alexametrics
27.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Realisasi PBB Naik Nyaris 4 Kali Lipat

BANYUWANGI – Memasuki pertengahan bulan pertama pada triwulan kedua tahun 2022, realisasi pendapatan daerah terus menunjukkan progres positif. Salah satunya dari sektor pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2). Bahkan, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi PBB di Banyuwangi naik hingga nyaris mencapai empat kali lipat.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, realisasi PBB P2 periode 1 Januari sampai 8 April tahun ini telah mencapai kurang lebih Rp 13,3 miliar. Angka ini setara dengan 13,67 persen dibandingkan target yang ditetapkan sebesar Rp 42 miliar.

Sementara itu, pada periode yang sama tahun lalu, realisasi PBB P2 baru mencapai Rp 3,12 miliar alias sekitar 8,82 persen dari target. Pada APBD 2021, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor PBB P2 ditarget sebesar Rp 35,37 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi Sih Wahyudi mengatakan, jatuh tempo alias tenggat pembayaran PBB tahun ini berakhir pada Juli mendatang. ”Untuk tahun ini, realisasi PBB P2 di Banyuwangi cukup bagus. Pada triwulan pertama tahun 2021 realisasi PBB hanya 4,6 persen, sedangkan tahun ini sebesar 25,4 persen. Kenaikannya sekitar empat kali lipat. Ini menunjukkan perekonomian masyarakat mulai membaik,” ujarnya.

Di sisi lain, Sih Wahyudi menuturkan, sejauh ini ada sejumlah warga maupun institusi yang mengajukan keberatan terhadap Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2. ”Itu diperbolehkan, kalau memang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Misalnya bangunannya sudah tidak ada atau luas lahannya berkurang karena sebagian sudah terjual. Itu perlu kita cek lagi. Kalau sesuai fakta, tagihan PBB-nya akan dikurangi,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Memasuki pertengahan bulan pertama pada triwulan kedua tahun 2022, realisasi pendapatan daerah terus menunjukkan progres positif. Salah satunya dari sektor pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB P2). Bahkan, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, realisasi PBB di Banyuwangi naik hingga nyaris mencapai empat kali lipat.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, realisasi PBB P2 periode 1 Januari sampai 8 April tahun ini telah mencapai kurang lebih Rp 13,3 miliar. Angka ini setara dengan 13,67 persen dibandingkan target yang ditetapkan sebesar Rp 42 miliar.

Sementara itu, pada periode yang sama tahun lalu, realisasi PBB P2 baru mencapai Rp 3,12 miliar alias sekitar 8,82 persen dari target. Pada APBD 2021, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor PBB P2 ditarget sebesar Rp 35,37 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi Sih Wahyudi mengatakan, jatuh tempo alias tenggat pembayaran PBB tahun ini berakhir pada Juli mendatang. ”Untuk tahun ini, realisasi PBB P2 di Banyuwangi cukup bagus. Pada triwulan pertama tahun 2021 realisasi PBB hanya 4,6 persen, sedangkan tahun ini sebesar 25,4 persen. Kenaikannya sekitar empat kali lipat. Ini menunjukkan perekonomian masyarakat mulai membaik,” ujarnya.

Di sisi lain, Sih Wahyudi menuturkan, sejauh ini ada sejumlah warga maupun institusi yang mengajukan keberatan terhadap Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB P2. ”Itu diperbolehkan, kalau memang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Misalnya bangunannya sudah tidak ada atau luas lahannya berkurang karena sebagian sudah terjual. Itu perlu kita cek lagi. Kalau sesuai fakta, tagihan PBB-nya akan dikurangi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/