24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Forkopimda Indramayu Kepincut MPP Digital

RadarBanyuwangi.id – Banyuwangi seolah tiada henti menjadi pusat perhatian daerah lain se-Indonesia. Buktinya, berkali-kali kabupaten the Sunrise of Java ini menerima kunjungan kerja pemerintah daerah lain se-Indonesia.

Kali ini, Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi. Ditemui langsung Bupati Ipuk Fiestiandani, kedua bupati tersebut saling sharing terkait inovasi pembangunan daerah.

Bupati Nina datang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Indramayu bersama jajarannya. Antara lain Kapolres Indramayu AKBP DR M. Fahri Siregar, Dandim Indramayu Letkol Kolonel ARM Andang Radianto, Kajari Indramayu Ajie Prasetya, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Indramayu Rinto Waluyo, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Indramayu.

Salah satu yang menjadi perhatian Bupati Nina adalah pelayanan publik dengan mengoptimalkan teknologi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Khususnya berkaitan Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital. ”Kami sudah bangun gedung MPP di Indramayu. Selanjutnya, kami ingin belajar bagaimana Banyuwangi mentransformasikan pelayanan ke basis digital melalui MPP Digital. Ini menarik bagi kami karena Indramayu baru sekarang ini membuat mal pelayanan publik jadi bagian perizinan,” ujar Nina saat bertemu Bupati Ipuk, Jumat (20/1) lalu.

Baca Juga :  Takjil juga Dibagikan Ibu-ibu Bhayangkari

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkab Indramayu juga tertarik dengan masalah tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility dari sejumlah korporasi untuk mendukung program-program pembangunan di daerah.

Dalam pertemuan yang gayeng tersebut, dua bupati perempuan itu banyak bertukar pengalaman terkait masalah pelayanan publik hingga pengembangan pariwisata. ”Banyuwangi juga menjadikan kekhasan lokal menjadi event yang menarik. Bagaimanapun pemkab harus kreatif untuk menyenangkan masyarakat dan juga menjadi sebuah destinasi wisata. Semoga banyak hal dari kedua belah yang bisa saling diduplikasi,” kata Nina.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengaku senang dengan kunjungan yang dipimpin oleh Bupati Indramayu. Menurut dia, dari pertemuan ini banyak hal yang bisa diterapkan baik bagi Banyuwangi maupun Indramayu untuk pembangunan di daerah. ”Setiap daerah memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka, dalam kunjungan ini saya juga mengajak OPD untuk juga belajar dari kehebatan Indramayu,” akunya.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Masih Bergantung Pengendalian Pandemi Covid-19

Dalam kesempatan itu, Ipuk menerangkan bahwa pelaksanaan MPP Digital di Banyuwangi diintegrasikan dengan aplikasi Smart Kampung. Warga bisa mengakses layanan MPP Digital dari Smart Kampung. ”Kita punya Smart Kampung yang terintegrasi dengan seluruh desa di Banyuwangi. Saat ini sudah ada 42 pelayanan lewat MPP Digital untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan publik, dan akan terus kita tambah lagi,” bebernya.

Selain MPP, lanjut Ipuk, Banyuwangi juga miliki Pasar Pelayanan Publik di dua kecamatan untuk memfasilitasi warga yang domisilinya jauh dari pusat kota. ”Lokasinya ada di Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Genteng. Pasar Pelayanan Publik ini dibuat agar warga tidak perlu mengurus pelayanan jauh ke pusat kota,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)

RadarBanyuwangi.id – Banyuwangi seolah tiada henti menjadi pusat perhatian daerah lain se-Indonesia. Buktinya, berkali-kali kabupaten the Sunrise of Java ini menerima kunjungan kerja pemerintah daerah lain se-Indonesia.

Kali ini, Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi. Ditemui langsung Bupati Ipuk Fiestiandani, kedua bupati tersebut saling sharing terkait inovasi pembangunan daerah.

Bupati Nina datang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Indramayu bersama jajarannya. Antara lain Kapolres Indramayu AKBP DR M. Fahri Siregar, Dandim Indramayu Letkol Kolonel ARM Andang Radianto, Kajari Indramayu Ajie Prasetya, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Indramayu Rinto Waluyo, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Indramayu.

Salah satu yang menjadi perhatian Bupati Nina adalah pelayanan publik dengan mengoptimalkan teknologi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Khususnya berkaitan Mal Pelayanan Publik (MPP) Digital. ”Kami sudah bangun gedung MPP di Indramayu. Selanjutnya, kami ingin belajar bagaimana Banyuwangi mentransformasikan pelayanan ke basis digital melalui MPP Digital. Ini menarik bagi kami karena Indramayu baru sekarang ini membuat mal pelayanan publik jadi bagian perizinan,” ujar Nina saat bertemu Bupati Ipuk, Jumat (20/1) lalu.

Baca Juga :  Tim Khofifah Diklat Pemenangan di Giri

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemkab Indramayu juga tertarik dengan masalah tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility dari sejumlah korporasi untuk mendukung program-program pembangunan di daerah.

Dalam pertemuan yang gayeng tersebut, dua bupati perempuan itu banyak bertukar pengalaman terkait masalah pelayanan publik hingga pengembangan pariwisata. ”Banyuwangi juga menjadikan kekhasan lokal menjadi event yang menarik. Bagaimanapun pemkab harus kreatif untuk menyenangkan masyarakat dan juga menjadi sebuah destinasi wisata. Semoga banyak hal dari kedua belah yang bisa saling diduplikasi,” kata Nina.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengaku senang dengan kunjungan yang dipimpin oleh Bupati Indramayu. Menurut dia, dari pertemuan ini banyak hal yang bisa diterapkan baik bagi Banyuwangi maupun Indramayu untuk pembangunan di daerah. ”Setiap daerah memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka, dalam kunjungan ini saya juga mengajak OPD untuk juga belajar dari kehebatan Indramayu,” akunya.

Baca Juga :  Pemkab Sediakan Angkutan Wisata Gratis

Dalam kesempatan itu, Ipuk menerangkan bahwa pelaksanaan MPP Digital di Banyuwangi diintegrasikan dengan aplikasi Smart Kampung. Warga bisa mengakses layanan MPP Digital dari Smart Kampung. ”Kita punya Smart Kampung yang terintegrasi dengan seluruh desa di Banyuwangi. Saat ini sudah ada 42 pelayanan lewat MPP Digital untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan publik, dan akan terus kita tambah lagi,” bebernya.

Selain MPP, lanjut Ipuk, Banyuwangi juga miliki Pasar Pelayanan Publik di dua kecamatan untuk memfasilitasi warga yang domisilinya jauh dari pusat kota. ”Lokasinya ada di Kecamatan Rogojampi dan Kecamatan Genteng. Pasar Pelayanan Publik ini dibuat agar warga tidak perlu mengurus pelayanan jauh ke pusat kota,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/