alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Pertumbuhan Kredit Pertanian Paling Tinggi

BANYUWANGI – Tiga sektor usaha menyerap kredit paling besar di antara total kredit produktif yang disalurkan perbankan di wilayah Banyuwangi. Di antara tiga sektor tersebut, ranking pertama ditempati usaha perdagangan besar. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember merilis, dari total kredit sebanyak Rp 6,11 triliun merupakan kredit produktif, yakni kredit modal kerja dan investasi. Sedangkan Rp 2,45 triliun merupakan kredit konsumtif. Dari jumlah kredit produktif  Rp 6,11 triliun itu, sebanyak Rp 3,4 triliun terserap oleh sektor per dagangan besar. “Industri pengolahan menempati urutan kedua dengan total kredit sebesar

Rp 835,8 miliar,” ujar Hestu. Sedangkan peringkat ketiga ditempati sektor pertanian. Juml ah kredit yang diserap sektor yang satu ini mencapai Rp 790,87 miliar. Meski menempati pering kat ketiga secara nominal, namun persentase pertumbuhan kredit sektor pertanian tercatat yang tertinggi di antara dua sektor yang lain. Pada April 2017 kredit sektor pertanian sebesar Rp 559,75 miliar. Jika dikalkulasi, pertumbuhan kredit di sektor pertanian meningkat sebesar 41,29 persen secara year on year (YOY). Sedangkan dua sektor yang lain, yakni industri pengolahan dan perdagangan besar masingmasing naik sebesar 21,01 persen dan 23,59 persen. (sgt/afi)

BANYUWANGI – Tiga sektor usaha menyerap kredit paling besar di antara total kredit produktif yang disalurkan perbankan di wilayah Banyuwangi. Di antara tiga sektor tersebut, ranking pertama ditempati usaha perdagangan besar. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember merilis, dari total kredit sebanyak Rp 6,11 triliun merupakan kredit produktif, yakni kredit modal kerja dan investasi. Sedangkan Rp 2,45 triliun merupakan kredit konsumtif. Dari jumlah kredit produktif  Rp 6,11 triliun itu, sebanyak Rp 3,4 triliun terserap oleh sektor per dagangan besar. “Industri pengolahan menempati urutan kedua dengan total kredit sebesar

Rp 835,8 miliar,” ujar Hestu. Sedangkan peringkat ketiga ditempati sektor pertanian. Juml ah kredit yang diserap sektor yang satu ini mencapai Rp 790,87 miliar. Meski menempati pering kat ketiga secara nominal, namun persentase pertumbuhan kredit sektor pertanian tercatat yang tertinggi di antara dua sektor yang lain. Pada April 2017 kredit sektor pertanian sebesar Rp 559,75 miliar. Jika dikalkulasi, pertumbuhan kredit di sektor pertanian meningkat sebesar 41,29 persen secara year on year (YOY). Sedangkan dua sektor yang lain, yakni industri pengolahan dan perdagangan besar masingmasing naik sebesar 21,01 persen dan 23,59 persen. (sgt/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/