alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Aplikasi Jalin Kasih Kurangi Warga Miskin

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi meluncurkan aplikasi ”Jalin Kasih” kemarin (15//3). Aplikasi itu berisi sistem terintegrasi pengentasan kemiskinan berbasis geospasial.

 Peluncuran program pengentasan kemiskinan dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2019 di Hotel Ketapang Indah. ”Program ini bisa mempercepat pengentasan kemiskinan. Saat ini, kemiskinan Banyuwangi 8,6 persen dari tahun lalu. Dan kita berharap bisa terus turun,” ujar Anas.

 Aplikasi tersebut telah diuji coba beberapa waktu lalu, dan kini telah disempurnakan dengan sejumlah fitur. ”Kita push biar 100 persen desa terekam, sekarang sudah 70 persen. Sisanya harus bulan depan terekam di aplikasi ini, sehingga siapa pun bisa bantu desa-desa itu,” kata Anas.

 

Anas mengatakan, aplikasi Jalin Kasih dirancang untuk memvalidasi semua data dan problem kemiskinan secara lengkap. Data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai untuk masing-masing individu. ”Sebelumnya kami punya data dasar, tapi seiring dengan digitalisasi data, semua kami perbarui. Camat dan aparat desa kami instruksikan memvalidasi data. Dan ternyata memang ada perubahan,” jelas Anas.   

 Dalam aplikasi Jalin Kasih, data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program yang sesuai kebutuhan masing-masing individu. Seperti ada warga yang butuh distribusi makanan bergizi dalam program Rantang Kasih, Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), Bedah Rumah, Jemput Bola Rawat Warga Sakit, atau beasiswa Banyuwangi Cerdas.

”Lewat aplikasi itu Anda bisa bantu kami di Banyuwangi, mengentaskan warga miskin. Silakan pilih bantu dalam hal apa, apa donasi makanan bergizi, beasiswa, bedah rumah, dan sebagainya,” ujarnya.

Di aplikasi itu juga disediakan menu lapor. Warga bisa aktif melaporkan bila ada warga lain yang perlu dibantu. Laporan itu akan kami cross check bersama tim. Validasi data dilakukan secara periodik untuk memastikan akuntabilitas data, tidak perlu harus menunggu laporan dari warga. ”Rantang Kasih misalnya, kalau hanya program pemerintah daerah, jangkauannya mungkin cuma 2.000 warga,” tambahnya. (*)

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi meluncurkan aplikasi ”Jalin Kasih” kemarin (15//3). Aplikasi itu berisi sistem terintegrasi pengentasan kemiskinan berbasis geospasial.

 Peluncuran program pengentasan kemiskinan dilakukan Bupati Abdullah Azwar Anas pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2019 di Hotel Ketapang Indah. ”Program ini bisa mempercepat pengentasan kemiskinan. Saat ini, kemiskinan Banyuwangi 8,6 persen dari tahun lalu. Dan kita berharap bisa terus turun,” ujar Anas.

 Aplikasi tersebut telah diuji coba beberapa waktu lalu, dan kini telah disempurnakan dengan sejumlah fitur. ”Kita push biar 100 persen desa terekam, sekarang sudah 70 persen. Sisanya harus bulan depan terekam di aplikasi ini, sehingga siapa pun bisa bantu desa-desa itu,” kata Anas.

 

Anas mengatakan, aplikasi Jalin Kasih dirancang untuk memvalidasi semua data dan problem kemiskinan secara lengkap. Data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai untuk masing-masing individu. ”Sebelumnya kami punya data dasar, tapi seiring dengan digitalisasi data, semua kami perbarui. Camat dan aparat desa kami instruksikan memvalidasi data. Dan ternyata memang ada perubahan,” jelas Anas.   

 Dalam aplikasi Jalin Kasih, data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program yang sesuai kebutuhan masing-masing individu. Seperti ada warga yang butuh distribusi makanan bergizi dalam program Rantang Kasih, Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), Bedah Rumah, Jemput Bola Rawat Warga Sakit, atau beasiswa Banyuwangi Cerdas.

”Lewat aplikasi itu Anda bisa bantu kami di Banyuwangi, mengentaskan warga miskin. Silakan pilih bantu dalam hal apa, apa donasi makanan bergizi, beasiswa, bedah rumah, dan sebagainya,” ujarnya.

Di aplikasi itu juga disediakan menu lapor. Warga bisa aktif melaporkan bila ada warga lain yang perlu dibantu. Laporan itu akan kami cross check bersama tim. Validasi data dilakukan secara periodik untuk memastikan akuntabilitas data, tidak perlu harus menunggu laporan dari warga. ”Rantang Kasih misalnya, kalau hanya program pemerintah daerah, jangkauannya mungkin cuma 2.000 warga,” tambahnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/