alexametrics
25.3 C
Banyuwangi
Wednesday, October 5, 2022

Urus NIB Kian Mudah, Menteri Investasi Bahlil Pun Turun Gunung ke Banyuwangi

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ”turun gunung” ke Banyuwangi kemarin (11/8). Dia datang untuk menyerahkan Nomor Induk Berusaha (NIB) pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) perseorangan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tersebut juga memberikan apresiasi kepada Bupati Ipuk Fiestiandani atas komitmennya dalam mendorong pelaku UMK untuk mengurus legalitas usaha. Bukan itu saja, berkat usul Ipuk, syarat pengurusan NIB pun kini menjadi lebih mudah.

Hal itu terungkap dalam kegiatan ”Pemberian NIB kepada Pelaku UKM Perseorangan” yang digeber di Gedung Olahraga (GOR) Tawang Alun kemarin. Dalam kegiatan ini, Bahlil memberikan NIB secara simbolis kepada enam dari total 700 pelaku UMK perseorangan asal seantero Banyuwangi.

Sekadar diketahui, untuk mengurus NIB, pelaku usaha harus memiliki surat elektronik alias email. Namun, kini syarat tersebut dipermudah, cukup dengan memakai nomor induk kependudukan (NIK).

Menteri Investasi Bahlil mengatakan, perubahan tersebut berasal dari ide Bupati Ipuk Fiestiandani dalam suatu diskusi beberapa waktu lalu. ”Kini untuk mengurus NIB bisa menggunakan NIK, tentu dengan dokumen lainnya. Perubahan ini sangat bermanfaat terutama bagi pelaku usaha skala mikro-kecil,” ujarnya.

Bahlil menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya menggelar rapat virtual bersama Bupati Ipuk dan kepala daerah lain. ”Waktu itu, beliau (Ipuk) menyampaikan tidak semua pelaku usaha mikro-kecil di desa-desa bisa membuat email, tapi semua pelaku usaha pasti punya NIK. Terutama bagi ibu-ibu pelaku usaha kecil di desa-desa, mereka akan kesulitan membuat email. Karena itu, kami langsung ubah syaratnya tidak lagi pakai email tapi juga bisa pakai NIK. Karena NIB ini sasaran utamanya adalah usaha kecil dan mikro,” kata dia.

Baca Juga :  Dewan Desak Eksekutif Segera Cairkan Dana Hibah

Ipuk juga menyarankan agar aplikasi elektronik Online Single Submission (OSS) yang sebelumnya hanya bisa dibuka di laptop bisa dibuka di smartphone. ”Bupati Ipuk juga menyarankan agar aplikasi OSS bisa pakai handphone (HP) agar memudahkan pelaku usaha. Kami langsung bikin aplikasi yang bisa dipakai di HP. Terima kasih atas saran-saran Bupati Banyuwangi,” tuturnya.

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Bukan itu saja, Bahlil juga mengapresiasi Pemkab Banyuwangi, terutama Bupati Ipuk yang secara terus-menerus memberikan NIB sampai ke desa-desa. ”Belum pernah saya menemukan seperti ini ketika saya memberikan NIB di beberapa daerah yang telah saya datangi. Ini betul-betul ke akarnya langsung di desa,” terangnya.

Sementara Bupati Ipuk berterima kasih atas dukungan Menteri Bahlil terhadap UMKM. Ipuk mengatakan, ide untuk mengubah syarat NIB dari email menjadi pakai NIK berasal dari masukan warga saat dia ngantor di desa. Ipuk memang punya program ”Bupati Ngantor di Desa” alias Bunga Desa. ”Tiap Bunga Desa, kami selalu jemput bola dengan menyiapkan stan dan petugas untuk mendampingi pengurusan NIB, untuk mengakses OSS. Dari situlah kami mendapat banyak masukan, terutama dari ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha,” kata Ipuk.

Baca Juga :  Nihayayatul Wafiroh Ajak Mahasiswa Pahami 4 Pilar

Hingga saat ini terdapat 42 ribu pelaku usaha yang mendapat NIB di Banyuwangi. Jumlah itu termasuk salah satu yang tertinggi di Jatim. ”Kami sampaikan ke Pak Menteri ternyata langsung direspons. Terima kasih dukungan Pak Menteri (Bahlil),” kata Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyerahkan secara simbolis NIB kepada para pelaku UMKM. Bahlil mengatakan, NIB merupakan perhatian pemerintah untuk memudahkan pelaku UMKM untuk bisa mengakses keuangan perbankan. ”Selama ini pelaku UMKM kesulitan mengurus kredit di bank karena tidak adanya legalitas. Karena itu, dengan NIB bisa memudahkan UMK untuk mengajukan berbagai program pemerintah, misalnya kredit usaha rakyat (KUR),” jelas Bahlil.

Sementara itu, pemilik restoran ikan bakar di Banyuwangi Nur Wahid mengatakan, usahanya baru saja memiliki NIB setelah satu tahun berjalan. Dia mengakui keterbatasan informasi serta rumitnya birokrasi menjadi kendala baginya dalam mengurus perizinan yang diperlukan. Akan tetapi, saat ini proses perizinan sangat mudah dengan adanya aplikasi Online Single Submission (OSS) Indonesia. ”Ternyata sangat mudah sekali, dengan aplikasi OSS pengurusannya bisa dilakukan di mana saja. Bahkan, kami tidak perlu datang ke kantor pemerintahan atau kantor perizinan untuk mengurusnya,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ”turun gunung” ke Banyuwangi kemarin (11/8). Dia datang untuk menyerahkan Nomor Induk Berusaha (NIB) pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) perseorangan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tersebut juga memberikan apresiasi kepada Bupati Ipuk Fiestiandani atas komitmennya dalam mendorong pelaku UMK untuk mengurus legalitas usaha. Bukan itu saja, berkat usul Ipuk, syarat pengurusan NIB pun kini menjadi lebih mudah.

Hal itu terungkap dalam kegiatan ”Pemberian NIB kepada Pelaku UKM Perseorangan” yang digeber di Gedung Olahraga (GOR) Tawang Alun kemarin. Dalam kegiatan ini, Bahlil memberikan NIB secara simbolis kepada enam dari total 700 pelaku UMK perseorangan asal seantero Banyuwangi.

Sekadar diketahui, untuk mengurus NIB, pelaku usaha harus memiliki surat elektronik alias email. Namun, kini syarat tersebut dipermudah, cukup dengan memakai nomor induk kependudukan (NIK).

Menteri Investasi Bahlil mengatakan, perubahan tersebut berasal dari ide Bupati Ipuk Fiestiandani dalam suatu diskusi beberapa waktu lalu. ”Kini untuk mengurus NIB bisa menggunakan NIK, tentu dengan dokumen lainnya. Perubahan ini sangat bermanfaat terutama bagi pelaku usaha skala mikro-kecil,” ujarnya.

Bahlil menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya menggelar rapat virtual bersama Bupati Ipuk dan kepala daerah lain. ”Waktu itu, beliau (Ipuk) menyampaikan tidak semua pelaku usaha mikro-kecil di desa-desa bisa membuat email, tapi semua pelaku usaha pasti punya NIK. Terutama bagi ibu-ibu pelaku usaha kecil di desa-desa, mereka akan kesulitan membuat email. Karena itu, kami langsung ubah syaratnya tidak lagi pakai email tapi juga bisa pakai NIK. Karena NIB ini sasaran utamanya adalah usaha kecil dan mikro,” kata dia.

Baca Juga :  Gus Ipul Ziarah ke Makam Pendiri Ponpes Darussalam Blokagung

Ipuk juga menyarankan agar aplikasi elektronik Online Single Submission (OSS) yang sebelumnya hanya bisa dibuka di laptop bisa dibuka di smartphone. ”Bupati Ipuk juga menyarankan agar aplikasi OSS bisa pakai handphone (HP) agar memudahkan pelaku usaha. Kami langsung bikin aplikasi yang bisa dipakai di HP. Terima kasih atas saran-saran Bupati Banyuwangi,” tuturnya.

Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi/Kepala BKPM. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Bukan itu saja, Bahlil juga mengapresiasi Pemkab Banyuwangi, terutama Bupati Ipuk yang secara terus-menerus memberikan NIB sampai ke desa-desa. ”Belum pernah saya menemukan seperti ini ketika saya memberikan NIB di beberapa daerah yang telah saya datangi. Ini betul-betul ke akarnya langsung di desa,” terangnya.

Sementara Bupati Ipuk berterima kasih atas dukungan Menteri Bahlil terhadap UMKM. Ipuk mengatakan, ide untuk mengubah syarat NIB dari email menjadi pakai NIK berasal dari masukan warga saat dia ngantor di desa. Ipuk memang punya program ”Bupati Ngantor di Desa” alias Bunga Desa. ”Tiap Bunga Desa, kami selalu jemput bola dengan menyiapkan stan dan petugas untuk mendampingi pengurusan NIB, untuk mengakses OSS. Dari situlah kami mendapat banyak masukan, terutama dari ibu-ibu rumah tangga yang memiliki usaha,” kata Ipuk.

Baca Juga :  Dewan Desak Eksekutif Segera Cairkan Dana Hibah

Hingga saat ini terdapat 42 ribu pelaku usaha yang mendapat NIB di Banyuwangi. Jumlah itu termasuk salah satu yang tertinggi di Jatim. ”Kami sampaikan ke Pak Menteri ternyata langsung direspons. Terima kasih dukungan Pak Menteri (Bahlil),” kata Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyerahkan secara simbolis NIB kepada para pelaku UMKM. Bahlil mengatakan, NIB merupakan perhatian pemerintah untuk memudahkan pelaku UMKM untuk bisa mengakses keuangan perbankan. ”Selama ini pelaku UMKM kesulitan mengurus kredit di bank karena tidak adanya legalitas. Karena itu, dengan NIB bisa memudahkan UMK untuk mengajukan berbagai program pemerintah, misalnya kredit usaha rakyat (KUR),” jelas Bahlil.

Sementara itu, pemilik restoran ikan bakar di Banyuwangi Nur Wahid mengatakan, usahanya baru saja memiliki NIB setelah satu tahun berjalan. Dia mengakui keterbatasan informasi serta rumitnya birokrasi menjadi kendala baginya dalam mengurus perizinan yang diperlukan. Akan tetapi, saat ini proses perizinan sangat mudah dengan adanya aplikasi Online Single Submission (OSS) Indonesia. ”Ternyata sangat mudah sekali, dengan aplikasi OSS pengurusannya bisa dilakukan di mana saja. Bahkan, kami tidak perlu datang ke kantor pemerintahan atau kantor perizinan untuk mengurusnya,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Degradasi Kota Kelapa

Koperasi DPRD Situbondo Bermasalah

Artikel Terbaru

/