANYUWANGI   Banyaknya warga Banyuwangi yang menjadi korban tewas akibat minuman keras (miras), menjadi perhatian serius peserta Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU), kemarin (22/4). Salah satu rekomendasi Konfercab adalah meminta Pemkab Banyuwangi lebih serius untuk menghentikan peredaran miras di wilyah Banyuwangi.

Sebelum menjadi rekomendasi Konferab, problem miras dan narkoba menjadi pembahasan khusus dalam komisi hukum. Dalam rekomendasi itu disebutkan, walau Banyuwangi sudah memiliki perda Miras, namun hasilnya belum maksimal.

Karena itu, Pemkab Banyuwangi direkomendasikan untuk kerja lebih serius agar peredaran miras dan narkoba di Banyuwangi bisa dihilangkan.

Baca Juga :  Askab Ajak Hearing DPRD, Pansel Pilkades Absen

Perda penting, tapi keseriusan penegakan perda menjadi satu-satunya solusi atas masalah ini. “Walau sudah ada Perda, buktinya pemerintah daerah dan bupati kurang tegas dalam penegakannya. Bahkan cenderung hanya menunggu ada kasus dulu baru ditindak dari pada upaya pencegahan”, ujar Imam Sanusi, salah satu peserta dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Gambiran.

Senada dengan Imam, Asyari dari MWC NU Tegalsari juga berharap pada Bupati Abdullah Azwar Anas yang juga santri dan kader NU agar tidak memberi toleransi terhadap pelaku peredaran miras.  “ Ini sudah sangat meresahkan dan berulang kali memakan korban jiwa. Saya harap pemerintah tegas dengan persoalan peredaran narkoba dan miras ini,” terang Asyari.

Baca Juga :  Pemerintah Terapkan Sistem Indonesia National Single Window (SINSW)

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengajak masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan dari peredaran minuman keras.

Anas mengatakan, dirinya sangat berharap masyarakat tidak hanya mengandalkan kepolisian untuk memberantas peredaran minuman keras. “Masyarakat harus berperan aktif menjaga lingkungan dari peredaran miras, terutama miras oplosan,” ujarnya kemarin (22/4).

Ketua DPRD I Made Cahyana negara juga angkat suara terkait maraknya peredaran miras di Banyuwangi mengatakan, masyarakat harus waspada terhadap peredaran miras di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Made juga mengingatkan masyarakat tentang dampak negatif mengonsumsi miras, terutama miras oplosan. “Tidak ada untungnya mengonsumsi miras. Apalagi miras oplosan yang tidak diketahui kadar alkoholnya,” kata dia. (ddy/sgt)

Artikel Terkait

Most Read

Menyekolahkan Hati Selama Ramadan

Baznas Bedah Rumah Mbak Waginem

Layang-layang Ganggu Kabel PLN

Artikel Terbaru

/