alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Peringati Asura, Para Kiai Berdoa untuk Kebaikan & Kemajuan Banyuwangi

RadarBanyuwangi.id – Doa bersama secara hybrid, Rabu malam kemarin (18/8) juga dihadiri Ustad Yusuf Mansur. Tokoh agama berpengaruh itu hadir secara virtual. Ustad Yusuf Mansur mengatakan, momentum peringatan kemerdekaan harus dijadikan sebagai titik pijak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

”Inilah saatnya kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hanya kepada-Nya kita berharap pertolongan agar bangsa ini selamat dari pandemi Covid-19,” ujar pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Quran tersebut.

Sementara itu, KH Suyuti Thoha menuturkan, acara refleksi kemerdekaan RI kali ini terasa spesial. Sebab, kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan malam 10 Muharam. ”Ini merupakan malam yang istimewa. Malam di mana doa akan dikabulkan oleh Allah SWT,” kata pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda, Kecamatan Tegaldlimo itu.

Refleksi kemerdekaan juga disampaikan oleh KH Toha Muntoha. Menurut dia, kemerdekaan RI ini terdapat andil besar kalangan santri. Nyaris semua pendiri bangsa memiliki latar pendidikan agama yang cukup kuat. ”Untuk itu, seluruh elemen santri harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan bangsa ini. Tidak terkecuali menjaga kemerdekaan dari pandemi Covid-19 yang sedang melanda saat ini,” tutur pengasuh Ponpes Minhajut Thullab tersebut.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan ormas keagamaan di Banyuwangi. Seperti halnya Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Al-Irsyad, dan lain sebagainya. Selain itu, acara juga diikuti oleh sejumlah Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi. Sedangkan para peserta lainnya mengikutinya secara virtual melalui aplikasi Zoom maupun channel YouTube.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, tausiah dan doa dari para kiai menjadi bekal bagi semuanya untuk terus berikhtiar dalam situasi sulit saat ini. ”Matur sembah nuwun para kiai dan semua tokoh agama yang terus membimbing umat di Banyuwangi,” ujarnya.

Ipuk mengatakan, acara ini juga bertujuan untuk menyuntik ulang semangat para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banyuwangi untuk tetap giat berkhidmat bagi masyarakat. ”Kita harus tetap bersemangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Situasi sedang sulit, jangan marah kalau di-bully, anggap sebagai vitamin penyemangat agar kita tak pernah putus asa dalam melayani. Sehingga segala ikhtiar kita selama ini dalam mengatasi Covid-19 ini mendapatkan rida dari Allah SWT. Semua ujiannya pun segera diangkat dari Banyuwangi tercinta ini,” pungkasnya.  (sgt/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Doa bersama secara hybrid, Rabu malam kemarin (18/8) juga dihadiri Ustad Yusuf Mansur. Tokoh agama berpengaruh itu hadir secara virtual. Ustad Yusuf Mansur mengatakan, momentum peringatan kemerdekaan harus dijadikan sebagai titik pijak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

”Inilah saatnya kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hanya kepada-Nya kita berharap pertolongan agar bangsa ini selamat dari pandemi Covid-19,” ujar pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Quran tersebut.

Sementara itu, KH Suyuti Thoha menuturkan, acara refleksi kemerdekaan RI kali ini terasa spesial. Sebab, kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan malam 10 Muharam. ”Ini merupakan malam yang istimewa. Malam di mana doa akan dikabulkan oleh Allah SWT,” kata pengasuh Ponpes Mansya’ul Huda, Kecamatan Tegaldlimo itu.

Refleksi kemerdekaan juga disampaikan oleh KH Toha Muntoha. Menurut dia, kemerdekaan RI ini terdapat andil besar kalangan santri. Nyaris semua pendiri bangsa memiliki latar pendidikan agama yang cukup kuat. ”Untuk itu, seluruh elemen santri harus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan bangsa ini. Tidak terkecuali menjaga kemerdekaan dari pandemi Covid-19 yang sedang melanda saat ini,” tutur pengasuh Ponpes Minhajut Thullab tersebut.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan ormas keagamaan di Banyuwangi. Seperti halnya Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Al-Irsyad, dan lain sebagainya. Selain itu, acara juga diikuti oleh sejumlah Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi. Sedangkan para peserta lainnya mengikutinya secara virtual melalui aplikasi Zoom maupun channel YouTube.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, tausiah dan doa dari para kiai menjadi bekal bagi semuanya untuk terus berikhtiar dalam situasi sulit saat ini. ”Matur sembah nuwun para kiai dan semua tokoh agama yang terus membimbing umat di Banyuwangi,” ujarnya.

Ipuk mengatakan, acara ini juga bertujuan untuk menyuntik ulang semangat para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Banyuwangi untuk tetap giat berkhidmat bagi masyarakat. ”Kita harus tetap bersemangat untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Situasi sedang sulit, jangan marah kalau di-bully, anggap sebagai vitamin penyemangat agar kita tak pernah putus asa dalam melayani. Sehingga segala ikhtiar kita selama ini dalam mengatasi Covid-19 ini mendapatkan rida dari Allah SWT. Semua ujiannya pun segera diangkat dari Banyuwangi tercinta ini,” pungkasnya.  (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/