alexametrics
25 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

Sepuluh Bulan Dilantik, Duet Ipuk-Sugirah Raih 22 Penghargaan Nasional

DUET Ipuk Fiestiandani-Sugirah resmi melanjutkan estafet kepemimpinan Pemkab Banyuwangi sejak 26 Februari lalu. Sejak dilantik sebagai pasangan bupati dan wakil bupati pada Februari 2021, keduanya berusaha mewujudkan komitmen untuk mengakselerasi pembangunan serta melanjutkan budaya inovasi di lingkup pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Hasilnya, selama sepuluh bulan memimpin Banyuwangi, sederet penghargaan berhasil direngkuh. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya 22 penghargaan tingkat regional hingga nasional diraih Pemkab Banyuwangi hanya dalam kurun kurang dari setahun.

Penghargaan pertama yang disabet Banyuwangi di era kepemimpinan Bupati Ipuk datang dari ajang Media Digital Award 2021 yang digeber 6 April lalu. Pemkab Banyuwangi dinobatkan sebagai pemerintah daerah kabupaten/kota di Jatim dengan pengelolaan media sosial terbaik.

Di hari yang sama, yakni 6 April, Banyuwangi meraih dua penghargaan sekaligus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Kala itu, kabupaten the Sunrise of Java ini dianugerahi penghargaan sebagai pembina terbaik tempat pengelolaan pangan (TPP) dan inovator pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas melalui inovasi Teropong Jiwa atau Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Ipuk pada rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-56 di Gedung Grahadi, Surabaya.

Selanjutnya, pada 27 April Pemkab Banyuwangi kembali meraih prestasi mentereng. Pemkab berhasil mempertahankan nilai ”A” pada penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). SAKIP ”A” tersebut diraih Banyuwangi selama lima tahun beruntun.

Penghargaan kelima yang diraih Pemkab Banyuwangi di masa kepemimpinan Ipuk adalah anugerah Karya Bhakti Peduli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tahun 2021 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Bernhard E. Rondonuwu kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

Keran penghargaan Pemkab Banyuwangi kembali terbuka pada 11 Mei. Kali ini di bidang pengelolaan keuangan. Pemkab diganjar penghargaan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Jatim. Penghargaan diberikan lantaran Banyuwangi sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tidak tanggung-tanggung, Opini WTP terhadap LKPD tersebut sukses diraih Banyuwangi sembilan kali beruntun.

Menginjak tengah tahun 2021, yakni 15 Juni, Pemkab Banyuwangi meraih penghargaan Nirwasita Tantra 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Penghargaan diberikan lantaran Bupati Ipuk dinilai berhasil mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Banyuwangi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar kepada Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Mujiono di Jakarta.

Nirwasita Tantra merupakan penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada kepala daerah yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan pembangunan berkelanjutan, untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Belum berhenti sampai di situ, Banyuwangi memborong sejumlah penghargaan bergengsi dalam Trisakti Tourism Award 2021 pada 26 Agustus lalu. Kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini meraih empat trofi dari enam kategori penghargaan yang diberikan. Penghargaan tersebut antara lain, juara pertama yang diterima Banyuwangi adalah ”Special Recognition” sebagai daerah berkomitmen tinggi untuk mengembangkan pariwisata, juara pertama untuk kategori Desa Wisata Alam.

Penghargaan yang diraih Banyuwangi juga datang di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2016 kepada Pemkab Banyuwangi. APE merupakan penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada  pemerintah daerah atas prestasi dan kontribusinya dalam melaksanakan pembangunan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Selain itu, sektor pertanian tidak mau kalah memberikan andil pada pundi-pundi penghargaan Pemkab Banyuwangi. Pada 9 September lalu, Program inovatif Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga (Puting Si Naga) menyabet penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik alias Sinovik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI. Inovasi Banyuwangi di sektor pertanian terpilih Top 45 Inovasi dari 1.619 inovasi yang telah terseleksi ketat dari seluruh Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo kepada Bupati Ipuk Fiestiandani secara virtual (9/11). Bupati Ipuk menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat karena inovasi di sektor pertanian terpilih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. ”Kami menyampaikan terima kasih pada pemerintah pusat yang telah memberikan apresiasi pada program peningkatan kapasitas produksi buah naga. Terima kasih juga kepada seluruh petani buah naga yang terus berinovasi dan juga kepada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, tak lupa juga kepada PT PLN yang mendukung penuh program ini,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi juga berhasil mempertahankan predikat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2021 sebagai kabupaten/kota terbaik se-Jawa dan Bali. Prestasi ini diraih Banyuwangi dalam kurun dua tahun beruntun setelah pada 2020 berhasil menyabet predikat serupa.

Pengukuhan TPID terbaik tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional TPID 2021 yang digelar secara virtual. Tepatnya dalam forum yang dihadiri dan dibuka Presiden Joko Widodo dan diikuti segenap Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia itu.

Rentetan prestasi yang diraih Banyuwangi semakin panjang setelah kabupaten terluas di Pulau Jawa ini mendapat dua penghargaan dari Pemprov Jatim, yakni sebagai pemerintah daerah di Jatim yang dapat mempertahankan SAKIP ”A” lima tahun beruntun dan penghargaan sebagai daerah di Jatim yang dapat mempertahankan capaian WTP berturut-turut kategori capaian lima tahun dan sepuluh tahun.

Pemkab Banyuwangi juga menorehkan prestasi mentereng di bidang kesehatan setelah dinobatkan sebagai salah satu Kabupaten Sehat di Indonesia. Penobatan ini ditandai dengan penyerahan penghargaan Swasti Saba Wistara tingkat nasional 2021. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat dan Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) bagi Tempat Pengelola Pangan secara virtual dan dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono, pada 17 November lau.

Selain itu, Banyuwangi mendapat penghargaan TOP 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2021. Penghargaan ini diraih lewat inovasi Banyuwangi Mengajar.

Sementara itu, menjelang tutup tahun, yakni pada Desember tahun ini, deretan penghargaan kembali menghampiri Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, tujuh penghargaan diraih Pemkab Banyuwangi sejak awal Desember hingga beberapa hari menjelang puncak Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250 yang jatuh bertepatan hari ini (18/12).

Tujuh penghargaan yang diraih Pemkab Banyuwangi pada Desember ini meliputi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) terbaik pertama tahun 2021 (dua tahun berturut-turut); penghargaan sebagai Badan Publik menuju Informatif; Juara I Anugerah Desa Wisata yang disabet Desa Tamansari, Kecamatan Licin; Natamukti Award 2021, The Most Popular Leader on Social Media; dan Smart City Award kategori Smart Economy.

Penghargaan Smart City Award diraih berkat program inovasi Smart Kampung yang diterapkan Pemkab Banyuwangi. Kali ini, Smart Kampung masuk dalam jajaran 100 Smart City 2021 kategori Smart Economy, dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Penghargaan tersebut diserahkan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos Informatika (Dirjen PPI) Ismail kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di forum Indonesia Smart City Conference, di Tangerang, Selasa lalu (14/12).

Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur kinerja Banyuwangi terus mencatat prestasi dan diapresiasi baik oleh pemerintah pusat, Pemprov Jatim, dan berbagai elemen lain. ”Penghargaan-penghargaan ini menjadi pelecut semangat kami untuk terus berinovasi dan berkinerja lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Ipuk juga bersyukur Banyuwangi mendapat berkah berlimpah sepanjang Desember ini. ”Ini merupakan kado yang baik menjelang Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250,” pungkasnya. 

DUET Ipuk Fiestiandani-Sugirah resmi melanjutkan estafet kepemimpinan Pemkab Banyuwangi sejak 26 Februari lalu. Sejak dilantik sebagai pasangan bupati dan wakil bupati pada Februari 2021, keduanya berusaha mewujudkan komitmen untuk mengakselerasi pembangunan serta melanjutkan budaya inovasi di lingkup pemerintah kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Hasilnya, selama sepuluh bulan memimpin Banyuwangi, sederet penghargaan berhasil direngkuh. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya 22 penghargaan tingkat regional hingga nasional diraih Pemkab Banyuwangi hanya dalam kurun kurang dari setahun.

Penghargaan pertama yang disabet Banyuwangi di era kepemimpinan Bupati Ipuk datang dari ajang Media Digital Award 2021 yang digeber 6 April lalu. Pemkab Banyuwangi dinobatkan sebagai pemerintah daerah kabupaten/kota di Jatim dengan pengelolaan media sosial terbaik.

Di hari yang sama, yakni 6 April, Banyuwangi meraih dua penghargaan sekaligus dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim. Kala itu, kabupaten the Sunrise of Java ini dianugerahi penghargaan sebagai pembina terbaik tempat pengelolaan pangan (TPP) dan inovator pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas melalui inovasi Teropong Jiwa atau Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Gubernur Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Ipuk pada rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-56 di Gedung Grahadi, Surabaya.

Selanjutnya, pada 27 April Pemkab Banyuwangi kembali meraih prestasi mentereng. Pemkab berhasil mempertahankan nilai ”A” pada penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). SAKIP ”A” tersebut diraih Banyuwangi selama lima tahun beruntun.

Penghargaan kelima yang diraih Pemkab Banyuwangi di masa kepemimpinan Ipuk adalah anugerah Karya Bhakti Peduli Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tahun 2021 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Bernhard E. Rondonuwu kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

Keran penghargaan Pemkab Banyuwangi kembali terbuka pada 11 Mei. Kali ini di bidang pengelolaan keuangan. Pemkab diganjar penghargaan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Jatim. Penghargaan diberikan lantaran Banyuwangi sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) murni atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2020 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Tidak tanggung-tanggung, Opini WTP terhadap LKPD tersebut sukses diraih Banyuwangi sembilan kali beruntun.

Menginjak tengah tahun 2021, yakni 15 Juni, Pemkab Banyuwangi meraih penghargaan Nirwasita Tantra 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Penghargaan diberikan lantaran Bupati Ipuk dinilai berhasil mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di Banyuwangi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar kepada Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Mujiono di Jakarta.

Nirwasita Tantra merupakan penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada kepala daerah yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan pembangunan berkelanjutan, untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Belum berhenti sampai di situ, Banyuwangi memborong sejumlah penghargaan bergengsi dalam Trisakti Tourism Award 2021 pada 26 Agustus lalu. Kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini meraih empat trofi dari enam kategori penghargaan yang diberikan. Penghargaan tersebut antara lain, juara pertama yang diterima Banyuwangi adalah ”Special Recognition” sebagai daerah berkomitmen tinggi untuk mengembangkan pariwisata, juara pertama untuk kategori Desa Wisata Alam.

Penghargaan yang diraih Banyuwangi juga datang di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2016 kepada Pemkab Banyuwangi. APE merupakan penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada  pemerintah daerah atas prestasi dan kontribusinya dalam melaksanakan pembangunan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

Selain itu, sektor pertanian tidak mau kalah memberikan andil pada pundi-pundi penghargaan Pemkab Banyuwangi. Pada 9 September lalu, Program inovatif Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga (Puting Si Naga) menyabet penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik alias Sinovik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI. Inovasi Banyuwangi di sektor pertanian terpilih Top 45 Inovasi dari 1.619 inovasi yang telah terseleksi ketat dari seluruh Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo kepada Bupati Ipuk Fiestiandani secara virtual (9/11). Bupati Ipuk menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat karena inovasi di sektor pertanian terpilih Top 45 Inovasi Pelayanan Publik. ”Kami menyampaikan terima kasih pada pemerintah pusat yang telah memberikan apresiasi pada program peningkatan kapasitas produksi buah naga. Terima kasih juga kepada seluruh petani buah naga yang terus berinovasi dan juga kepada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, tak lupa juga kepada PT PLN yang mendukung penuh program ini,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi juga berhasil mempertahankan predikat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award 2021 sebagai kabupaten/kota terbaik se-Jawa dan Bali. Prestasi ini diraih Banyuwangi dalam kurun dua tahun beruntun setelah pada 2020 berhasil menyabet predikat serupa.

Pengukuhan TPID terbaik tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional TPID 2021 yang digelar secara virtual. Tepatnya dalam forum yang dihadiri dan dibuka Presiden Joko Widodo dan diikuti segenap Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur, bupati dan wali kota se-Indonesia itu.

Rentetan prestasi yang diraih Banyuwangi semakin panjang setelah kabupaten terluas di Pulau Jawa ini mendapat dua penghargaan dari Pemprov Jatim, yakni sebagai pemerintah daerah di Jatim yang dapat mempertahankan SAKIP ”A” lima tahun beruntun dan penghargaan sebagai daerah di Jatim yang dapat mempertahankan capaian WTP berturut-turut kategori capaian lima tahun dan sepuluh tahun.

Pemkab Banyuwangi juga menorehkan prestasi mentereng di bidang kesehatan setelah dinobatkan sebagai salah satu Kabupaten Sehat di Indonesia. Penobatan ini ditandai dengan penyerahan penghargaan Swasti Saba Wistara tingkat nasional 2021. Penyerahan penghargaan dilakukan dalam ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat dan Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes) bagi Tempat Pengelola Pangan secara virtual dan dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono, pada 17 November lau.

Selain itu, Banyuwangi mendapat penghargaan TOP 30 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2021. Penghargaan ini diraih lewat inovasi Banyuwangi Mengajar.

Sementara itu, menjelang tutup tahun, yakni pada Desember tahun ini, deretan penghargaan kembali menghampiri Banyuwangi. Tidak tanggung-tanggung, tujuh penghargaan diraih Pemkab Banyuwangi sejak awal Desember hingga beberapa hari menjelang puncak Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250 yang jatuh bertepatan hari ini (18/12).

Tujuh penghargaan yang diraih Pemkab Banyuwangi pada Desember ini meliputi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN) terbaik pertama tahun 2021 (dua tahun berturut-turut); penghargaan sebagai Badan Publik menuju Informatif; Juara I Anugerah Desa Wisata yang disabet Desa Tamansari, Kecamatan Licin; Natamukti Award 2021, The Most Popular Leader on Social Media; dan Smart City Award kategori Smart Economy.

Penghargaan Smart City Award diraih berkat program inovasi Smart Kampung yang diterapkan Pemkab Banyuwangi. Kali ini, Smart Kampung masuk dalam jajaran 100 Smart City 2021 kategori Smart Economy, dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Penghargaan tersebut diserahkan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos Informatika (Dirjen PPI) Ismail kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di forum Indonesia Smart City Conference, di Tangerang, Selasa lalu (14/12).

Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur kinerja Banyuwangi terus mencatat prestasi dan diapresiasi baik oleh pemerintah pusat, Pemprov Jatim, dan berbagai elemen lain. ”Penghargaan-penghargaan ini menjadi pelecut semangat kami untuk terus berinovasi dan berkinerja lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Ipuk juga bersyukur Banyuwangi mendapat berkah berlimpah sepanjang Desember ini. ”Ini merupakan kado yang baik menjelang Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/