Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Ipuk Minta Desa Pertahankan Lahan Pertanian

22 September 2021, 12: 45: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Ipuk Minta Desa Pertahankan Lahan Pertanian

Share this      

LICIN – Sektor pertanian di Banyuwangi menjadi satu-satunya sektor yang tetap stabil selama pandemi Covid-19. Karena itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas berharap desa-desa yang selama ini menjadi wilayah penopang pangan dari sektor pertanian bisa tetap mempertahankan lahan pertaniannya.

Hal itu diucapkan Ipuk saat mengunjungi Festival Padi di Dusun Rembang, Desa Banjar, Kecamatan Licin, Senin (20/9) kemarin. Dia mengatakan bahwa kawasan pertanian adalah penopang ketersediaan pangan. Selain itu, selama pandemi sektor pertanian juga menyumbang 29,08 persen untuk PAD. Sektor itu juga tetap tumbuh selama pandemi di angka 1,75 persen. Karena itu keberadaan lahan pertanian harus benar-benar dilindungi. Salah satu yang dicontohkanya adalah lahan abadi pertanian yang ada di Desa Banjar.

Ipuk mengatakan, pemerintah desa diminta untuk menjaga lahan abadi yang sudah ditetapkan dalam peraturan desa. Sebab, jika tidak ada perlindungan terhadap kawasan pertanian, dikhawatirkan nantinya akan mengganggu produktivitas pertanian. ”Ini menjadi kekawatiran kita semua ketika ada lahan pertanian dikeringkan lalu digunakan untuk bangunan permanen. Jadi saya minta pemerintah desa untuk mempertahankan,” pesannya.

Baca juga: Airlangga Sabet Penghargaan dari Priyadarshni Academy Global Award

Ipuk menambahkan, kestabilan produksi pertanian juga ikut menjaga inflasi di Banyuwangi. Jika lahan pertanian terganggu, secara otomatis akan ikut memengaruhi hasil panen. Yang kemudian imbasnya akan merambah kepada angka inflasi di Banyuwangi yang terus meningkat. ”Kita ingin terus mempertahankan lahan pertanian di Licin, Glagah, Kalipuro, dan tempat-tempat lainnya di Banyuwangi utara dan selatan yang menjadi sentra pertanian terutama padi,” tegasnya.

Pemkab sendiri akan berupaya konsisten memperkuat program kebijakan pertanian. Sehingga pertanian di Banyuwangi tetap memiliki angka produktivitas yang tinggi. ”Kita ingin produk pertanian juga memiliki nilai jual yang tinggi produktivitasnya. Termasuk pengolahan pasca panen,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Banjar Sunandi mengatakan, pihaknya siap mengawal kebijakan Pemkab Banyuwangi untuk bisa memagari lahan-lahan produktif dari pembangunan. Meskipun pada kenyataannya salah satu titik di areal persawahan di Desa Banjar sempat dikeringkan untuk dijadikan bangunan. ”Kami siap mengawal intinya, termasuk kawasan yang menjadi tempat Festival Padi. Kita akan kelola bersama masyarakat,” tegasnya. 

(bw/fre/ics/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia