alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Banyuwangi Jadi Pilot Project Strategi Pencegahan Stunting

RadarBanyuwangi.id – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memilih Banyuwangi sebagai pilot project penerapan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Aplikasi penyaringan (screening), pendampingan, dan pencegahan stunting bagi calon pengantin itu, selanjutnya akan diterapkan secara nasional.

Konsultan Ahli Program Pembangunan Keluarga, Kedeputian Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN dr Riyo Kristian Utomo menjelaskan, Elsimil merupakan strategi pencegahan stunting dari hulu. Dikatakan, aplikasi ini berfungsi sebagai alat screening untuk mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin. Tujuannya memastikan setiap calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

Aplikasi ini juga menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil terutama yang terkait faktor risiko stunting, dan alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan stratus gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat. Ke depan, aplikasi berbasis web dan mobile application itu wajib diunduh (download) dan diisi oleh setiap calon pengantin.

Di Banyuwangi penerapan aplikasi ini dilakukan di Kecamatan Sempu, pada Sabtu (14/8). Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan metode ceramah, praktik penggunaan aplikasi dan simulasi pendampingan, serta diskusi bersama sejumlah calon pengantin.

Riyo mengungkapkan, Banyuwangi dipilih sebagai pilot project lantaran kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini memiliki kampung Keluarga Berencana (KB) yang pernah meraih nominasi 5 besar nasional pada tahun 2019 lalu. Selain itu, kinerja para kader dan penyuluh lapangan KB di Banyuwangi juga dinilai baik sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi BKKBN pusat.

BKKBN juga mendatangkan tim ke Banyuwangi. Personel tim tersebut antara lain Tenaga Ahli Utama pada Kantor Staf Presiden RI Dr dr Brian Sriprahastuti, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat dr Victor Palimbong, Tim Pengembang Aplikasi, dan Tim Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat.

Tim BKKBN tersebut telah bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani, Sabtu sore. Dalam kesempatan itu, Ipuk sangat mengapresiasi upaya BKKBN pusat dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. ”Iya, kami bertemu tim BKKBN. Kami siap mendukung kebijakan pusat, termasuk upaya penurunan stunting ini,” ujarnya kemarin (16/8).

Ipuk menyebut masalah stunting masih menjadi isu besar yang harus diatasi bersama. ”Maka sinergi antara pusat dan daerah harus terus diperkuat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Semoga nantinya Elsimil bisa membantu menurunkan stunting,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

RadarBanyuwangi.id – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memilih Banyuwangi sebagai pilot project penerapan aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Aplikasi penyaringan (screening), pendampingan, dan pencegahan stunting bagi calon pengantin itu, selanjutnya akan diterapkan secara nasional.

Konsultan Ahli Program Pembangunan Keluarga, Kedeputian Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN dr Riyo Kristian Utomo menjelaskan, Elsimil merupakan strategi pencegahan stunting dari hulu. Dikatakan, aplikasi ini berfungsi sebagai alat screening untuk mendeteksi faktor risiko pada calon pengantin. Tujuannya memastikan setiap calon pengantin berada dalam kondisi ideal untuk menikah dan hamil.

Aplikasi ini juga menghubungkan calon pengantin dengan petugas pendamping, media edukasi tentang kesiapan menikah dan hamil terutama yang terkait faktor risiko stunting, dan alat pantau kepatuhan calon pengantin dalam melakukan treatment peningkatan stratus gizi untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat. Ke depan, aplikasi berbasis web dan mobile application itu wajib diunduh (download) dan diisi oleh setiap calon pengantin.

Di Banyuwangi penerapan aplikasi ini dilakukan di Kecamatan Sempu, pada Sabtu (14/8). Kegiatan dilakukan secara tatap muka dengan metode ceramah, praktik penggunaan aplikasi dan simulasi pendampingan, serta diskusi bersama sejumlah calon pengantin.

Riyo mengungkapkan, Banyuwangi dipilih sebagai pilot project lantaran kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini memiliki kampung Keluarga Berencana (KB) yang pernah meraih nominasi 5 besar nasional pada tahun 2019 lalu. Selain itu, kinerja para kader dan penyuluh lapangan KB di Banyuwangi juga dinilai baik sehingga menjadi pertimbangan tersendiri bagi BKKBN pusat.

BKKBN juga mendatangkan tim ke Banyuwangi. Personel tim tersebut antara lain Tenaga Ahli Utama pada Kantor Staf Presiden RI Dr dr Brian Sriprahastuti, Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat dr Victor Palimbong, Tim Pengembang Aplikasi, dan Tim Direktorat Bina Ketahanan Remaja BKKBN Pusat.

Tim BKKBN tersebut telah bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani, Sabtu sore. Dalam kesempatan itu, Ipuk sangat mengapresiasi upaya BKKBN pusat dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. ”Iya, kami bertemu tim BKKBN. Kami siap mendukung kebijakan pusat, termasuk upaya penurunan stunting ini,” ujarnya kemarin (16/8).

Ipuk menyebut masalah stunting masih menjadi isu besar yang harus diatasi bersama. ”Maka sinergi antara pusat dan daerah harus terus diperkuat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Semoga nantinya Elsimil bisa membantu menurunkan stunting,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/