alexametrics
22.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Geber Pelatihan Keterampilan Terapan untuk Kalangan Disabilitas

BANYUWANGI – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim dan Dinsos Banyuwangi berkolaborasi memberdayakan para penyandang disabilitas di Bumi Blambangan. Orang-orang berkebutuhan khusus tersebut diberi pembekalan keterampilan terapan, mulai kerajinan bambu, aneka olahan ikan, alas kaki, hingga berkebun dengan teknik hidroponik.

Pelatihan keterampilan terapan itu salah satunya digeber di Kecamatan Muncar kemarin (16/9). Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Anggota DPRD Provinsi Jatim  Zeiniye hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Selain itu, hadir pula Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jatim Sugiyon dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Banyuwangi Henik Setyorini

Salah satu peserta, yakni Gianto memilih mengikuti pelatihan menganyam bambu. Pria penyandang tunadaksa ini mengaku pelatihan tersebut bermanfaat sebagai bekal untuk membuat usaha mandiri.

Gianto mengaku, akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun lalu, tangan kanannya tidak bisa berfungsi normal kembali. Di sisi lain, dia mengaku saat ini kerjaan ojek sedang sepi. ”Makanya cari keterampilan daripada bengong di rumah. Kebetulan bambu mudah ditemui di sekitar rumah saya, ini akan jadi bekal saya membuat usaha sendiri,” kata dia.

Peserta lain, Intan, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan menganyam bambu. Jari-jari kecil Intan terlihat sangat terampil menganyam kerangka truntum (bahan dasar untuk kerajinan bambu), sebelum dibentuk menjadi ethuk (tempat nasi). Intan adalah seorang siswa SMP LB Cluring yang merupakan teman tuli. ”Menarik sekali, ini pertama saya belajar menganyam. Apalagi baru belajar, bisa langsung jadi, dan ternyata sudah ada yang langsung pesan 12 lusin,” kata Intan dengan bahasa isyarat.

Kepala Bidang Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jatim Sugiyono menjelaskan, program ini mendorong terbentuknya kampung inklusi, sebuah program rehabilitasi sosial berbasis kelompok bagi penyandang disabilitas. Kampung ini menyediakan layanan khusus untuk penyandang disabilitas. Salah satunya melalui pelatihan yang digelar beberapa hari dengan melibatkan 35 penyandang disabilitas. ”Kita bekali para penyandang disabilitas dengan berbagai keterampilan agar mereka lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Untuk mendukung terwujudnya kampung inklusi di Banyuwangi, Dinsos Jatim membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), salah satunya KSM Sekar Wangi di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. ”Karya para disabilitas ini bisa dibeli. Caranya, langsung menghubungi Ketua KSM Sekar Wangi di nomor 085258278399,” ujar Sugiyono.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengatakan akan terus mendorong berbagai pelatihan bagi para disabilitas. Bahkan, pihaknya berinisiatif akan membuka ruang pamer dan promosi bagi karya para disabilitas Banyuwangi. ”Saya dengar dari pihak Dinsos bahwa antusiasme disabilitas yang mengikuti pelatihan ini sangat tinggi. Tidak hanya yang di sekitar Muncar, namun dari kecamatan lain yang mendengar ada pelatihan ini turut mendaftar. Kami akan terus mendorong Dinsos untuk berbuat hal yang sama, termasuk mendampingi pemasaran produk mereka” kata dia.  

Selain itu, Ipuk juga akan memfasilitasi program pelatihan bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi. ”Kami akan upayakan untuk berkolaborasi bersama BLK. Sehingga teman-teman disabilitas ini bisa punya skill yang baik untuk bekal mereka membuka usaha. Kami ingin para disabilitas di Banyuwangi bisa produktif dan sejahtera. Terima kasih atas dukungan dari Gubernur Jatim Ibu Khofifah dalam program ini,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim dan Dinsos Banyuwangi berkolaborasi memberdayakan para penyandang disabilitas di Bumi Blambangan. Orang-orang berkebutuhan khusus tersebut diberi pembekalan keterampilan terapan, mulai kerajinan bambu, aneka olahan ikan, alas kaki, hingga berkebun dengan teknik hidroponik.

Pelatihan keterampilan terapan itu salah satunya digeber di Kecamatan Muncar kemarin (16/9). Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Anggota DPRD Provinsi Jatim  Zeiniye hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Selain itu, hadir pula Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jatim Sugiyon dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Banyuwangi Henik Setyorini

Salah satu peserta, yakni Gianto memilih mengikuti pelatihan menganyam bambu. Pria penyandang tunadaksa ini mengaku pelatihan tersebut bermanfaat sebagai bekal untuk membuat usaha mandiri.

Gianto mengaku, akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa tahun lalu, tangan kanannya tidak bisa berfungsi normal kembali. Di sisi lain, dia mengaku saat ini kerjaan ojek sedang sepi. ”Makanya cari keterampilan daripada bengong di rumah. Kebetulan bambu mudah ditemui di sekitar rumah saya, ini akan jadi bekal saya membuat usaha sendiri,” kata dia.

Peserta lain, Intan, mengaku senang bisa mengikuti pelatihan menganyam bambu. Jari-jari kecil Intan terlihat sangat terampil menganyam kerangka truntum (bahan dasar untuk kerajinan bambu), sebelum dibentuk menjadi ethuk (tempat nasi). Intan adalah seorang siswa SMP LB Cluring yang merupakan teman tuli. ”Menarik sekali, ini pertama saya belajar menganyam. Apalagi baru belajar, bisa langsung jadi, dan ternyata sudah ada yang langsung pesan 12 lusin,” kata Intan dengan bahasa isyarat.

Kepala Bidang Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Jatim Sugiyono menjelaskan, program ini mendorong terbentuknya kampung inklusi, sebuah program rehabilitasi sosial berbasis kelompok bagi penyandang disabilitas. Kampung ini menyediakan layanan khusus untuk penyandang disabilitas. Salah satunya melalui pelatihan yang digelar beberapa hari dengan melibatkan 35 penyandang disabilitas. ”Kita bekali para penyandang disabilitas dengan berbagai keterampilan agar mereka lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Untuk mendukung terwujudnya kampung inklusi di Banyuwangi, Dinsos Jatim membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), salah satunya KSM Sekar Wangi di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. ”Karya para disabilitas ini bisa dibeli. Caranya, langsung menghubungi Ketua KSM Sekar Wangi di nomor 085258278399,” ujar Sugiyono.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengatakan akan terus mendorong berbagai pelatihan bagi para disabilitas. Bahkan, pihaknya berinisiatif akan membuka ruang pamer dan promosi bagi karya para disabilitas Banyuwangi. ”Saya dengar dari pihak Dinsos bahwa antusiasme disabilitas yang mengikuti pelatihan ini sangat tinggi. Tidak hanya yang di sekitar Muncar, namun dari kecamatan lain yang mendengar ada pelatihan ini turut mendaftar. Kami akan terus mendorong Dinsos untuk berbuat hal yang sama, termasuk mendampingi pemasaran produk mereka” kata dia.  

Selain itu, Ipuk juga akan memfasilitasi program pelatihan bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi. ”Kami akan upayakan untuk berkolaborasi bersama BLK. Sehingga teman-teman disabilitas ini bisa punya skill yang baik untuk bekal mereka membuka usaha. Kami ingin para disabilitas di Banyuwangi bisa produktif dan sejahtera. Terima kasih atas dukungan dari Gubernur Jatim Ibu Khofifah dalam program ini,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/