alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Panen Prestasi, Harjaba tanpa Party

BANYUWANGI – Menyongsong Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250, etalase penghargaan kabupaten ujung timur Pulau Jawa terus bertambah. Bukan hanya tingkat regional, Pemkab Banyuwangi juga berhasil menyabet sederet penghargaan tingkat nasional.

Ya, Pemkab Banyuwangi berhasil meraih banyak penghargaan sepanjang tahun ini. Di antaranya Predikat ”A” Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang berhasil diraih selama lima tahun beruntun. Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga berhasil mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. SAKIP ”A” tahun ini merupakan yang kesembilan kali diraih Banyuwangi dalam sembilan tahun berturut-turut.

Tidak hanya itu, baru-baru ini Pemkab Banyuwangi berhasil meraih Natamukti Award. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota yang memiliki ekosistem kemandirian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Selain itu, Banyuwangi juga berhasil memborong delapan penghargaan East Java Tourism Award 2021 yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Belum berhenti sampai di situ, berdasar informasi yang dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, program Smart Kampung yang digagas Pemkab Banyuwangi bakal mendapat penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI serta penghargaan Innovative Government Award 2021 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Keberhasilan meraih Penghargaan Innovative Government Award tersebut berarti Banyuwangi berhasil mempertahankan prestasi sebagai daerah paling inovatif di Indonesia.

Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur Banyuwangi mendapat berkah berlimpah sepanjang Desember ini. ”Ini merupakan kado yang baik menjelang Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250,” ujarnya.

Meski berlimpah prestasi, namun Bupati Ipuk menyatakan pemkab tidak akan menggelar kegiatan bersifat pesta-pesta atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada puncak Harjaba 18 Desember mendatang. ”Mari menyambut dan memperingati Harjaba dengan bersyukur kepada Tuhan. Tanpa perlu pesta-pesta atau kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Ini demi kebaikan kita bersama. Demi menghindari penularan Covid-19,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Menyongsong Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250, etalase penghargaan kabupaten ujung timur Pulau Jawa terus bertambah. Bukan hanya tingkat regional, Pemkab Banyuwangi juga berhasil menyabet sederet penghargaan tingkat nasional.

Ya, Pemkab Banyuwangi berhasil meraih banyak penghargaan sepanjang tahun ini. Di antaranya Predikat ”A” Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang berhasil diraih selama lima tahun beruntun. Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga berhasil mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. SAKIP ”A” tahun ini merupakan yang kesembilan kali diraih Banyuwangi dalam sembilan tahun berturut-turut.

Tidak hanya itu, baru-baru ini Pemkab Banyuwangi berhasil meraih Natamukti Award. Penghargaan ini diberikan kepada kabupaten/kota yang memiliki ekosistem kemandirian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Selain itu, Banyuwangi juga berhasil memborong delapan penghargaan East Java Tourism Award 2021 yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Belum berhenti sampai di situ, berdasar informasi yang dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, program Smart Kampung yang digagas Pemkab Banyuwangi bakal mendapat penghargaan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI serta penghargaan Innovative Government Award 2021 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Keberhasilan meraih Penghargaan Innovative Government Award tersebut berarti Banyuwangi berhasil mempertahankan prestasi sebagai daerah paling inovatif di Indonesia.

Bupati Ipuk Fiestiandani bersyukur Banyuwangi mendapat berkah berlimpah sepanjang Desember ini. ”Ini merupakan kado yang baik menjelang Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250,” ujarnya.

Meski berlimpah prestasi, namun Bupati Ipuk menyatakan pemkab tidak akan menggelar kegiatan bersifat pesta-pesta atau kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada puncak Harjaba 18 Desember mendatang. ”Mari menyambut dan memperingati Harjaba dengan bersyukur kepada Tuhan. Tanpa perlu pesta-pesta atau kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Ini demi kebaikan kita bersama. Demi menghindari penularan Covid-19,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/