alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Peserta ASC Tembus 140 Tim

BANYUWANGI – Kompetisi usaha rintisan agrobisnis atau Agribusiness Startup Competition (ASC) yang digelar Pemkab Banyuwangi mendapat sambutan antusias anak-anak muda Bumi Blambangan. Setidaknya 140 tim mengikuti ajang yang digelar sebagai upaya mendorong anak muda terjun ke bisnis pertanian tersebut.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Arief Setiawan mengatakan, Banyuwangi Agribusiness Startup Competition terdiri atas dua kategori, yakni business plan (perencanaan bisnis) dan bisnis rintisan yang sudah berjalan. Di antara 140 tim peserta, sebanyak 33 tim berkompetisi pada kategori bisnis rintisan yang sudah berjalan.

Selain itu, ada 107 tim peserta yang berkompetisi pada kategori business plan. Seluruh tim peserta tersebut berebut hadiah modal kerja Rp 100 juta. ”Ini di luar dugaan kami, ternyata banyak anak muda yang ingin dan sedang menggeluti bisnis pertanian. Terbukti dari banyaknya peserta yang mendaftar secara online,” ujar Arief.

Arief menambahkan, para peserta mengajukan diri untuk pengembangan usaha pertanian, seperti pupuk organik cair, produk olahan buah, aplikasi pertanian, hingga pengolahan peternakan dan perikanan. ”Mereka akan masuk sesi interview, mempresentasikan usahanya kepada juri. Mulai rencana usaha, strategi pengembangan usaha, omzet, hingga pemasaran,” jelasnya.

Setelah interview, tim juri akan melakukan survei lapangan. Tim juri mengecek usaha yang diajukan peserta, baik yang rintisan maupun usaha yang tengah dirancang. ”Bagi pemenang, selain mendapatkan modal kerja, mereka mendapatkan mentoring program dari pakar keuangan, pemasaran kreatif, dan praktisi usaha pertanian sukses. Untuk peserta lainnya, tetap mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dari praktisi bisnis yang bermitra dengan Pemkab Banyuwangi,” papar Arief.

Sementara itu, sejumlah peserta antusias menyiapkan diri dalam kompetisi ini. Salah satunya Intan Lestari Mulyaningtias. Perempuan lulusan S2 Universitas Negeri (UN) Malang ini ingin mengembangkan usaha bunga. ”Saya namai usaha ini Alas Kembang. Kita ambil dari kebun bunga yang segera kami kembangkan di wilayah Songgon di kaki Gunung Raung,” ujarnya.

Peserta lain, yakni Dani Setiawan asal Kecamatan Tegaldlimo mengembangkan olahan buah naga. ”Keluarga saya punya kebun buah naga. Karena harganya kerap fluktuatif saat panen, saya kepikiran mengolahnya menjadi produk baru bernilai lebih tinggi,” tuturnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kompetisi ini digelar untuk mengajak kaum muda terjun ke bisnis pertanian. ”Tren anak muda yang mau bisnis pertanian makin susut. Semuanya ingin jadi pegawai bank atau wiraswasta di bidang nonpertanian. Lewat ajang ini kami tunjukkan bahwa sektor pertanian juga tidak kalah menjanjikan. Misalnya dengan nilai tambah padi, kopi, hortikultura, dan sebagainya,” katanya.

Dia menambahkan, ini merupakan kompetisi pertama. Ke depan, Pemkab Banyuwangi akan melibatkan perbankan agar bisa ikut langsung memberi hadiah dan pinjaman bagi pemenang. (sgt/afi)

BANYUWANGI – Kompetisi usaha rintisan agrobisnis atau Agribusiness Startup Competition (ASC) yang digelar Pemkab Banyuwangi mendapat sambutan antusias anak-anak muda Bumi Blambangan. Setidaknya 140 tim mengikuti ajang yang digelar sebagai upaya mendorong anak muda terjun ke bisnis pertanian tersebut.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Arief Setiawan mengatakan, Banyuwangi Agribusiness Startup Competition terdiri atas dua kategori, yakni business plan (perencanaan bisnis) dan bisnis rintisan yang sudah berjalan. Di antara 140 tim peserta, sebanyak 33 tim berkompetisi pada kategori bisnis rintisan yang sudah berjalan.

Selain itu, ada 107 tim peserta yang berkompetisi pada kategori business plan. Seluruh tim peserta tersebut berebut hadiah modal kerja Rp 100 juta. ”Ini di luar dugaan kami, ternyata banyak anak muda yang ingin dan sedang menggeluti bisnis pertanian. Terbukti dari banyaknya peserta yang mendaftar secara online,” ujar Arief.

Arief menambahkan, para peserta mengajukan diri untuk pengembangan usaha pertanian, seperti pupuk organik cair, produk olahan buah, aplikasi pertanian, hingga pengolahan peternakan dan perikanan. ”Mereka akan masuk sesi interview, mempresentasikan usahanya kepada juri. Mulai rencana usaha, strategi pengembangan usaha, omzet, hingga pemasaran,” jelasnya.

Setelah interview, tim juri akan melakukan survei lapangan. Tim juri mengecek usaha yang diajukan peserta, baik yang rintisan maupun usaha yang tengah dirancang. ”Bagi pemenang, selain mendapatkan modal kerja, mereka mendapatkan mentoring program dari pakar keuangan, pemasaran kreatif, dan praktisi usaha pertanian sukses. Untuk peserta lainnya, tetap mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dari praktisi bisnis yang bermitra dengan Pemkab Banyuwangi,” papar Arief.

Sementara itu, sejumlah peserta antusias menyiapkan diri dalam kompetisi ini. Salah satunya Intan Lestari Mulyaningtias. Perempuan lulusan S2 Universitas Negeri (UN) Malang ini ingin mengembangkan usaha bunga. ”Saya namai usaha ini Alas Kembang. Kita ambil dari kebun bunga yang segera kami kembangkan di wilayah Songgon di kaki Gunung Raung,” ujarnya.

Peserta lain, yakni Dani Setiawan asal Kecamatan Tegaldlimo mengembangkan olahan buah naga. ”Keluarga saya punya kebun buah naga. Karena harganya kerap fluktuatif saat panen, saya kepikiran mengolahnya menjadi produk baru bernilai lebih tinggi,” tuturnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, kompetisi ini digelar untuk mengajak kaum muda terjun ke bisnis pertanian. ”Tren anak muda yang mau bisnis pertanian makin susut. Semuanya ingin jadi pegawai bank atau wiraswasta di bidang nonpertanian. Lewat ajang ini kami tunjukkan bahwa sektor pertanian juga tidak kalah menjanjikan. Misalnya dengan nilai tambah padi, kopi, hortikultura, dan sebagainya,” katanya.

Dia menambahkan, ini merupakan kompetisi pertama. Ke depan, Pemkab Banyuwangi akan melibatkan perbankan agar bisa ikut langsung memberi hadiah dan pinjaman bagi pemenang. (sgt/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/