alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Bertemu Presiden Jokowi, Bupati Anas Dapat Tugas Khusus

JAKARTA– Bupati Abdullah Azwar Anas bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta  Senin (12/11). Dalam pertemuan itu, Anas mendapat empat tugas khusus dari Presiden Jokowi.

Apa saja tugas khusus itu? Pertama, Anas diminta mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pedesaan. Kedua, memaksimalkan penggunaan dana desa. Ketiga, peningkatan pelayanan publik. Dan keempat diminta turut aktif mendorong stabilisasi pertumbuhan ekonomi negara. ”Beberapa pesan tersebut ditekankan presiden kepada para bupati,” ujar Anas.

Anas menyampaikan bahwa presiden menekankan pentingnya pengembangan UMKM pedesaan. Hal tersebut telah dilakukan melalui beragam skema, mulai stimulus lewat dana desa, pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur pedesaan, hingga peningkatan kinerja pertanian. ”Dana desa dalam empat tahun ini sekitar Rp 187 triliun. Presiden melakukan terobosan dengan mendorong semua pelaksanaan program dana desa itu dari desa sendiri, sehingga uang berputar di desa tanpa tersedot ke kota,” katanya

Baca Juga :  Ribuan Bibit Ikan Kerapu Ditebar di Fish Apartment Bulusan

Presiden Jokowi juga menggerakkan UMKM berbasis pertanian dengan mendorong tumbuhnya usaha olahan sektor pertanian. Berbagai kementerian telah mengintervensi program tersebut. Bahkan, untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) usaha olahan sektor pertanian tersebut, kata Anas, Jokowi ingin ada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan jurusan spesifik berbasis pertanian di desa, misalnya jurusan kopi.

Berkat kerja-kerja itulah, sambung Anas, penurunan kemiskinan di desa lebih signifikan dibanding kota, meski memang secara keseluruhan jumlah penduduk miskin di desa masih lebih besar daripada kota. ”Pak Jokowi juga ingin dana desa yang pada 2019 sebesar Rp 70 triliun bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan kewirausahaan. Para bupati diminta ikut menyiapkan itu. Bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi pedesaan yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0,” imbuh Anas.

Baca Juga :  Jemput Bola Vaksinasi Lansia dan Difabel

JAKARTA– Bupati Abdullah Azwar Anas bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta  Senin (12/11). Dalam pertemuan itu, Anas mendapat empat tugas khusus dari Presiden Jokowi.

Apa saja tugas khusus itu? Pertama, Anas diminta mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pedesaan. Kedua, memaksimalkan penggunaan dana desa. Ketiga, peningkatan pelayanan publik. Dan keempat diminta turut aktif mendorong stabilisasi pertumbuhan ekonomi negara. ”Beberapa pesan tersebut ditekankan presiden kepada para bupati,” ujar Anas.

Anas menyampaikan bahwa presiden menekankan pentingnya pengembangan UMKM pedesaan. Hal tersebut telah dilakukan melalui beragam skema, mulai stimulus lewat dana desa, pemberdayaan UMKM, pembangunan infrastruktur pedesaan, hingga peningkatan kinerja pertanian. ”Dana desa dalam empat tahun ini sekitar Rp 187 triliun. Presiden melakukan terobosan dengan mendorong semua pelaksanaan program dana desa itu dari desa sendiri, sehingga uang berputar di desa tanpa tersedot ke kota,” katanya

Baca Juga :  Jalani TC Konsentrasi, Muaythai Ditarget Sabet Emas Porprov Jati

Presiden Jokowi juga menggerakkan UMKM berbasis pertanian dengan mendorong tumbuhnya usaha olahan sektor pertanian. Berbagai kementerian telah mengintervensi program tersebut. Bahkan, untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) usaha olahan sektor pertanian tersebut, kata Anas, Jokowi ingin ada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan jurusan spesifik berbasis pertanian di desa, misalnya jurusan kopi.

Berkat kerja-kerja itulah, sambung Anas, penurunan kemiskinan di desa lebih signifikan dibanding kota, meski memang secara keseluruhan jumlah penduduk miskin di desa masih lebih besar daripada kota. ”Pak Jokowi juga ingin dana desa yang pada 2019 sebesar Rp 70 triliun bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan kewirausahaan. Para bupati diminta ikut menyiapkan itu. Bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi pedesaan yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0,” imbuh Anas.

Baca Juga :  Gelar Kejurkab, PSTI Nilai Skill Atlet Sepak Takraw Meningkat Pesat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/