alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Geber Fish Market untuk Gerakkan Perekonomian

RadarBanyuwangi.id – Fish Market Festival, ajang untuk mengenalkan destinasi wisata kuliner digeber di kawasan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi sejak Rabu (9/6) hingga Sabtu (12/6). Di destinasi yang satu ini, pengunjung bisa memilih berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan, mulai kerapu, baronang, cakalang, kakap, dan lain sebagainya.

Ikan-ikan itu selanjutnya langsung diolah sesuai selera pembeli. Bisa dibakar, digoreng, dikukus atau dimasak dengan cara yang lain. Pengunjung pun bisa menikmati ragam masakan berbahan ikan tersebut di lokasi atau dibawa pulang.

Fish Market Festival kali ini digeber di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Kampung Mandar. Kawasan tersebut berada tidak jauh dari Pantai Marina Boom Banyuwangi. Ikan dijual beragam, mulai dari ikan kakap, kerapu, dan ikan padi-padi. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp 35 ribu sampai 75 ribu per kilogram (kg).

Bupati Ipuk Fiestiandani kepada RadarBanyuwangi.id mengatakan, event ini merupakan upaya  menggerakkan ekonomi warga menyusul perekonomian yang sempat terpuruk imbas Pandemi Covid-19. Dia menilai, tempat ini sangat strategis menjadi destinasi wisata kuliner lantaran dekat dengan perkotaan dan pelabuhan marina boom. “Saya harap ini menjadi salah satu pusat kuliner seafood, dan menjadi penunjang Marina Boom,” ujarnya saat meresmikan Banyuwangi Artweek dan Mandar Food Festival.

Baca Juga :  Ajak Makan Ikan dan Promosikan Destinasi Watu Kereto

Ipuk berpesan kepada warga setempat  menjaga kualitas dan kebersihan di wilayah tersebut. Selain itu warga juga menjadi pelayan wisatawan yang baik dan ramah. “Mudah-mudahan event ini menjadi penggerak ekonomi di tengah pandemi,” harap Ipuk.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) M. Yanuarto Bramuda menambahkan, Kampung Mandar saat ini telah menjadi pusat kuliner olahan laut dan telah ramai pengunjung dan pencinta kuliner maupun wisatawan. Sebab, selain harganya murah, ikan yang diolah juga harus benar-benar segar. “Ada sekitar 20 lebih warung olahan ikan  rata-rata menghabiskan minimal 10 kilogram ikan hingga 20 kilogram di akhir pekan,” kata pria yang karib disapa Bram tersebut.

Camat Banyuwangi M. Lutfi menambahkan, pasar ikan di Kelurahan Mandar ini awalnya merupakan lahan berupa rawa yang penuh dengan sampah. Namun saat ini telah menjadi salah satu tempat yang bersih dan pusat perekonomian warga Kelurahan Mandar.

Baca Juga :  Atribut Jokowi-Gatot Bertebaran

Lutfi menuturkan, adanya pusat kuliner laut di wilayahnya telah mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian warga. Bahkan, diamenyebut sejumlah warga Kampung Mandar beralih profesi dari pekerjaan serabutan menjadi pemilik atau pun pekerja warung seafood. “Ada pemilik warung yang berawal dari tukang parkir, sekarang telah memiliki 5 pegawai, jika dikalkulasi setidaknya ada 100 pegawai yang terserap dari sentra kuliner Kampung Mandar,” bebernya kepada RadarBanyuwangi.id.

Sementara itu, selain seafood, di lokasi tersebut juga digelar Banyuwangi Art Week. Event ini menjadi ajang pameran produk hasil produksi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mulai dari kaus dengan nuansa Banyuwangi, batik, makanan olahan, serta kerajinan tangan, dan lain sebagainya. (sgt/afi)

RadarBanyuwangi.id – Fish Market Festival, ajang untuk mengenalkan destinasi wisata kuliner digeber di kawasan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi sejak Rabu (9/6) hingga Sabtu (12/6). Di destinasi yang satu ini, pengunjung bisa memilih berbagai jenis ikan hasil tangkapan nelayan, mulai kerapu, baronang, cakalang, kakap, dan lain sebagainya.

Ikan-ikan itu selanjutnya langsung diolah sesuai selera pembeli. Bisa dibakar, digoreng, dikukus atau dimasak dengan cara yang lain. Pengunjung pun bisa menikmati ragam masakan berbahan ikan tersebut di lokasi atau dibawa pulang.

Fish Market Festival kali ini digeber di Tempat Penampungan Ikan (TPI) Kampung Mandar. Kawasan tersebut berada tidak jauh dari Pantai Marina Boom Banyuwangi. Ikan dijual beragam, mulai dari ikan kakap, kerapu, dan ikan padi-padi. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp 35 ribu sampai 75 ribu per kilogram (kg).

Bupati Ipuk Fiestiandani kepada RadarBanyuwangi.id mengatakan, event ini merupakan upaya  menggerakkan ekonomi warga menyusul perekonomian yang sempat terpuruk imbas Pandemi Covid-19. Dia menilai, tempat ini sangat strategis menjadi destinasi wisata kuliner lantaran dekat dengan perkotaan dan pelabuhan marina boom. “Saya harap ini menjadi salah satu pusat kuliner seafood, dan menjadi penunjang Marina Boom,” ujarnya saat meresmikan Banyuwangi Artweek dan Mandar Food Festival.

Baca Juga :  Prabowo Wira-Wiri ke Banyuwangi, Ada Apa?

Ipuk berpesan kepada warga setempat  menjaga kualitas dan kebersihan di wilayah tersebut. Selain itu warga juga menjadi pelayan wisatawan yang baik dan ramah. “Mudah-mudahan event ini menjadi penggerak ekonomi di tengah pandemi,” harap Ipuk.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) M. Yanuarto Bramuda menambahkan, Kampung Mandar saat ini telah menjadi pusat kuliner olahan laut dan telah ramai pengunjung dan pencinta kuliner maupun wisatawan. Sebab, selain harganya murah, ikan yang diolah juga harus benar-benar segar. “Ada sekitar 20 lebih warung olahan ikan  rata-rata menghabiskan minimal 10 kilogram ikan hingga 20 kilogram di akhir pekan,” kata pria yang karib disapa Bram tersebut.

Camat Banyuwangi M. Lutfi menambahkan, pasar ikan di Kelurahan Mandar ini awalnya merupakan lahan berupa rawa yang penuh dengan sampah. Namun saat ini telah menjadi salah satu tempat yang bersih dan pusat perekonomian warga Kelurahan Mandar.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Ipuk-Sugirah Nilai Semua Tudingan Tidak Berdasar

Lutfi menuturkan, adanya pusat kuliner laut di wilayahnya telah mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan perekonomian warga. Bahkan, diamenyebut sejumlah warga Kampung Mandar beralih profesi dari pekerjaan serabutan menjadi pemilik atau pun pekerja warung seafood. “Ada pemilik warung yang berawal dari tukang parkir, sekarang telah memiliki 5 pegawai, jika dikalkulasi setidaknya ada 100 pegawai yang terserap dari sentra kuliner Kampung Mandar,” bebernya kepada RadarBanyuwangi.id.

Sementara itu, selain seafood, di lokasi tersebut juga digelar Banyuwangi Art Week. Event ini menjadi ajang pameran produk hasil produksi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mulai dari kaus dengan nuansa Banyuwangi, batik, makanan olahan, serta kerajinan tangan, dan lain sebagainya. (sgt/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/