alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Semua Kantor Desa/Kecamatan Kini Bisa Layani Gandrung JKN

JawaPos.com – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi melakukan monitoring dan evaluasi Program Gandrung JKN (GerakAN Desa uRUn bareNG Jaminan Kesehatan Nasional) pada Senin (14/5) di Ballroom Blambangan Hotel Aston Banyuwangi. 

Program yang memasuki semester kedua dalam pelaksanaannya ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi melalui Smart Kampung yang telah di-launching oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko pada 13 Desember 2017 di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Hernina Agustin selaku Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi, HM Lukman selaku Kabag Kesra Pemkab Banyuwangi, dan Drs Zen Kostolani Msi selaku Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyuwangi sekaligus membuka acara tersebut. Tak ketinggalan hadir pula PIC Gandrung JKN dari Kantor Kecamatan sebanyak 25 orang dan desa sebanyak 217 orang.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Hernina Agustin menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin antara kantor kecamatan dan kantor desa dalam Program Gandrung JKN. Saat ini, 100 persen kantor kecamatan dan kantor desa di Kabupaten Banyuwangi sudah bisa melayani pendaftaran peserta JKN-KIS. 

”Harapan kami dengan adanya Gandrung JKN ini kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Banyuwangi agar segera mendaftar diri dan keluarganya sebagai peserta JKN-KIS melalui kantor desa/kecamatan setempat. Dengan keikutsertaan sebagai peserta JKN-KIS berarti telah ikut bergotong-royong membantu mereka yang sakit,” kata Hernina.

Dengan adanya Gandrung JKN, masyarakat Banyuwangi dapat mendaftar menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dengan cukup mengisi formulir daftar isian dan melampirkan  fotokopi KTP dan Kartu Keluarga, fotokopi halaman depan buku rekening bank  (BNI, BRI, Mandiri, BTN, BCA).

Pendaftaran dilakukan melalui desa/kecamatan dan tidak perlu lagi ke kantor BPJS Kesehatan. Kartu peserta akan dikirim ke alamat rumah setelah melakukan pembayaran iuran pertama. Sampai dengan tanggal 31 April 2018, jumlah peserta yang mendaftar melalui program Gandrung JKN sebanyak 2.808 peserta.

Di akhir acara, seluruh peserta bersama-sama men-download aplikasi Mobile JKN. Aplikasi Mobile JKN merupakan aplikasi BPJS Kesehatan yang berbasis Android/App Store untuk memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

Ada 5 kemudahan yang didapatkan ketika menggunakan aplikasi ini. Yaitu kemudahan dalam melakukan pendaftaran dan perubahan, kemudahan mengetahui informasi dan data keluarga, kemudahan mengetahui informasi tagihan iuran dan pembayaran iuran (PBPU), kemudahan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, kemudahan menyampaikan pengaduan, dan permintaan informasi.

JawaPos.com – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi melakukan monitoring dan evaluasi Program Gandrung JKN (GerakAN Desa uRUn bareNG Jaminan Kesehatan Nasional) pada Senin (14/5) di Ballroom Blambangan Hotel Aston Banyuwangi. 

Program yang memasuki semester kedua dalam pelaksanaannya ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi melalui Smart Kampung yang telah di-launching oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko pada 13 Desember 2017 di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Hernina Agustin selaku Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banyuwangi, HM Lukman selaku Kabag Kesra Pemkab Banyuwangi, dan Drs Zen Kostolani Msi selaku Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyuwangi sekaligus membuka acara tersebut. Tak ketinggalan hadir pula PIC Gandrung JKN dari Kantor Kecamatan sebanyak 25 orang dan desa sebanyak 217 orang.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Hernina Agustin menyampaikan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin antara kantor kecamatan dan kantor desa dalam Program Gandrung JKN. Saat ini, 100 persen kantor kecamatan dan kantor desa di Kabupaten Banyuwangi sudah bisa melayani pendaftaran peserta JKN-KIS. 

”Harapan kami dengan adanya Gandrung JKN ini kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Banyuwangi agar segera mendaftar diri dan keluarganya sebagai peserta JKN-KIS melalui kantor desa/kecamatan setempat. Dengan keikutsertaan sebagai peserta JKN-KIS berarti telah ikut bergotong-royong membantu mereka yang sakit,” kata Hernina.

Dengan adanya Gandrung JKN, masyarakat Banyuwangi dapat mendaftar menjadi peserta JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dengan cukup mengisi formulir daftar isian dan melampirkan  fotokopi KTP dan Kartu Keluarga, fotokopi halaman depan buku rekening bank  (BNI, BRI, Mandiri, BTN, BCA).

Pendaftaran dilakukan melalui desa/kecamatan dan tidak perlu lagi ke kantor BPJS Kesehatan. Kartu peserta akan dikirim ke alamat rumah setelah melakukan pembayaran iuran pertama. Sampai dengan tanggal 31 April 2018, jumlah peserta yang mendaftar melalui program Gandrung JKN sebanyak 2.808 peserta.

Di akhir acara, seluruh peserta bersama-sama men-download aplikasi Mobile JKN. Aplikasi Mobile JKN merupakan aplikasi BPJS Kesehatan yang berbasis Android/App Store untuk memberikan kemudahan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional.

Ada 5 kemudahan yang didapatkan ketika menggunakan aplikasi ini. Yaitu kemudahan dalam melakukan pendaftaran dan perubahan, kemudahan mengetahui informasi dan data keluarga, kemudahan mengetahui informasi tagihan iuran dan pembayaran iuran (PBPU), kemudahan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, kemudahan menyampaikan pengaduan, dan permintaan informasi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/