Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Wilkersatdik Pesanggaran Hanya Berisi Tiga Staf

21 Oktober 2021, 18: 45: 59 WIB | editor : Bayu Saksono

Wilkersatdik Pesanggaran Hanya Berisi Tiga Staf

MINIM: M. Kholid (kanan) bersama dua staf di kantor Korwilkersatdik Kecamatan Pesanggaran kemarin (18/10). (Sulhan Hadi/RaBa)

Share this      

PESANGGARAN, Jawa Pos  Radar Genteng - Nasib pendidikan di wilayah Kecamatan Pesanggaran, bisa terancam. Saat ini, kantor Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Wilkersatdik) Kecamatan Pesanggaran yang mengurusi sekolah SD, pejabatnya banyak yang kosong.

Saat ini, di Wilkersatdik Pesanggaran itu hanya diisi tiga staf. Dari tiga pegawai itu, satu orang M. Kholid berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN), sedang dua orang lainnya Dewi Fitriani dan Yoyon Dwiyanto, statusnya tenaga harian lepas (THL). Kholid yang kesehariannya menjadi staf di bagian tata usaha (TU), untuk sementara merangkap sebagai Koorwilkersatdik. “Setiap hari ya cuma tiga staf ini,” cetus M. Kholid.

Dua staf yang ada di Wilkersatdik Pesanggaran, terang dia, Dewi Fitriani dan Yoyon Dwiyanto yang bertugas di bagian kependidikan dan administrasi umum. Kedua posisi itu, berada di bawah TU. “Pejabatnya tidak ada, semua pensiun,” ungkapnya.

Baca juga: Pilih Lokasi di Arena Gantangan Burung, Padukan Kuliner dan Kesenian

Kholid menyebut, posisi yang kosong di Wilkersatdik Kecamatan Pesanggaran, jelas dia, mulai Koorwilkersatdik, pengawas sekolah, Sarana dan Prasarana (Sarpras), dan pendidikan luar sekolah. “Meski hanya tiga orang, kita tetap semangat,” cetus pria yang juga dikenal pemain badut itu.

Kholid menyebut, meski hanya ditangani tiga pegawai, proses pembinaan dan kordinasi dengan lembaga pendidikan berjalan lancar. Jangakaun yang cukup luas, bisa terbantu dengan pemanfaatan teknologi  internet. “Ada rapat kita umumkan, jam berapa kita akan zoom meeting,” terangnya.

Meski kordinasi dengan sekolah tidak ada masalah, Kholid mengaku harus jeli mengatur jadwal dan tenaga. Terutama saat ada undangan rapat kepala sekolah atau rapat lainnya yang harus dihadiri secara langsung. Dengan hanya tiga orang di kantor, beberapa kegiatan itu tidak bisa diwakilkan. “Sekarang tenaganya harus membagi,” jelasnya.

Dengan tiga tenaga, Kholid mengaku sudah bisa mengatasi. Tapi, jika ada tambahan petugas, itu akan sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaannya. “Ini saya mau ke Banyuwangi, akan menanyakan penambahan pegawai,” cetusnya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Suratno menyampaikan minimnya tenaga di Wilkersatdik Kecamatan Pesanggaran, itu harus disikapi dengan sabar. Untuk penambahan pegawai dari dispendik, dipastikan tidak bisa dilakukan. Sebab, itu berkaitan dengan rencana penerapan Permendagri nomor 56 tahun 2019 tentang pedoman nomenklatur dan unit kerja sekretariat daerah provinsi dan kabupaten. “Sekarang masa transisi, ya harus disikapi sabar,” katanya.

Suratno menyebut, meski jumlah pegawai minim, pelayanan kepada lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Pesanggaran, dipastikan masih bisa berjalan normal. Hal itu karena pemanfaatan teknologi internet. “Saya rasa tidak ada masalah, kalau pelayanan kan ada internet,” terangnya.

Kondisi di lingkungan dispendik ini, masih kata dia, imbas dari moratorium pengadaan PNS di daerah. Saat ini, jumlah PNS di bidang kependidikan berkurang. “Sekarang di kantor wilkersatdik hanya diisi pejabat fungsional, bukan struktural,” terangnya.

Saat ini, pihaknya menunggu penerapan permendagri tersebut. Nanti akan ada beberapa alternatif terkait wilkersatdik, salah satu kemungkinan bisa dikembalikan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). “Kalau nanti kembali UPTD, hanya beda di nomenklatur,” jelasnya.

(bw/sli/rbs/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia