Sabtu, 23 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Politik & Pemerintahan
icon featured
Politik & Pemerintahan

Erick Thohir Semangati Para ”Jagoan Banyuwangi”

20 September 2021, 14: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Erick Thohir Semangati Para ”Jagoan Banyuwangi”

SALAM KHAS BANYUWANGI: Menteri BUMN Eric Thohir, Menparekraf Sandiaga Uno, dan Bupati Ipuk Fiestiandani bertemu di Hotel Kokoon di sela-sela acara Apresiasi Kreasi Indonesia, Sabtu (18/9). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)

Share this      

BANYUWANGI – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Erick Thohir mengapresiasi Pemkab Banyuwangi yang telah menggeber kompetisi kewirausahaan dengan pendekatan digital. Menurut dia, hal itu merupakan langkah tepat untuk menghadapi second wave (gelombang kedua) industri digital.

Menteri Erick Thohir bertemu anak-anak muda para peserta kompetisi “Jagoan Banyuwangi”, yakni “Jagoan Tani” dan “Jagoan Bisnis” pada Sabtu malam (18/9). Dia memberikan semangat kepada para finalis ajang yang digelar Pemkab Banyuwangi tersebut.

Erick menuturkan, apa yang dilakukan Banyuwangi dengan menggelar kompetisi kewirausahaan dengan pendekatan digital tersebut merupakan langkah tepat untuk memperkuat hilirisasi gelombang kedua industri digital. “Kita harus mempersiapkan diri menghadapi second wave industri digital. Karena dalam beberapa tahun ke depan, kita akan dihadapkan pada lompatan-lompatan besar dan perubahan signifikan digitalisasi. “Itu yang juga saya lakukan dalam lingkungan BUMN, dengan memperkuat industri digital dalam negeri,” ujarnya. 

Baca juga: Erick Thohir Pantau Tebu Glenmore

Menurut mantan pemilik klub Serie A Inter Milan Italia tersebut, second wave industri digital diperkirakan akan terjadi tiga sampai lima tahun ke depan. Itulah yang menurutnya, pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah daerah harus memperkuat dengan mempersiapkan generasi muda untuk kian akrab dengan inovasi digitalisasi. “Di BUMN saat ini telah banyak anak-anak muda di direksi.  Sekitar 40 persen direksi berusia di bawah 40 tahun, dan 10 persen berusia di bawah 23 tahun,” jelas Erick. 

Kompetisi “Jagoan Banyuwangi”, menurut Erick, juga termasuk dalam persiapan second wave digitalisasi, dengan mempersiapkan generasi muda Banyuwangi. Selain itu juga upaya untuk melakukan keseimbangan ekonomi. 

Bahkan secara khusus, Erick memberikan tambahan hadiah pada juara pertama Jagoan Tani dan Jagoan Bisnis. Juara Jagoan Tani yang mendapat modal usaha Rp 50 juta, ditambah Erick Rp 50 juta. Sementara juara Jagoan Bisnis yang mendapat modal Rp 10 juta dan akses kredit perbankan, mendapat tambahan hadiah dari Erick Rp 25 juta. 

Sekadar diketahui keluar sebagai pemenang Jagoan Tani adalah tim Lemonto dari Kecamatan Sempu yang memberdayakan para petani lemon di kaki Gunung Raung. Sementara Jagoan Bisnis antara lain dimenangkan oleh Osaga (Osing Sagah) dari Kecamatan Genteng. 

Aang Muammar Zein, Ketua Osaga mengatakan, timnya berisi 4 orang yang masih berusia 24 tahun. Osaga merupakan rintisan usaha berbasis website yang membantu UMKM untuk memonitoring usahanya. “Mulai tracking kinerja pegawai, manajemen transaksi pelanggan, tracking status pengiriman, QR code, customer relationship manajemen, dan lainnya. Saat ini sudah ada dua mitra kami yang telah memanfaatkan platform Osaga,” kata Aang.

Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Jagoan Banyuwangi merupakan salah satu usaha mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan ke depan. “Selain Jagoan Tani dan Jagoan Bisnis kami juga melaksanakan berbagai skema baru pemulihan ekonomi,” ujarnya. 

Ipuk menambahkan Banyuwangi juga terus menyempurnakan program Smart Kampung. Smart Kampung sendiri merupakan pelayanan publik berbasis teknologi informasi di desa-desa. “Smart Kampung terus kami perkuat  pelayanan publik unggul berbasis desa, berpadu dengan pemberdayaan ekonomi, penguatan SDM, dan peningkatan infrastruktur,” pungkasnya.

Lawatan Menteri BUMN Eric Thohir ke Banyuwangi dimanfaatkan untuk melihat dari dekat aktivitas Pelabuhan ASDP Ketapang. Kunjungan Eric Thohir di Pelabuhan ASDP Ketapang berlangsung singkat. Di sana dia melihat pelayanan scan barcode aplikasi peduli lindungi yang diterapkan sebagai syarat perjalanan antarwilayah.

Eric sempat berbincang dengan pimpinan PT ASDP dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebelum akhirnya bertolak ke Bali dengan KMP Prathita IV. "Banyuwangi bagus, kabupaten ini bisa menjadi percontohan semua daerah. Bagaimana mereka terdampak Covid, sempat turun ekonominya kemudian sekarang naik lagi," puji Eric.

Mantan Bos Inter Milan itu juga mengatakan, pendapatan masyarakat Banyuwangi dengan angka Rp 50 juta perkapita dengan biaya hidup rata-rata Rp 3 juta perbulan juga menurutnya cukup baik. Karena itu, dia mengatakan jika Kementerian BUMN akan mencoba memberikan support, salah satunya dengan pembiayaan UMKM dengan dukungan logistik dan pemasaran. "Kita harap Banyuwangi bisa cepat pulih," ujarnya singkat.

(bw/sgt/aif/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia