alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Bupati dan Ketua DPRD Mamuju Tengah ”Boyongan” ke Banyuwangi

BANYUWANGI – Berbagai inovasi pelayanan publik yang digeber Pemkab Banyuwangi mendapat perhatian khusus dari Bupati Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Aras Tammauni. Dia pun memboyong jajarannya untuk belajar ke Bumi Blambangan.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Aras mengajak Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Askari, para asisten, hingga kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Mamuju Tengah. Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Mamuju Tengah Arsal Aras bersama segenap anggota komisi.

Rombongan asal Mamuju Tengah tersebut diterima Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Blambangan pada Rabu (9/3). Rombongan ini berada di Banyuwangi selama dua hari.

 

Sekda Mamuju Tengah Askari mengatakan, Banyuwangi memiliki banyak inovasi yang menginspirasi. ”Kami datang untuk belajar banyak hal, khususnya tentang tata kelola pelayanan publik sekaligus menjajaki peluang kerja sama untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) maupun sektor lainnya, seperti pariwisata,” ujarnya

Mamuju Tengah merupakan kabupaten baru di Provinsi Sulawesi Barat. Daerah ini sebelumnya menjadi satu dengan Kabupaten Mamuju dan kemudian mengalami pemekaran pada 2012.

Selama berada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa, rombongan asal Mamuju Tengah ini mengunjungi dan melihat langsung proses layanan di sejumlah tempat pelayanan publik. Selain itu, mereka juga berdiskusi dengan sejumlah SKPD Banyuwangi untuk membahas banyak hal. ”Kami ingin mempelajari bagaimana Banyuwangi bisa menelurkan banyak inovasi. Ini yang ingin kami contoh. Sebagai daerah baru, tentu kami ingin segera melakukan akselerasi. Tanpa budaya inovasi ini akan sulit,” kata Askari.

Menurut dia, Banyuwangi sangat tepat dipilih sebagai jujugan belajar. Berkat inovasi yang dilakukan, Banyuwangi meraih beragam prestasi. Di antaranya, menyabet nilai A Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) lima tahun beruntun sejak 2016, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik se-Jawa-Bali dua tahun berturut-turut pada 2020, hingga mempertahankan posisi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dalam rangkaian Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri sejak 2018. ”Banyak hal baru yang kami adopsi untuk peningkatan kualitas pelayanan di Mamuju Tengah,” kata Askari.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengatakan hingga saat ini Banyuwangi juga masih terus berproses. ”Tiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Silakan menerapkan apa yang kira-kira cocok. Semoga setelah kembali, banyak hal yang bisa dilakukan untuk percepatan Mamuju Tengah,” ujarnya. 

Ipuk mengatakan program-program Banyuwangi dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas, tidak dilakukan secara bersamaan. Banyuwangi dulu fokus pada pariwisata karena menilai di sektor inilah banyak memiliki potensi. ”Lalu bertahap mengarah ke pelayanan publik, penataan birokrasi, dan sektor-sektor lainnya. Semua dilakukan secara bertahap dengan semangat kebersamaan banyak pihak,” pungkasnya.

BANYUWANGI – Berbagai inovasi pelayanan publik yang digeber Pemkab Banyuwangi mendapat perhatian khusus dari Bupati Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Aras Tammauni. Dia pun memboyong jajarannya untuk belajar ke Bumi Blambangan.

Dalam kunjungan kali ini, Bupati Aras mengajak Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Askari, para asisten, hingga kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemkab Mamuju Tengah. Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Mamuju Tengah Arsal Aras bersama segenap anggota komisi.

Rombongan asal Mamuju Tengah tersebut diterima Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Blambangan pada Rabu (9/3). Rombongan ini berada di Banyuwangi selama dua hari.

 

Sekda Mamuju Tengah Askari mengatakan, Banyuwangi memiliki banyak inovasi yang menginspirasi. ”Kami datang untuk belajar banyak hal, khususnya tentang tata kelola pelayanan publik sekaligus menjajaki peluang kerja sama untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) maupun sektor lainnya, seperti pariwisata,” ujarnya

Mamuju Tengah merupakan kabupaten baru di Provinsi Sulawesi Barat. Daerah ini sebelumnya menjadi satu dengan Kabupaten Mamuju dan kemudian mengalami pemekaran pada 2012.

Selama berada di kabupaten ujung timur Pulau Jawa, rombongan asal Mamuju Tengah ini mengunjungi dan melihat langsung proses layanan di sejumlah tempat pelayanan publik. Selain itu, mereka juga berdiskusi dengan sejumlah SKPD Banyuwangi untuk membahas banyak hal. ”Kami ingin mempelajari bagaimana Banyuwangi bisa menelurkan banyak inovasi. Ini yang ingin kami contoh. Sebagai daerah baru, tentu kami ingin segera melakukan akselerasi. Tanpa budaya inovasi ini akan sulit,” kata Askari.

Menurut dia, Banyuwangi sangat tepat dipilih sebagai jujugan belajar. Berkat inovasi yang dilakukan, Banyuwangi meraih beragam prestasi. Di antaranya, menyabet nilai A Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) lima tahun beruntun sejak 2016, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik se-Jawa-Bali dua tahun berturut-turut pada 2020, hingga mempertahankan posisi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dalam rangkaian Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri sejak 2018. ”Banyak hal baru yang kami adopsi untuk peningkatan kualitas pelayanan di Mamuju Tengah,” kata Askari.

Sementara itu, Bupati Ipuk mengatakan hingga saat ini Banyuwangi juga masih terus berproses. ”Tiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Silakan menerapkan apa yang kira-kira cocok. Semoga setelah kembali, banyak hal yang bisa dilakukan untuk percepatan Mamuju Tengah,” ujarnya. 

Ipuk mengatakan program-program Banyuwangi dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas, tidak dilakukan secara bersamaan. Banyuwangi dulu fokus pada pariwisata karena menilai di sektor inilah banyak memiliki potensi. ”Lalu bertahap mengarah ke pelayanan publik, penataan birokrasi, dan sektor-sektor lainnya. Semua dilakukan secara bertahap dengan semangat kebersamaan banyak pihak,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/