alexametrics
23.4 C
Banyuwangi
Wednesday, June 29, 2022

PAPDESI Banyuwangi Perjuangkan ADD

SONGGON, Jawa Pos Radar Genteng-Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Banyuwangi memperjuangkan alokasi dana desa (ADD) tidak dilakukan pemotongan untuk penanganan pandemi Covid-19, seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2020.

Dalam perjuangannya itu, pengurus PAPDESI Banyuwangi telah menemui Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dalam pertemuan itu, membahas pemotongan ADD sebesar Rp 70 juta di setiap desa di Kabupaten Banyuwangi. “Ada pemotongan ADD sebesar Rp 70 juta,” cetus Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi PAPDESI Kabupaten Banyuwangi, Ali Nurfatoni.

Menurut Toni, sapaan Ali Nurfatoni, pemotongan ADD sebesar Rp 70 juta setiap desa itu membuat pemerintah desa kelabakan. Sebab, itu akan berdampak besar dalam proses pembangunan di desa. “Kami berharap pemotongan ini tidak sampai terjadi,” cetus kepala Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon itu.

Saat ini, jelas dia, para kepala desa yang tergabung dalam PAPDESI Banyuwangi tengah berjuang agar ADD tetap tidak ada pengurangan. Upaya yang dilakukan, salah satunya audiensi dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas itu. “Kami para kepala desa sudah menghadap Bupati,” katanya.

Toni membeberkan, dalam ADD di Banyuwangi itu ada pengurangan sebesar Rp 14 miliar. Dana sebesar itu, jika dibagi desa yang ada di Kabupaten Banyuwangi, maka setiap desa jatahnya akan berkurang sekitar Rp 70 jutaan. “Bapak Bupati Banyuwangi sudah berjanji akan mencarikan solusi terkait masalah ini,” terang mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut.

Atas upaya bupati itu, PAPDESI Banyuwangi mengapresiasi. Sebab, jika ada pengurangan akan berdampak langsung terhadap penyelenggaraan pemerintahan di desa-desa. “Alhamdulillah pak bupati akan mencarikan solusi,” ungkapnya.

Menurut Toni, selama ini seluruh kepala desa sudah berupaya menekan penyebaran virus Korona di tingkat desa. Semua desa, sejak awal telah melakukan langkah pencegahan agar virus ini tidak merambah  warganya. “Pemeriuntah desa kerjasama lintas sektor,” paparnya.(*)

SONGGON, Jawa Pos Radar Genteng-Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Kabupaten Banyuwangi memperjuangkan alokasi dana desa (ADD) tidak dilakukan pemotongan untuk penanganan pandemi Covid-19, seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 54 tahun 2020.

Dalam perjuangannya itu, pengurus PAPDESI Banyuwangi telah menemui Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dalam pertemuan itu, membahas pemotongan ADD sebesar Rp 70 juta di setiap desa di Kabupaten Banyuwangi. “Ada pemotongan ADD sebesar Rp 70 juta,” cetus Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi PAPDESI Kabupaten Banyuwangi, Ali Nurfatoni.

Menurut Toni, sapaan Ali Nurfatoni, pemotongan ADD sebesar Rp 70 juta setiap desa itu membuat pemerintah desa kelabakan. Sebab, itu akan berdampak besar dalam proses pembangunan di desa. “Kami berharap pemotongan ini tidak sampai terjadi,” cetus kepala Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon itu.

Saat ini, jelas dia, para kepala desa yang tergabung dalam PAPDESI Banyuwangi tengah berjuang agar ADD tetap tidak ada pengurangan. Upaya yang dilakukan, salah satunya audiensi dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas itu. “Kami para kepala desa sudah menghadap Bupati,” katanya.

Toni membeberkan, dalam ADD di Banyuwangi itu ada pengurangan sebesar Rp 14 miliar. Dana sebesar itu, jika dibagi desa yang ada di Kabupaten Banyuwangi, maka setiap desa jatahnya akan berkurang sekitar Rp 70 jutaan. “Bapak Bupati Banyuwangi sudah berjanji akan mencarikan solusi terkait masalah ini,” terang mantan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi tersebut.

Atas upaya bupati itu, PAPDESI Banyuwangi mengapresiasi. Sebab, jika ada pengurangan akan berdampak langsung terhadap penyelenggaraan pemerintahan di desa-desa. “Alhamdulillah pak bupati akan mencarikan solusi,” ungkapnya.

Menurut Toni, selama ini seluruh kepala desa sudah berupaya menekan penyebaran virus Korona di tingkat desa. Semua desa, sejak awal telah melakukan langkah pencegahan agar virus ini tidak merambah  warganya. “Pemeriuntah desa kerjasama lintas sektor,” paparnya.(*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/