24 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Lanjutkan Arahan Jokowi, Ipuk Detailkan Program sampai Eselon III

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama segenap jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Banyuwangi. Rakor yang dipusatkan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis (19/1) tersebut digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forkopimda Tahun 2023 dua hari sebelumnya, tepatnya Selasa (17/1).

Rakor kali ini tidak hanya diikuti oleh kepala SKPD. Lebih dari itu, pejabat di eselon tiga di masing-masing dinas juga dilibatkan. ”Kita ingin arahan presiden ini bisa dipahami oleh birokrasi di semua tingkatan. Sehingga, kita bisa bergerak bersama dan seirama,” ungkap Ipuk.

Ada beberapa poin penting yang ditekankan oleh Ipuk dalam rakor tersebut. Di antaranya adalah ancaman resesi global yang diprediksi bakal terjadi pada tahun ini. ”Meskipun pertumbuhan ekonomi kita tercatat positif, tapi kita harus tetap berhati-hati dan waspada,” ujar Ipuk meneruskan arahan presiden.

Baca Juga :  510 Kg Beras Disalurkan untuk Tukang Pijat Terdampak PPKM

Untuk itu, lanjut Ipuk, pemerintah daerah harus mempersiapkan diri. Memastikan program pemkab harus bisa berdampak luas dan dapat menekan inflasi. ”Jangan sekadar menjalankan program. Tapi, harus berorientasi pada output,” tegasnya.

Ipuk juga mengingatkan kepada seluruh SKPD teknis untuk bersama-sama turun ke masyarakat. Mengecek kebutuhan dan meninjau harga. ”Sehingga, potensi inflasi bisa ditekan sedini mungkin,” harapnya.

Selama ini, papar Ipuk, Banyuwangi telah memiliki pengalaman cukup baik dalam penanganan inflasi. Hal ini terbukti dengan keberhasilan kabupaten ujung timur Jawa ini meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award dari Bank Indonesia tiga tahun beruntun sejak 2020 hingga 2022. ”Catatan ini harus kita pertahankan. Tidak hanya diniati meraih penghargaan semata, tapi kita niatkan untuk membantu rakyat,” jelas Ipuk.

Baca Juga :  Bamag Sosialisasi Ibadah Kebiyasaan Anyar

Rakor yang dikemas santai itu diwarnai pemaparan berbagai tantangan daerah oleh masing-masing SKPD. Selain itu, juga dilanjutkan dengan mem-breakdown persoalan tersebut dengan lebih rinci lagi dalam mencari solusi bersama.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono menambahkan, seluruh SKPD harus saling bersinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan daerah. Tidak boleh lagi ada ego sektoral antar-SKPD yang justru menghambat tercapainya tujuan bersama ini. ”Forum ini adalah upaya untuk menyamakan pemahaman seluruh SKPD,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Bupati Ipuk Fiestiandani menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama segenap jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Banyuwangi. Rakor yang dipusatkan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Kamis (19/1) tersebut digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forkopimda Tahun 2023 dua hari sebelumnya, tepatnya Selasa (17/1).

Rakor kali ini tidak hanya diikuti oleh kepala SKPD. Lebih dari itu, pejabat di eselon tiga di masing-masing dinas juga dilibatkan. ”Kita ingin arahan presiden ini bisa dipahami oleh birokrasi di semua tingkatan. Sehingga, kita bisa bergerak bersama dan seirama,” ungkap Ipuk.

Ada beberapa poin penting yang ditekankan oleh Ipuk dalam rakor tersebut. Di antaranya adalah ancaman resesi global yang diprediksi bakal terjadi pada tahun ini. ”Meskipun pertumbuhan ekonomi kita tercatat positif, tapi kita harus tetap berhati-hati dan waspada,” ujar Ipuk meneruskan arahan presiden.

Baca Juga :  Banyuwangi Melengkapi Keliling Dunia

Untuk itu, lanjut Ipuk, pemerintah daerah harus mempersiapkan diri. Memastikan program pemkab harus bisa berdampak luas dan dapat menekan inflasi. ”Jangan sekadar menjalankan program. Tapi, harus berorientasi pada output,” tegasnya.

Ipuk juga mengingatkan kepada seluruh SKPD teknis untuk bersama-sama turun ke masyarakat. Mengecek kebutuhan dan meninjau harga. ”Sehingga, potensi inflasi bisa ditekan sedini mungkin,” harapnya.

Selama ini, papar Ipuk, Banyuwangi telah memiliki pengalaman cukup baik dalam penanganan inflasi. Hal ini terbukti dengan keberhasilan kabupaten ujung timur Jawa ini meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award dari Bank Indonesia tiga tahun beruntun sejak 2020 hingga 2022. ”Catatan ini harus kita pertahankan. Tidak hanya diniati meraih penghargaan semata, tapi kita niatkan untuk membantu rakyat,” jelas Ipuk.

Baca Juga :  Disbudpar Tegaskan PT Lundin Belum Beri CSR

Rakor yang dikemas santai itu diwarnai pemaparan berbagai tantangan daerah oleh masing-masing SKPD. Selain itu, juga dilanjutkan dengan mem-breakdown persoalan tersebut dengan lebih rinci lagi dalam mencari solusi bersama.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mujiono menambahkan, seluruh SKPD harus saling bersinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangan daerah. Tidak boleh lagi ada ego sektoral antar-SKPD yang justru menghambat tercapainya tujuan bersama ini. ”Forum ini adalah upaya untuk menyamakan pemahaman seluruh SKPD,” pungkasnya. (rei/sgt/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/