alexametrics
28.2 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

Konjen Amerika Gali Potensi Kerja Sama dengan Banyuwangi

BANYUWANGI – Konsulat Jenderal Amerika Serikat tertarik menjalin kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi. Deputi Bidang Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Dylan Hoey, bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani secara virtual untuk menggali potensi kerja sama tersebut, Senin (14/3/2022).

Dylan mengatakan pihaknya telah melihat perkembangan Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai prestasi yang diraih, menginspirasi dirinya untuk menjajaki kerja sama dengan kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini.

”Inilah alasan kami berdiskusi dengan Ibu Bupati hari ini. Kami ingin mendengar langsung berbagai potensi Banyuwangi sebagai modal kerja sama ke depan, mulai potensi pariwisata, pertanian dan perikanan, infrastruktur, dan banyak lainnya,” kata Dylan.

Bupati Ipuk menyambut baik peluang kerja sama tersebut. ”Ini merupakan peluang baik bagi pengembangan Banyuwangi. Kami berharap kerja sama ini bisa betul-betul terwujud,” kata Ipuk.

Ipuk pun membeber berbagai potensi yang dimiliki Banyuwangi. Di sektor pertanian, kata Ipuk, Banyuwangi menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Setiap tahun Banyuwangi selalu mengalami surplus beras.

”Seperti tahun 2020 lalu, Banyuwangi surplus beras sebanyak 535.056 ton. Selain digunakan untuk kebutuhan warga di Banyuwangi, beras dari daerah kami juga dikirim ke sejumlah daerah lain,” ujar Ipuk.

Banyuwangi juga dikenal sebagai daerah 5 besar penghasil kopi di Jawa Timur. ”Kopi Banyuwangi telah merambah pasar Eropa. Beberapa waktu lalu, dengan difasilitasi pusat UMKM kopi kami dipertemukan dengan 150 buyer dari Filipina, Kanada, dan Jerman. Tentu ini sangat membantu pengembangan bisnis UMKM kami dengan merambah pasar ekspor,” kata Ipuk.

Potensi perikanan di Banyuwangi juga cukup besar. Dengan pantai sepanjang 175,8 kilometer, daerah ini memiliki lahan potensial untuk budi daya berbagai komoditas perikanan laut, air payau, maupun tawar. Seperti udang, lobster, kerapu, kerang mutiara, hingga kepiting. ”Kami juga memiliki kawasan industri pengolahan ikan yang cukup besar di Kecamatan Muncar. Pantai di Muncar ini juga dikenal sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di tanah air,” urai Ipuk.

Ipuk menjelaskan, untuk mendukung pengembangan sektor-sektor tersebut di atas, Banyuwangi memilih pariwisata sebagai motor penggeraknya. ”Misalnya untuk mengenalkan kopi Banyuwangi ke kalangan yang lebih luas, kami menggelar Festival Kopi. Ini telah menjadi agenda tahunan dalam Banyuwangi Festival,” kata Ipuk.

Banyuwangi juga menggelar banyak event sport-tourism berkelas internasional. Seperti, Savana Duathlon, International Tour de Ijen, dan International Surfing Competition di Pantai Pulau Merah. ”Tanggal 28 Mei–6 Juni 2022 mendatang kami menjadi tuan rumah ajang selancar paling bergengsi di dunia, World Surf League (WSL) Championship Tour. Ini akan menjadi magnet yang mendatangkan banyak pengunjung ke Banyuwangi. Ini momentum tepat untuk mendorong pemulihan ekonomi,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, Banyuwangi juga terus melakukan perbaikan di sektor infrastruktur. Salah satunya, infrastruktur jalan. Sedikitnya ada 1.000 titik di tahun ini, baik pembangunan maupun perbaikan jalan. ”Dengan infrastruktur yang memadai akan memperlancar mobilitas dan membuka titik pertumbuhan ekonomi baru. Apalagi, kami juga memiliki bandara yang memudahkan keluar masuk orang dari dan ke Banyuwangi,” pungkas Ipuk.

Mendengar hal tersebut, Dylan pun semakin mengapresiasi kinerja Banyuwangi. ”Ini keren. Saya yakin teman-teman saya di konsulat jenderal akan sangat mengapresiasi program Banyuwangi. Saya berharap ke depan ada diskusi yang lebih mendalam untuk menjajaki kerja sama ke depan,” kata Dylan. 

BANYUWANGI – Konsulat Jenderal Amerika Serikat tertarik menjalin kerja sama dengan Pemkab Banyuwangi. Deputi Bidang Politik dan Ekonomi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Dylan Hoey, bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani secara virtual untuk menggali potensi kerja sama tersebut, Senin (14/3/2022).

Dylan mengatakan pihaknya telah melihat perkembangan Banyuwangi dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai prestasi yang diraih, menginspirasi dirinya untuk menjajaki kerja sama dengan kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini.

”Inilah alasan kami berdiskusi dengan Ibu Bupati hari ini. Kami ingin mendengar langsung berbagai potensi Banyuwangi sebagai modal kerja sama ke depan, mulai potensi pariwisata, pertanian dan perikanan, infrastruktur, dan banyak lainnya,” kata Dylan.

Bupati Ipuk menyambut baik peluang kerja sama tersebut. ”Ini merupakan peluang baik bagi pengembangan Banyuwangi. Kami berharap kerja sama ini bisa betul-betul terwujud,” kata Ipuk.

Ipuk pun membeber berbagai potensi yang dimiliki Banyuwangi. Di sektor pertanian, kata Ipuk, Banyuwangi menjadi salah satu lumbung pangan di Jawa Timur. Setiap tahun Banyuwangi selalu mengalami surplus beras.

”Seperti tahun 2020 lalu, Banyuwangi surplus beras sebanyak 535.056 ton. Selain digunakan untuk kebutuhan warga di Banyuwangi, beras dari daerah kami juga dikirim ke sejumlah daerah lain,” ujar Ipuk.

Banyuwangi juga dikenal sebagai daerah 5 besar penghasil kopi di Jawa Timur. ”Kopi Banyuwangi telah merambah pasar Eropa. Beberapa waktu lalu, dengan difasilitasi pusat UMKM kopi kami dipertemukan dengan 150 buyer dari Filipina, Kanada, dan Jerman. Tentu ini sangat membantu pengembangan bisnis UMKM kami dengan merambah pasar ekspor,” kata Ipuk.

Potensi perikanan di Banyuwangi juga cukup besar. Dengan pantai sepanjang 175,8 kilometer, daerah ini memiliki lahan potensial untuk budi daya berbagai komoditas perikanan laut, air payau, maupun tawar. Seperti udang, lobster, kerapu, kerang mutiara, hingga kepiting. ”Kami juga memiliki kawasan industri pengolahan ikan yang cukup besar di Kecamatan Muncar. Pantai di Muncar ini juga dikenal sebagai salah satu penghasil ikan terbesar di tanah air,” urai Ipuk.

Ipuk menjelaskan, untuk mendukung pengembangan sektor-sektor tersebut di atas, Banyuwangi memilih pariwisata sebagai motor penggeraknya. ”Misalnya untuk mengenalkan kopi Banyuwangi ke kalangan yang lebih luas, kami menggelar Festival Kopi. Ini telah menjadi agenda tahunan dalam Banyuwangi Festival,” kata Ipuk.

Banyuwangi juga menggelar banyak event sport-tourism berkelas internasional. Seperti, Savana Duathlon, International Tour de Ijen, dan International Surfing Competition di Pantai Pulau Merah. ”Tanggal 28 Mei–6 Juni 2022 mendatang kami menjadi tuan rumah ajang selancar paling bergengsi di dunia, World Surf League (WSL) Championship Tour. Ini akan menjadi magnet yang mendatangkan banyak pengunjung ke Banyuwangi. Ini momentum tepat untuk mendorong pemulihan ekonomi,” kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, Banyuwangi juga terus melakukan perbaikan di sektor infrastruktur. Salah satunya, infrastruktur jalan. Sedikitnya ada 1.000 titik di tahun ini, baik pembangunan maupun perbaikan jalan. ”Dengan infrastruktur yang memadai akan memperlancar mobilitas dan membuka titik pertumbuhan ekonomi baru. Apalagi, kami juga memiliki bandara yang memudahkan keluar masuk orang dari dan ke Banyuwangi,” pungkas Ipuk.

Mendengar hal tersebut, Dylan pun semakin mengapresiasi kinerja Banyuwangi. ”Ini keren. Saya yakin teman-teman saya di konsulat jenderal akan sangat mengapresiasi program Banyuwangi. Saya berharap ke depan ada diskusi yang lebih mendalam untuk menjajaki kerja sama ke depan,” kata Dylan. 

Artikel Terkait

Most Read

Lebih Amis Justru Semakin Disukai

Surat dari Masa Lalu tanpa Tanda Baca

Angin Kencang Landa Selat Bali

Artikel Terbaru

/