alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

DLH Sukses Antarkan Banyuwangi Raih Nirwasita Tantra 2020

GIRI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi terus menorehkan prestasi di tingkat nasional dan regional. Salah satunya mengantarkan kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini meraih penghargaan Green Leadership ”Nirwasita Tantra 2020” kategori Pemerintah Daerah Kabupaten Besar Peringkat Pertama.

Piagam dan piala penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 15 Juni 2021 bertempat di Auditorium Dr Ir Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Plt Kepala DLH Banyuwangi Dwi Handayani ST MSi mengatakan, penghargaan Nirwasita Tantra 2020 diraih berkat komitmen kepala daerah yang sangat antusias dan mendukung pembangunan berkelanjutan, serta konsisten dalam mengembangkan pariwisata berbasis alam atau ekowisata.

Pengembangan industri pariwisata Banyuwangi tidak hanya membangun gedung-gedung, melainkan membangun destinasi wisata yang bersinergi dengan alam. ”DLH memiliki peran fungsi pembinaan dan pelaksana kegiatan secara kuratif dan preventif dalam aspek yang bisa menimbulkan pencemaran lingkungan,” ujar Yani.

Sejak Januari 2017, kata Yani, DLH Banyuwangi memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk melakukan kewajiban pengelolaan lingkungan, yakni lingkungan industri, domestik rumah tangga atau usaha lainnya, serta kebersihan jalan.

Dalam melakukan tupoksi tersebut, DLH melakukan upaya preventif dengan memotivasi melalui gerakan-gerakan peningkatan masyarakat berupa sosialisasi, pembinaan kepada semua sektor masyarakat. Atas upaya itu, pada tahun 2021 DLH Banyuwangi juga berhasil mengantarkan sekolah/madrasah mendapat penghargaan Adiwiyata Provinsi, Nasional, dan Mandiri.  

Sedikitnya ada enam sekolah di Banyuwangi meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan tiga sekolah meraih penghargaan Adiwiyata Provinsi Jawa Timur. Untuk kategori Pondok Pesantren, juga berhasil mengantarkan Pondok Pesantren Al-Kautsar memperoleh penghargaan Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur Tahun 2021.

Sementara untuk kategori Desa/Kelurahan, DLH Banyuwangi juga mengantarkan Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro dan Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng memperoleh penghargaan Program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tidak itu saja, DLH Banyuwangi ikut mengantarkan Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro; Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi; serta Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar dan Desa Setail, Kecamatan Genteng memperoleh penghargaan Desa Berseri dari DLH Provinsi Jawa Timur.

Pada tahun 2021, DLH Banyuwangi telah memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Persampahan yang menangani pelayanan persampahan se-Banyuwangi. Saat ini sudah melayani 19 pasar, 33 tempat penampungan sampah/depo, dan 17 titik penempatan kontainer armroll dengan menggunakan 5 unit truk armroll, 18 dump truck, dan 1 truk compactor.

UPT Pengelolaan Persampahan ini nantinya sebagai eksekutor dalam pelayanan pengangkutan sampah dan penerapan retribusi persampahan. ”Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab dari masing-masing penghasil sampah dengan dibantu adanya peran serta dari pemerintah. Sehingga harapannya sampah menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah,” jelas Yani.

Dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat dalam pelestarian sumber air, pada bulan Maret tahun 2021, DLH Banyuwangi menggelar Festival Mentari dengan gerakan menanam pohon di sekitar sumber air di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan serentak dengan penanaman 6.000 bibit pohon yang secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Banyuwangi H Sugirah bersama jajaran Forpimda Banyuwangi. ”Melalui program sedekah oksigen ini, sudah tertanam sebanyak 8.810.208 pohon,” tegasnya.

 

Penanaman pohon tersebut, lanjut Dwi Handayani, bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dampak dari penanaman pohon itu diharapkan akan meningkatkan kualitas udara ambien (udara yang kita hirup) di Banyuwangi. Hasilnya, uji udara ambien di sejumlah titik di wilayah Banyuwangi menunjukkan kadar polutan yang signifikan menurun di bawah baku mutu.

Beberapa waktu lalu, UPT Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi yang bersertifikasi KAN dan ILAC-MRA sudah dapat mengujikan 147 parameter. Menjadi tuan rumah Rakor UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur yang pertama kali diselenggarakan oleh KLHK di UPT Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi pada 14 Desember 2021. ”UPT Laboratorium Lingkungan DLH menjadi gedung percontohan laboratorium lingkungan di Indonesia,” imbuh perempuan alumnus UPN Jogjakarta Fakultas Teknik Kimia ini.

Sejumlah inovasi juga terus dilakukan DLH Banyuwangi, di antaranya yakni Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan (SIMPLING), Bank Sampah Giat Keliling (BAGIAK), Menabung Sampah Dapat emas yang berkerja sama dengan Pegadaian, Ngopi Bayar Sampah, dan Sistem Pelaporan Lingkungan (SIMPEL). ”Terobosan inovasi ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat dan efisien. Sehingga pengelolaan lingkungan di Banyuwangi dapat tercipta menjadi bersih dan sehat,” tandas perempuan yang sudah 21 tahun mengabdi di DLH ini. 

GIRI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi terus menorehkan prestasi di tingkat nasional dan regional. Salah satunya mengantarkan kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini meraih penghargaan Green Leadership ”Nirwasita Tantra 2020” kategori Pemerintah Daerah Kabupaten Besar Peringkat Pertama.

Piagam dan piala penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 15 Juni 2021 bertempat di Auditorium Dr Ir Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Plt Kepala DLH Banyuwangi Dwi Handayani ST MSi mengatakan, penghargaan Nirwasita Tantra 2020 diraih berkat komitmen kepala daerah yang sangat antusias dan mendukung pembangunan berkelanjutan, serta konsisten dalam mengembangkan pariwisata berbasis alam atau ekowisata.

Pengembangan industri pariwisata Banyuwangi tidak hanya membangun gedung-gedung, melainkan membangun destinasi wisata yang bersinergi dengan alam. ”DLH memiliki peran fungsi pembinaan dan pelaksana kegiatan secara kuratif dan preventif dalam aspek yang bisa menimbulkan pencemaran lingkungan,” ujar Yani.

Sejak Januari 2017, kata Yani, DLH Banyuwangi memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk melakukan kewajiban pengelolaan lingkungan, yakni lingkungan industri, domestik rumah tangga atau usaha lainnya, serta kebersihan jalan.

Dalam melakukan tupoksi tersebut, DLH melakukan upaya preventif dengan memotivasi melalui gerakan-gerakan peningkatan masyarakat berupa sosialisasi, pembinaan kepada semua sektor masyarakat. Atas upaya itu, pada tahun 2021 DLH Banyuwangi juga berhasil mengantarkan sekolah/madrasah mendapat penghargaan Adiwiyata Provinsi, Nasional, dan Mandiri.  

Sedikitnya ada enam sekolah di Banyuwangi meraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan tiga sekolah meraih penghargaan Adiwiyata Provinsi Jawa Timur. Untuk kategori Pondok Pesantren, juga berhasil mengantarkan Pondok Pesantren Al-Kautsar memperoleh penghargaan Eco Pesantren Provinsi Jawa Timur Tahun 2021.

Sementara untuk kategori Desa/Kelurahan, DLH Banyuwangi juga mengantarkan Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro dan Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng memperoleh penghargaan Program Kampung Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tidak itu saja, DLH Banyuwangi ikut mengantarkan Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro; Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi; serta Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar dan Desa Setail, Kecamatan Genteng memperoleh penghargaan Desa Berseri dari DLH Provinsi Jawa Timur.

Pada tahun 2021, DLH Banyuwangi telah memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Persampahan yang menangani pelayanan persampahan se-Banyuwangi. Saat ini sudah melayani 19 pasar, 33 tempat penampungan sampah/depo, dan 17 titik penempatan kontainer armroll dengan menggunakan 5 unit truk armroll, 18 dump truck, dan 1 truk compactor.

UPT Pengelolaan Persampahan ini nantinya sebagai eksekutor dalam pelayanan pengangkutan sampah dan penerapan retribusi persampahan. ”Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab dari masing-masing penghasil sampah dengan dibantu adanya peran serta dari pemerintah. Sehingga harapannya sampah menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah,” jelas Yani.

Dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat dalam pelestarian sumber air, pada bulan Maret tahun 2021, DLH Banyuwangi menggelar Festival Mentari dengan gerakan menanam pohon di sekitar sumber air di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dilaksanakan serentak dengan penanaman 6.000 bibit pohon yang secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Banyuwangi H Sugirah bersama jajaran Forpimda Banyuwangi. ”Melalui program sedekah oksigen ini, sudah tertanam sebanyak 8.810.208 pohon,” tegasnya.

 

Penanaman pohon tersebut, lanjut Dwi Handayani, bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Dampak dari penanaman pohon itu diharapkan akan meningkatkan kualitas udara ambien (udara yang kita hirup) di Banyuwangi. Hasilnya, uji udara ambien di sejumlah titik di wilayah Banyuwangi menunjukkan kadar polutan yang signifikan menurun di bawah baku mutu.

Beberapa waktu lalu, UPT Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi yang bersertifikasi KAN dan ILAC-MRA sudah dapat mengujikan 147 parameter. Menjadi tuan rumah Rakor UPT Laboratorium Lingkungan DLH Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Timur yang pertama kali diselenggarakan oleh KLHK di UPT Laboratorium Lingkungan DLH Banyuwangi pada 14 Desember 2021. ”UPT Laboratorium Lingkungan DLH menjadi gedung percontohan laboratorium lingkungan di Indonesia,” imbuh perempuan alumnus UPN Jogjakarta Fakultas Teknik Kimia ini.

Sejumlah inovasi juga terus dilakukan DLH Banyuwangi, di antaranya yakni Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium Lingkungan (SIMPLING), Bank Sampah Giat Keliling (BAGIAK), Menabung Sampah Dapat emas yang berkerja sama dengan Pegadaian, Ngopi Bayar Sampah, dan Sistem Pelaporan Lingkungan (SIMPEL). ”Terobosan inovasi ini bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat dan efisien. Sehingga pengelolaan lingkungan di Banyuwangi dapat tercipta menjadi bersih dan sehat,” tandas perempuan yang sudah 21 tahun mengabdi di DLH ini. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/