alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Realisasi Anggaran Surplus Rp 127 Miliar

RadarBanyuwangi.id – Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas membeber laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di hadapan dewan kemarin (17/6). Pada forum tersebut terungkap, meskipun dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret tahun lalu, namun realisasi pendapatan daerah berhasil melampaui target yang ditetapkan.

Laporan pertanggungjawaban APBD itu disampaikan Bupati Ipuk pada forum rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi M. Ali Mahrus. Ipuk hadir secara virtual melalui sambungan video conference dari Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

Sekadar diketahui, pendapatan daerah pada APBD 2020 ditarget sebesar Rp 3,234 triliun. Namun pada pelaksanaannya, pendapatan daerah yang diterima Pemkab Banyuwangi pada tahun lalu mencapai Rp 3,264 triliun. Angka ini setara dengan 101,04 persen dari target yang ditetapkan.

Bupati Ipuk mengatakan, pendapatan daerah tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Dia merinci, PAD pada APBD tahun lalu ditarget senilai Rp 565,194 miliar, pendapatan transfer ditetapkan sebesar Rp 2,355 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 313,613 miliar. ”Sedangkan realisasi PAD pada APBD 2020 sebesar Rp 482,74 miliar atau 85,41 persen, realisasi pendapatan transfer sebesar Rp 1,339 triliun atau setara 99,32 persen, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp 445,959 miliar atau sebesar 142,09 persen dari target,” bebernya.

Baca Juga :  Bantu Semen Pembangunan Ponpes, Kader PDIP Bagikan Kalender Gusti

Di sisi lain, belanja daerah pada APBD tahun 2020 ditetapkan sebesar Rp 3,417 triliun. Namun hingga tutup tahun, realisasi belanja daerah mencapai Rp 3,14 triliun atau setara 91,9 persen dari target. ”Sehingga per 31 Desember 2020 terjadi surplus realisasi anggaran sebesar Rp 127,592 miliar yang merupakan hasil realisasi pendapatan daerah dikurangi realisasi belanja daerah,” ujar Ipuk kepada RadarBanyuwangi.id.

Sementara itu, pos pembiayaan neto daerah tahun lalu ditarget sebesar Rp 182,98 miliar. Pembiayaan neto daerah tersebut berasal dari penerimaan pembiayaan yang ditarget sebesar Rp 187,08 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 4,1 miliar. Namun pada pelaksanaannya, penerimaan pembiayaan daerah tahun lalu terealisasi sebesar Rp 187,101 miliar atau setara 100,01 persen dari target dan pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp 4,1 miliar atau seratus persen dari target. Sehingga pembiayaan neto tahun lalu terealisasi sebesar Rp 183,001 miliar.

Dengan demikian, kata Ipuk, sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2020 sebesar Rp 310,593 miliar. Angka ini berasal dari penjumlahan surplus anggaran dan pembiayaan neto tahun lalu.

Baca Juga :  Green Energy Peluang Indonesia Selamat dari Krisis Energi Dunia

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi M. Ali Mahrus menyampaikan apresiasi kepada eksekutif lantaran penyampaian laporan pertanggungjawaban APBD 2020 dilakukan tepat waktu. ”Berdasar Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014, khususnya pasal 320, kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah (raperda) pertanggungjawaban APBD paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir. Untuk itu, kami mengapresiasi karena Saudara Bupati telah melaksanakan penyampaian raperda tersebut tepat waktu,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari anggota DPRD Syamsul Arifin. Dia menuturkan, meskipun pandemi Covid-19 melanda sejak Maret dan menyebabkan sektor perekonomian lesu, bahkan nyaris lumpuh mulai April tahun lalu, namun realisasi anggaran daerah tahun lalu surplus. ”Ini prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Meski demikian, Syamsul menyorot sektor PAD yang tahun lalu tidak terealisasi seratus persen. Padahal, target PAD pada Perubahan APBD 2020 telah diturunkan dari APBD induk 2020, yakni dari Rp 595 miliar menjadi Rp 565 miliar. ”Namun pada praktiknya, target PAD tetap tidak tercapai. Maka perlu kita dorong bersama-sama agar PAD tahun ini terealisasi seratus persen,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas membeber laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 di hadapan dewan kemarin (17/6). Pada forum tersebut terungkap, meskipun dilanda pandemi Covid-19 sejak Maret tahun lalu, namun realisasi pendapatan daerah berhasil melampaui target yang ditetapkan.

Laporan pertanggungjawaban APBD itu disampaikan Bupati Ipuk pada forum rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi M. Ali Mahrus. Ipuk hadir secara virtual melalui sambungan video conference dari Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

Sekadar diketahui, pendapatan daerah pada APBD 2020 ditarget sebesar Rp 3,234 triliun. Namun pada pelaksanaannya, pendapatan daerah yang diterima Pemkab Banyuwangi pada tahun lalu mencapai Rp 3,264 triliun. Angka ini setara dengan 101,04 persen dari target yang ditetapkan.

Bupati Ipuk mengatakan, pendapatan daerah tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Dia merinci, PAD pada APBD tahun lalu ditarget senilai Rp 565,194 miliar, pendapatan transfer ditetapkan sebesar Rp 2,355 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 313,613 miliar. ”Sedangkan realisasi PAD pada APBD 2020 sebesar Rp 482,74 miliar atau 85,41 persen, realisasi pendapatan transfer sebesar Rp 1,339 triliun atau setara 99,32 persen, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar Rp 445,959 miliar atau sebesar 142,09 persen dari target,” bebernya.

Baca Juga :  Usulan Interpelasi soal Rebutan Ijen Kandas

Di sisi lain, belanja daerah pada APBD tahun 2020 ditetapkan sebesar Rp 3,417 triliun. Namun hingga tutup tahun, realisasi belanja daerah mencapai Rp 3,14 triliun atau setara 91,9 persen dari target. ”Sehingga per 31 Desember 2020 terjadi surplus realisasi anggaran sebesar Rp 127,592 miliar yang merupakan hasil realisasi pendapatan daerah dikurangi realisasi belanja daerah,” ujar Ipuk kepada RadarBanyuwangi.id.

Sementara itu, pos pembiayaan neto daerah tahun lalu ditarget sebesar Rp 182,98 miliar. Pembiayaan neto daerah tersebut berasal dari penerimaan pembiayaan yang ditarget sebesar Rp 187,08 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 4,1 miliar. Namun pada pelaksanaannya, penerimaan pembiayaan daerah tahun lalu terealisasi sebesar Rp 187,101 miliar atau setara 100,01 persen dari target dan pengeluaran pembiayaan terealisasi Rp 4,1 miliar atau seratus persen dari target. Sehingga pembiayaan neto tahun lalu terealisasi sebesar Rp 183,001 miliar.

Dengan demikian, kata Ipuk, sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2020 sebesar Rp 310,593 miliar. Angka ini berasal dari penjumlahan surplus anggaran dan pembiayaan neto tahun lalu.

Baca Juga :  Ipuk: Buah Lokal Harus Jadi Juara

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi M. Ali Mahrus menyampaikan apresiasi kepada eksekutif lantaran penyampaian laporan pertanggungjawaban APBD 2020 dilakukan tepat waktu. ”Berdasar Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014, khususnya pasal 320, kepala daerah menyampaikan rancangan peraturan daerah (raperda) pertanggungjawaban APBD paling lambat enam bulan setelah tahun anggaran berakhir. Untuk itu, kami mengapresiasi karena Saudara Bupati telah melaksanakan penyampaian raperda tersebut tepat waktu,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari anggota DPRD Syamsul Arifin. Dia menuturkan, meskipun pandemi Covid-19 melanda sejak Maret dan menyebabkan sektor perekonomian lesu, bahkan nyaris lumpuh mulai April tahun lalu, namun realisasi anggaran daerah tahun lalu surplus. ”Ini prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Meski demikian, Syamsul menyorot sektor PAD yang tahun lalu tidak terealisasi seratus persen. Padahal, target PAD pada Perubahan APBD 2020 telah diturunkan dari APBD induk 2020, yakni dari Rp 595 miliar menjadi Rp 565 miliar. ”Namun pada praktiknya, target PAD tetap tidak tercapai. Maka perlu kita dorong bersama-sama agar PAD tahun ini terealisasi seratus persen,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/