alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Operator Tur dan Hotel Diimbau Bikin Paket Wisata Sehat

BANYUWANGI – Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut antusias kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melonggarkan penggunaan masker di ruangan terbuka. Dia optimistis kebijakan tersebut bakal berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.

Ipuk pun memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi. Apalagi, Banyuwangi memiliki banyak alternatif destinasi yang sangat cocok dikunjungi untuk menikmati berbagai wisata luar ruang.

Ipuk menyebutkan, di kabupaten the Sunrise of Java ini terdapat dua taman nasional (TN), yakni TN Alas Purwo dan Meru Betiri. Bahkan, Alas Purwo dan Taman Wisata Kawah Ijen telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO, yang kemudian dinamai Cagar Alam Blambangan.

Banyuwangi juga ditetapkan sebagai Geopark Nasional, tepatnya untuk kawasan Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, dan TN Alas Purwo. Kini, kawasan itu sedang dalam pengajuan sebagai bagian dari jaringan geopark dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG). ”Maka, berhubung ada kebijakan bisa tak pakai masker saat di area terbuka, ayo datang ke Banyuwangi, nikmati kesegaran udara Banyuwangi,” ujarnya kemarin (19/5).

Ipuk menuturkan, jumlah wisatawan yang mencari destinasi dengan udara sehat tumbuh signifikan beberapa tahun terakhir. Terutama pada segmen wisatawan mancanegara dan kelompok kelas menengah ke atas. ”Berwisata di masa saat ini bukan hanya soal urusan bersenang-senang. Tapi berwisata adalah aktivitas untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Banyuwangi adalah destinasi yang tepat, yang menyajikan kesehatan udara sekaligus keindahan alam serta kekayaan budaya,” kata dia.

Oleh karena itu, Ipuk mengajak operator tur maupun hotel untuk membikin paket kesehatan. Misalnya, dengan menggabungkan terapi tradisional, aktivitas di taman nasional atau Kawah Ijen, dan konsumsi makanan sehat.

Bupati yang berpasangan dengan Wakil Bupati (Wabup) Sugirah tersebut menambahkan, salah satu agenda wisata terdekat yang ada di Banyuwangi adalah ajang selancar internasional paling bergengsi dunia, World Surf League (WSL) Championship Tour. Ajang ini bakal dihelat di Pantai Plengkung alias G-Land mulai 28 Mei sampai 6 Juni mendatang.

WSL Championship Tour merupakan ajang selancar internasional yang mendapatkan perhatian luas dari seluruh dunia. Liga selancar paling prestisius di dunia ini telah dihelat sejak 1976 dan hanya diikuti peselancar profesional terbaik dunia untuk mengejar predikat sebagai yang terbaik dari yang terbaik di seluruh jagat.

WSL dihelat di Pantai Plengkung (G-Land) yang memang dikenal sebagai surga bagi peselancar dunia. Ombaknya masuk kategori salah satu terbaik di dunia. ”Lokasi G-Land berada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang begitu kaya flora dan fauna. Para peselancar dunia tersebut tidak hanya berselancar saja, namun mereka bisa menikmati keindahan dan kesegaran udara TN Alas Purwo,” kata Ipuk.

TN Alas Purwo menjadi rumah bagi 700 jenis flora, 50 jenis mamalia, 320 jenis burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil. Sejak 2018, akses jalan utama di kawasan ini telah diaspal sehingga lebih memudahkan para wisatawan. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI – Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut antusias kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melonggarkan penggunaan masker di ruangan terbuka. Dia optimistis kebijakan tersebut bakal berdampak positif terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.

Ipuk pun memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi. Apalagi, Banyuwangi memiliki banyak alternatif destinasi yang sangat cocok dikunjungi untuk menikmati berbagai wisata luar ruang.

Ipuk menyebutkan, di kabupaten the Sunrise of Java ini terdapat dua taman nasional (TN), yakni TN Alas Purwo dan Meru Betiri. Bahkan, Alas Purwo dan Taman Wisata Kawah Ijen telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO, yang kemudian dinamai Cagar Alam Blambangan.

Banyuwangi juga ditetapkan sebagai Geopark Nasional, tepatnya untuk kawasan Kawah Ijen, Pantai Pulau Merah, dan TN Alas Purwo. Kini, kawasan itu sedang dalam pengajuan sebagai bagian dari jaringan geopark dunia atau UNESCO Global Geopark (UGG). ”Maka, berhubung ada kebijakan bisa tak pakai masker saat di area terbuka, ayo datang ke Banyuwangi, nikmati kesegaran udara Banyuwangi,” ujarnya kemarin (19/5).

Ipuk menuturkan, jumlah wisatawan yang mencari destinasi dengan udara sehat tumbuh signifikan beberapa tahun terakhir. Terutama pada segmen wisatawan mancanegara dan kelompok kelas menengah ke atas. ”Berwisata di masa saat ini bukan hanya soal urusan bersenang-senang. Tapi berwisata adalah aktivitas untuk memperbaiki kesehatan fisik dan mental. Banyuwangi adalah destinasi yang tepat, yang menyajikan kesehatan udara sekaligus keindahan alam serta kekayaan budaya,” kata dia.

Oleh karena itu, Ipuk mengajak operator tur maupun hotel untuk membikin paket kesehatan. Misalnya, dengan menggabungkan terapi tradisional, aktivitas di taman nasional atau Kawah Ijen, dan konsumsi makanan sehat.

Bupati yang berpasangan dengan Wakil Bupati (Wabup) Sugirah tersebut menambahkan, salah satu agenda wisata terdekat yang ada di Banyuwangi adalah ajang selancar internasional paling bergengsi dunia, World Surf League (WSL) Championship Tour. Ajang ini bakal dihelat di Pantai Plengkung alias G-Land mulai 28 Mei sampai 6 Juni mendatang.

WSL Championship Tour merupakan ajang selancar internasional yang mendapatkan perhatian luas dari seluruh dunia. Liga selancar paling prestisius di dunia ini telah dihelat sejak 1976 dan hanya diikuti peselancar profesional terbaik dunia untuk mengejar predikat sebagai yang terbaik dari yang terbaik di seluruh jagat.

WSL dihelat di Pantai Plengkung (G-Land) yang memang dikenal sebagai surga bagi peselancar dunia. Ombaknya masuk kategori salah satu terbaik di dunia. ”Lokasi G-Land berada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang begitu kaya flora dan fauna. Para peselancar dunia tersebut tidak hanya berselancar saja, namun mereka bisa menikmati keindahan dan kesegaran udara TN Alas Purwo,” kata Ipuk.

TN Alas Purwo menjadi rumah bagi 700 jenis flora, 50 jenis mamalia, 320 jenis burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil. Sejak 2018, akses jalan utama di kawasan ini telah diaspal sehingga lebih memudahkan para wisatawan. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/