alexametrics
26.2 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Kontrak Kerja Diputus saat Istri Melahirkan

BANYUWANGI – Nasib kurang mujur juga dialami AH, 32, THL yang sebelumnya bekerja sebagai Satpol PP Banyuwangi.  Saat istrinya melahirkan di rumah sakit, dia  mendapat kabar kontrak kerjanya diputus oleh Pemkab Banyuwangi.

”Saya syok begitu membaca pesan lewat WhatsApp yang mengabarkan jika hubungan kerja saya diputus alias diberhentikan,” ungkap lelaki asal Singojuruh yang mewanti-wanti identitasnya tidak disebutkan tersebut.

AH diterima sebagai THL lewat rekrutmen di Satpol PP tahun 2012. Selama bekerja dia tidak pernah mendapat peringatan atau teguran keras akibat lalai dalam melaksanakan tugas. Bahkan, awal tahun lalu dia juga mengikuti ujian berbasis computer assisted test (CAT) di kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi.

Baca Juga :  Kemenparekraf Dukung Rebound Banyuwangi

Jika dilihat dari lamanya masa kerja, AH termasuk angkatan pertama THL. Artinya, dia sudah sembilan tahun mengabdikan diri sebagai THL di Satpol PP Banyuwangi. Yang menjadi pertanyaan, sampai saat ini dia belum mendapatkan penjelasan kenapa diputus kontrak dan diberhentikan. Sementara pegawai THL yang baru di bawahnya masih banyak yang dipertahankan. ”Kalau kinerja saya waktunya kerja ya kerja, tidak pernah mangkir dalam tugas,” ujarnya.

Yang lebih membuatnya syok, pemberhentian kerja itu dilakukan saat istrinya menjalani persalinan di rumah sakit. Sudah sepekan ini, AH tidak bekerja dan berupaya mencari peruntungan lain dengan kerja serabutan. ”Alhamdulillah anak pertama saya lahir selamat. Semoga ada pertimbangan lain dari pemkab terhadap nasib kami,” harapnya.

Baca Juga :  Peraih Sepeda Motor Teriak Lantang dan Peluk Cawagub Puti Guntur

AH mengungkapkan, rekan sesama Satpol PP juga mengalami nasib yang sama. Saat kontraknya diputus, istri temannya tersebut sedang hamil tua. Wanita tersebut sempat mengalami pendarahan gara-gara mendengar kabar suaminya diputus kontrak oleh Pemkab Banyuwangi. ”Kami sesama teman Satpol PP yang diberhentikan juga masih saling berkomunikasi. Semoga ada pertimbangan lain dari Pemkab Banyuwangi,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

BANYUWANGI – Nasib kurang mujur juga dialami AH, 32, THL yang sebelumnya bekerja sebagai Satpol PP Banyuwangi.  Saat istrinya melahirkan di rumah sakit, dia  mendapat kabar kontrak kerjanya diputus oleh Pemkab Banyuwangi.

”Saya syok begitu membaca pesan lewat WhatsApp yang mengabarkan jika hubungan kerja saya diputus alias diberhentikan,” ungkap lelaki asal Singojuruh yang mewanti-wanti identitasnya tidak disebutkan tersebut.

AH diterima sebagai THL lewat rekrutmen di Satpol PP tahun 2012. Selama bekerja dia tidak pernah mendapat peringatan atau teguran keras akibat lalai dalam melaksanakan tugas. Bahkan, awal tahun lalu dia juga mengikuti ujian berbasis computer assisted test (CAT) di kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi.

Baca Juga :  Kadir Langsung Sosialisasi Kenaikan UMK

Jika dilihat dari lamanya masa kerja, AH termasuk angkatan pertama THL. Artinya, dia sudah sembilan tahun mengabdikan diri sebagai THL di Satpol PP Banyuwangi. Yang menjadi pertanyaan, sampai saat ini dia belum mendapatkan penjelasan kenapa diputus kontrak dan diberhentikan. Sementara pegawai THL yang baru di bawahnya masih banyak yang dipertahankan. ”Kalau kinerja saya waktunya kerja ya kerja, tidak pernah mangkir dalam tugas,” ujarnya.

Yang lebih membuatnya syok, pemberhentian kerja itu dilakukan saat istrinya menjalani persalinan di rumah sakit. Sudah sepekan ini, AH tidak bekerja dan berupaya mencari peruntungan lain dengan kerja serabutan. ”Alhamdulillah anak pertama saya lahir selamat. Semoga ada pertimbangan lain dari pemkab terhadap nasib kami,” harapnya.

Baca Juga :  BSI Akan Bangun Jalan Rusak Sejauh 1.8 Km

AH mengungkapkan, rekan sesama Satpol PP juga mengalami nasib yang sama. Saat kontraknya diputus, istri temannya tersebut sedang hamil tua. Wanita tersebut sempat mengalami pendarahan gara-gara mendengar kabar suaminya diputus kontrak oleh Pemkab Banyuwangi. ”Kami sesama teman Satpol PP yang diberhentikan juga masih saling berkomunikasi. Semoga ada pertimbangan lain dari Pemkab Banyuwangi,” tandasnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/