alexametrics
30.7 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Bupati Ipuk Akan Segera Bangun Pasar

KEBAKARAN yang menimpa Pasar Daerah Kalibaru di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, mendapat perhatian serius Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Kemarin sore (10/10), orang nomor satu di Banyuwangi itu meninjau lokasi pasar.

Dalam kunjungannya itu, Bupati Ipuk didampingi Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Kabupaten Banyuwangi, RR. Nanin Oktaviantie; Kepala Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan pemukiman, Danang Hartanto, dan Forpimka Kalibaru. “Perbaikan pasar akan dilakukan tahun ini, untuk memperbaiki pengerjaannya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan hingga dua bulan,” cetus Bupati Ipuk Fiestiandani.

Pembangunan pasar yang terbakar ini, Bupati Ipuk menyebut sifatnya sementara dengan menggunakan belanja tidak terduga (BTT). Untuk pembangunan yang lebih maksimal, akan dilakukan pada tahun anggaran 2022. “Pedagang yang kiosnya terbakar, akan kita relokasi atau kita tempatkan di kios yang kosong,” ungkapnya.

Selain penanganan pada korban dan bangunan terdampak, Bupati Ipuk meminta pada dinas terkait mengevaluasi jaringan listrik dan mendata seluruh kerusakan yang ada akibat kebakaran. “Menjadi evaluasi bersama terkait keamanan jaringan listrik,” ungkapnya.

Plt. Kepala Diskop dan UM Banyuwangi, RR. Nanin Oktaviantie menyebutkan pasar daerah ini memiliki target retribusi tahun ini Rp. 390.267.900, sampai bulan ini terealisasi Rp. 194.147.500, dan ini berada diurutan kedelapan dari Sembilan pasar di Banyuwangi. “Dengan adanya kebakaran ini, diperkirakan akan ada penurunan aktivitas dan pendapatan yang cukup besar,” cetusnya.

Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Perumahan dan Pemukiman Banuyuwangi, Danang Hartanto mengungkapkan kerugian akibat kebakaran ini cukup besar. Dari hasil asesmen, kerugian diperkirakan mencapai Rp. 500 juta. “Itu perkiraan, bisa bertambah,” terangnya.

Berkaitan dengan kelengkapan sistem keamanan terhadap kebakaran, keselamatan, dan kesehatan kerja (K3), pasar di Banyuwangi banyak yang kurang memadai. “Yang standar K3 masih terminal terpadu di Banyuwangi,” jelasnya.

Untuk penempatan hidran, masih akan diupayakan agar tersedia di semua pasar. Secara bertahap, pasar di wilayah kota sudah memiliki hidran. Untuk di Banyuwangi selatan, dalam waktu dekat juga akan dipasangi. “ Nanti akan saya kasih sumber air,” cetusnya.

Plh Koordinator Pasar Kalibaru Wetan, Slamet Budiono mengatakan, alat pemadan kebakaran belum memadai. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hanya satu unit, itu pun tidak berfungsi dengan baik. “Ada satu , itu tidak berfungsi,” ucap pria yang baru menjabat dua hari itu.

KEBAKARAN yang menimpa Pasar Daerah Kalibaru di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, mendapat perhatian serius Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Kemarin sore (10/10), orang nomor satu di Banyuwangi itu meninjau lokasi pasar.

Dalam kunjungannya itu, Bupati Ipuk didampingi Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop dan UM) Kabupaten Banyuwangi, RR. Nanin Oktaviantie; Kepala Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan pemukiman, Danang Hartanto, dan Forpimka Kalibaru. “Perbaikan pasar akan dilakukan tahun ini, untuk memperbaiki pengerjaannya dibutuhkan waktu sekitar 1,5 bulan hingga dua bulan,” cetus Bupati Ipuk Fiestiandani.

Pembangunan pasar yang terbakar ini, Bupati Ipuk menyebut sifatnya sementara dengan menggunakan belanja tidak terduga (BTT). Untuk pembangunan yang lebih maksimal, akan dilakukan pada tahun anggaran 2022. “Pedagang yang kiosnya terbakar, akan kita relokasi atau kita tempatkan di kios yang kosong,” ungkapnya.

Selain penanganan pada korban dan bangunan terdampak, Bupati Ipuk meminta pada dinas terkait mengevaluasi jaringan listrik dan mendata seluruh kerusakan yang ada akibat kebakaran. “Menjadi evaluasi bersama terkait keamanan jaringan listrik,” ungkapnya.

Plt. Kepala Diskop dan UM Banyuwangi, RR. Nanin Oktaviantie menyebutkan pasar daerah ini memiliki target retribusi tahun ini Rp. 390.267.900, sampai bulan ini terealisasi Rp. 194.147.500, dan ini berada diurutan kedelapan dari Sembilan pasar di Banyuwangi. “Dengan adanya kebakaran ini, diperkirakan akan ada penurunan aktivitas dan pendapatan yang cukup besar,” cetusnya.

Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Perumahan dan Pemukiman Banuyuwangi, Danang Hartanto mengungkapkan kerugian akibat kebakaran ini cukup besar. Dari hasil asesmen, kerugian diperkirakan mencapai Rp. 500 juta. “Itu perkiraan, bisa bertambah,” terangnya.

Berkaitan dengan kelengkapan sistem keamanan terhadap kebakaran, keselamatan, dan kesehatan kerja (K3), pasar di Banyuwangi banyak yang kurang memadai. “Yang standar K3 masih terminal terpadu di Banyuwangi,” jelasnya.

Untuk penempatan hidran, masih akan diupayakan agar tersedia di semua pasar. Secara bertahap, pasar di wilayah kota sudah memiliki hidran. Untuk di Banyuwangi selatan, dalam waktu dekat juga akan dipasangi. “ Nanti akan saya kasih sumber air,” cetusnya.

Plh Koordinator Pasar Kalibaru Wetan, Slamet Budiono mengatakan, alat pemadan kebakaran belum memadai. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hanya satu unit, itu pun tidak berfungsi dengan baik. “Ada satu , itu tidak berfungsi,” ucap pria yang baru menjabat dua hari itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/