29.1 C
Banyuwangi
Thursday, March 23, 2023

Tingkatkan IPM melalui Desa Cantik

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu indikator maju dan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu daerah. Data IPM tersebut dapat diketahui dari data yang akurat dan terbaru.

Oleh karena itu, dibutuhkan informasi yang tepat dari pelaksanaan survei yang sesuai dengan standar. Selain itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) mumpuni yang paham akan pelaksanaan survei tersebut.

Sementara itu, Banyuwangi memiliki empat desa yang menjadi proyek percontohan (pilot project) Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik). Empat desa dimaksud meliputi Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah; Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi; Desa Setail, Kecamatan Genteng, dan Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring.

Sekadar diketahui, Desa Cantik merupakan program Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membina, membangun, dan meningkatkan kompetensi aparatur desa agar mampu memahami tentang statistik.

Kepala Desa Tamansuruh Teguh Eko Rahadi mengatakan, pihaknya telah menggenjot pemahaman tentang pentingnya data sejak tahun 2020. Setahun berikutnya, yakni tahun 2021, desa yang dia pimpin mendapat amanat sebagai percontohan Desa Cantik.

Baca Juga :  Tinjau Pasar Terbakar, Ipuk Siapkan Relokasi Pedagang

Menurut Eko, hal terpenting saat ini adalah memberikan pelayanan terbaik yang dibutuhkan oleh masyarakat. ”Output dari Desa Cantik ini adalah mendapatkan data tentang kebutuhan masyarakat, baik dokumen kependudukan atau informasi lainnya, yang ujung-ujungnya adalah meningkatkan IPM,” ujarnya kemarin (21/2).

Beberapa data penting yang dibutuhkan untuk mengetahui IPM yakni informasi terkait pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Untuk mendapatkan seluruh informasi tersebut, dibutuhkan petugas yang mumpuni.

Oleh karena itu, Teguh telah menyiapkan pelatihan bagi perangkat desa untuk melaksanakan survei tersebut. ”Jadi, petugas dapat mendata masyarakat yang telah berusia 17 tahun tetapi belum punya kartu tanda penduduk (KTP). Selain itu, warga yang tidak punya akta cerai, akta nikah, dan data masyarakat yang layak mendapat bantuan tetapi belum mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Baca Juga :  Kumbang Turun Gunung, Siap Menangkap Gusti

Kepala BPS Joko Santoso mengatakan, Desa Tamansuruh merupakan salah satu desa di Banyuwangi yang berkesempatan menjadi desa percontohan. Sementara itu, di tahun 2022 terdapat tiga desa yang bertugas sebagai pilot project. ”Ada Kelurahan Tamanbaru, Desa Setail, dan Desa Plampangrejo,” kata dia.

Mantan Kepala BPS Kabupaten Trenggalek itu mengungkapkan, Bupati Ipuk Fiestiandani berkeinginan membuat seluruh desa dan kelurahan di Banyuwangi menjadi Desa Cantik. Namun, pihaknya mengaku masih terkendala keterbatasan SDM untuk melakukan pembinaan. ”Saat ini kami masih keterbatasan petugas, sehingga untuk sementara direncanakan setiap kecamatan memiliki satu desa yang sadar akan statistik,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu indikator maju dan tingkat kesejahteraan masyarakat suatu daerah. Data IPM tersebut dapat diketahui dari data yang akurat dan terbaru.

Oleh karena itu, dibutuhkan informasi yang tepat dari pelaksanaan survei yang sesuai dengan standar. Selain itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) mumpuni yang paham akan pelaksanaan survei tersebut.

Sementara itu, Banyuwangi memiliki empat desa yang menjadi proyek percontohan (pilot project) Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik). Empat desa dimaksud meliputi Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah; Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi; Desa Setail, Kecamatan Genteng, dan Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring.

Sekadar diketahui, Desa Cantik merupakan program Badan Pusat Statistik (BPS) untuk membina, membangun, dan meningkatkan kompetensi aparatur desa agar mampu memahami tentang statistik.

Kepala Desa Tamansuruh Teguh Eko Rahadi mengatakan, pihaknya telah menggenjot pemahaman tentang pentingnya data sejak tahun 2020. Setahun berikutnya, yakni tahun 2021, desa yang dia pimpin mendapat amanat sebagai percontohan Desa Cantik.

Baca Juga :  Tinjau Pasar Terbakar, Ipuk Siapkan Relokasi Pedagang

Menurut Eko, hal terpenting saat ini adalah memberikan pelayanan terbaik yang dibutuhkan oleh masyarakat. ”Output dari Desa Cantik ini adalah mendapatkan data tentang kebutuhan masyarakat, baik dokumen kependudukan atau informasi lainnya, yang ujung-ujungnya adalah meningkatkan IPM,” ujarnya kemarin (21/2).

Beberapa data penting yang dibutuhkan untuk mengetahui IPM yakni informasi terkait pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Untuk mendapatkan seluruh informasi tersebut, dibutuhkan petugas yang mumpuni.

Oleh karena itu, Teguh telah menyiapkan pelatihan bagi perangkat desa untuk melaksanakan survei tersebut. ”Jadi, petugas dapat mendata masyarakat yang telah berusia 17 tahun tetapi belum punya kartu tanda penduduk (KTP). Selain itu, warga yang tidak punya akta cerai, akta nikah, dan data masyarakat yang layak mendapat bantuan tetapi belum mendapatkan bantuan,” tuturnya.

Baca Juga :  Rembug Pemuda, Hasilkan Aksi Kolaboratif Bangun Daerah

Kepala BPS Joko Santoso mengatakan, Desa Tamansuruh merupakan salah satu desa di Banyuwangi yang berkesempatan menjadi desa percontohan. Sementara itu, di tahun 2022 terdapat tiga desa yang bertugas sebagai pilot project. ”Ada Kelurahan Tamanbaru, Desa Setail, dan Desa Plampangrejo,” kata dia.

Mantan Kepala BPS Kabupaten Trenggalek itu mengungkapkan, Bupati Ipuk Fiestiandani berkeinginan membuat seluruh desa dan kelurahan di Banyuwangi menjadi Desa Cantik. Namun, pihaknya mengaku masih terkendala keterbatasan SDM untuk melakukan pembinaan. ”Saat ini kami masih keterbatasan petugas, sehingga untuk sementara direncanakan setiap kecamatan memiliki satu desa yang sadar akan statistik,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/