alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Siap Launching Program Pencalegan Sejak Dini

DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) optimistis bisa meraih 25 kursi di DPRD Banyuwangi pada Pemilu 2024 mendatang. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan target tersebut, PKB akan meluncurkan Program Pencalegan Dini 2024 pada awal tahun 2022.

Ketua DPC PKB Banyuwangi KH Abdul Malik Syafa’at mengatakan, pencalegan dini dilakukan sebagai ikhtiar kegiatan untuk mencari bakal calon legislatif (caleg) terbaik di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Banyuwangi.

Dalam rangka mewujudkan raihan 25 kursi DPRD Banyuwangi mendatang, pihaknya juga telah melakukan coaching clinic, pemetaan dapil, dan pada awal tahun 2022 akan dilakukan launching Program Pencalegan Dini. ”Setelah ini kita akan turun ke masing-masing kecamatan dan ranting untuk melakukan pemetaan dapil, sekaligus memulai rekrutmen caleg,” ujar lelaki yang akrab disapa Gus Malik ini.

Untuk pemenuhan target 25 kursi, kata Gus Malik, DPC PKB telah melakukan pemetaan. Ada 25 kecamatan di Banyuwangi dan semua berpotensi meloloskan caleg unggulan di masing-masing kecamatan untuk kursi DPRD Banyuwangi pada Pemilu 2024 mendatang. ”Awal tahun 2022 kita akan launching pencalegan dini dan segera sosialisasi dan rekrutmen caleg di masing-masing dapil,” jelasnya.

Setelah itu, akan dilakukan fit and proper test dan talent scouting caleg. Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan caleg. Dalam proses pencalegan dini, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya, caleg harus memiliki popularitas, jaringan yang luas, pengalaman, dan logistik untuk proses sosialisasi masing-masing caleg. ”Kriteria pencalegan ada kriteria khusus selain syarat formal dan normatif, yakni caleg harus memahami kebutuhan bangsa dan negara serta keinginan warga Banyuwangi secara keseluruhan,” terang Gus Malik.

Sejauh ini pihaknya telah melakukan pemetaan dapil prioritas dan quality control partai dan caleg yang menjadi target penambahan kursi, yang berpotensi menambah kursi DPRD Banyuwangi. ”Kita optimistis tambah kursi,” tegasnya.

Selain mengaktifkan sosialisasi, salah satu strategi menambah suara PKB yakni dengan mengaktifkan mesin partai dan harmonisasi PKB dan NU atau yang disebut PKB NUSatu atau PKB Nusa. ”Restrukturisasi di tingkat PAC dan Ranting, kaderisasi dan kolaborasi dengan NU sangat penting untuk mendongkrak suara PKB pada Pemilu 2024,” tandasnya. 

DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) optimistis bisa meraih 25 kursi di DPRD Banyuwangi pada Pemilu 2024 mendatang. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan target tersebut, PKB akan meluncurkan Program Pencalegan Dini 2024 pada awal tahun 2022.

Ketua DPC PKB Banyuwangi KH Abdul Malik Syafa’at mengatakan, pencalegan dini dilakukan sebagai ikhtiar kegiatan untuk mencari bakal calon legislatif (caleg) terbaik di seluruh daerah pemilihan (dapil) di Banyuwangi.

Dalam rangka mewujudkan raihan 25 kursi DPRD Banyuwangi mendatang, pihaknya juga telah melakukan coaching clinic, pemetaan dapil, dan pada awal tahun 2022 akan dilakukan launching Program Pencalegan Dini. ”Setelah ini kita akan turun ke masing-masing kecamatan dan ranting untuk melakukan pemetaan dapil, sekaligus memulai rekrutmen caleg,” ujar lelaki yang akrab disapa Gus Malik ini.

Untuk pemenuhan target 25 kursi, kata Gus Malik, DPC PKB telah melakukan pemetaan. Ada 25 kecamatan di Banyuwangi dan semua berpotensi meloloskan caleg unggulan di masing-masing kecamatan untuk kursi DPRD Banyuwangi pada Pemilu 2024 mendatang. ”Awal tahun 2022 kita akan launching pencalegan dini dan segera sosialisasi dan rekrutmen caleg di masing-masing dapil,” jelasnya.

Setelah itu, akan dilakukan fit and proper test dan talent scouting caleg. Kemudian dilanjutkan dengan pembekalan caleg. Dalam proses pencalegan dini, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya, caleg harus memiliki popularitas, jaringan yang luas, pengalaman, dan logistik untuk proses sosialisasi masing-masing caleg. ”Kriteria pencalegan ada kriteria khusus selain syarat formal dan normatif, yakni caleg harus memahami kebutuhan bangsa dan negara serta keinginan warga Banyuwangi secara keseluruhan,” terang Gus Malik.

Sejauh ini pihaknya telah melakukan pemetaan dapil prioritas dan quality control partai dan caleg yang menjadi target penambahan kursi, yang berpotensi menambah kursi DPRD Banyuwangi. ”Kita optimistis tambah kursi,” tegasnya.

Selain mengaktifkan sosialisasi, salah satu strategi menambah suara PKB yakni dengan mengaktifkan mesin partai dan harmonisasi PKB dan NU atau yang disebut PKB NUSatu atau PKB Nusa. ”Restrukturisasi di tingkat PAC dan Ranting, kaderisasi dan kolaborasi dengan NU sangat penting untuk mendongkrak suara PKB pada Pemilu 2024,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/